12 November 2019

rusia

Putin Klaim Rusia Telah Gagalkan 600 Aksi Spionase Asing

KONFRONTASI-Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan dinas keamanan negara itu menghentikan hampir 600 agen asing dan personel intelijen tahun lalu. Ia menyatakan bahwa musuh berusaha untuk mencampuri urusan dalam negeri Rusia.

"Badan kontra intelijen bertindak efektif dan ofensif tahun lalu. Berkat operasi khusus yang berhasil, 129 staf staf dan 465 agen layanan khusus asing dihentikan," ujar Putin dalam rapat dewan Dinas Keamanan Federal (FSB) atau dinas intelijen Rusia, lembaga yang dipimpinnya sebelum menjadi Presiden.

Menlu Rusia: Kuba dan Nikaragua Jadi Target AS Setelah Venezuela

KONFRONTASI-Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov menuturkan, pernyataan pejabat Amerika Serikat (AS), yang mengatakan bahwa hari Presiden Venezuela, Nicolas Maduro telah dinomori, berarti bahwa Kuba dan Nikaragua akan menjadi yang berikutnya.

Lavrov menekankan bahwa "Doktrin Monroe" artinya jika dibandingkan dengan doktrin yang sekarang sedang dibentuk, yang berarti bahwa AS merebut hak untuk menggunakan kekuatan di mana pun mereka ingin menggulingkan rezim, karena alasan tertentu atau hanya karena tidak sesuai dengan mereka.

Putin Ancam Serang AS Jika Berani Sebar Rudal di Eropa

KONFRONTASI-Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan, Rusia akan menanggapi setiap penyebaran senjata nuklir jangka pendek atau menengah Amerika Serikat (AS) di Eropa dengan menargetkan tidak hanya negara-negara di mana mereka ditempatkan, tetapi AS sendiri.

Dalam pidatonya di Parlemen Rusia, Putin mengatakan Moskow tidak mencari konfrontasi dan tidak akan mengambil langkah pertama untuk mengerahkan rudal sebagai tanggapan atas keputusan Washington bulan ini untuk mundur dari Perjanjian INF.

Kedutaan Rusia di Indonesia: Kami Tidak Pernah Campuri Pemilu Indonesia

KONFRONTASI -   Kedutaan Besar Rusia di Indonesia mengeluarkan pernyataan yang menegaskan pemerintahnya tidak mencampuri pemilu di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk menaggapi pidato calon presiden petahana Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah, Minggu (4/2), yang menyebut pemakai konsultan asing dalam berpolitik cenderung tidak memikirkan dampaknya bagi rakyat, salah satunya dengan teori propaganda Rusia.

Jokowi, Propaganda Rusia dan Rand Corporation

KONFRONTASI- Beberapa hari yang lalu Jokowi menyatakan bahwa kubu lawannya atau Prabowo telah menggunakan "Propaganda Rusia" atau "Firehose of Falsehood" dalam (kampanye) perpolitikan kita. Dihadapan para alumni ITS dan Jatim yang memberi gelar Jokowi "Cak Jancuk", dia meminta agar propaganda Rusia ini dilawan, karena tidak beradab.

(Dr. Syahganda Nainggolan, Sabang Merauke Circle)

"Hoax Propaganda Rusia dan Kualitas Politik Petahana''

Pernyataan Presiden Joko Widodo terkait ada tim sukses yang menggunakan "propaganda Rusia" hanya memiliki dampak elektoral negatif . Dampak lain misalnya hubungan bilateral, sepertinya tidak ada karena Rusia tidak menanggapi serius pernyataan tersebut.

Demikian disampaikan pakar politik internasional Teguh Santosa dalam diskusi publik bertajuk "Hoax Propaganda Rusia: Kualitas Politik Internasional Indonesia Hari Ini di Mata Dunia" di Tebet Barat Dalam IV, Jakarta, Sabtu (9/2).

Propaganda Rusia, Jokowi Blunder?

Oleh : Haz Pohan

 

BUKAN hanya kampanye Pilpres menjadi meriah.  Pidato Presiden Jokowi yang menyebutkan ada ‘propaganda ala Rusia’ sedang beroperasi pada saat ini yang langsung dibantah oleh Dubes Federasi Rusia untuk Indonesia.  Juga melalui akun Twitter Russian Embassy.  Hubungan bilateral kita berpotensi terganggu karena ‘name calling’ dan ‘naming and shaming’ ini.

Propaganda Rusia, Kecerobohan Jokowi

Gaya calon presiden Joko Widodo belakangan berubah 180 derajat. Dari bertahan, balik menyerang. Sayang serangan Jokowi ceroboh. 
 
Serangan yang dilontarkan Jokowi tak terukur. Bukti paling terlihat adalah ketika Jokowi menggunakan diksi 'Propaganda Rusia' saat mengomentari hoaks. Pilihan kata Jokowi jelas ceroboh. Tak heran bila kedutaan besar Rusia di Indonesia langsung bereaksi dan menyatakan istilah 'Propaganda Rusia' tidak berdasarkan realitas. 
 
Rusia juga menyatakan tak ikut campur dalam pemilihan umum di Indonesia. 
 

IHS Jane: Rusia yang Habis-habisan Demi Suriah

KONFRONTASI -  Duta Besar Rusia untuk Ankara ditembak mati dalam sebuah serangan di sanggar seni di ibukota Turki. Serangan dilakukan pada Senin (19/12/2016) oleh seorang pria bersenjata sambil berteriak, "Jangan lupakan Aleppo".

Memo: Rusia akan memonitor lalu lintas udara Israel, Arab Saudi, dan Eropa dari Suriah

KONFRONTASI -  Kantor berita Memo melaporkan pada Minggu (7/10) bahwa Sistem pertahanan dan pengawasan canggih yang akan dikirim Rusia ke Suriah  bisa memantau pergerakan penerbangan di Israel, Arab Saudi dan Eropa.

“Kami akan tahu jika ada pesawat yang memasuki wilayah udara Suriah, bahkan juga pesawat yang beroperasi di landasan, baik itu di Israel, Arab Saudi atau bahkan di Eropa,” Vladimir Mikheyev, wakil direktur pertama Pengembang Teknologi Radio Elektronik Rusia.

Pages