21 July 2019

rusia

Kedutaan Rusia di Indonesia: Kami Tidak Pernah Campuri Pemilu Indonesia

KONFRONTASI -   Kedutaan Besar Rusia di Indonesia mengeluarkan pernyataan yang menegaskan pemerintahnya tidak mencampuri pemilu di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk menaggapi pidato calon presiden petahana Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah, Minggu (4/2), yang menyebut pemakai konsultan asing dalam berpolitik cenderung tidak memikirkan dampaknya bagi rakyat, salah satunya dengan teori propaganda Rusia.

Jokowi, Propaganda Rusia dan Rand Corporation

KONFRONTASI- Beberapa hari yang lalu Jokowi menyatakan bahwa kubu lawannya atau Prabowo telah menggunakan "Propaganda Rusia" atau "Firehose of Falsehood" dalam (kampanye) perpolitikan kita. Dihadapan para alumni ITS dan Jatim yang memberi gelar Jokowi "Cak Jancuk", dia meminta agar propaganda Rusia ini dilawan, karena tidak beradab.

(Dr. Syahganda Nainggolan, Sabang Merauke Circle)

"Hoax Propaganda Rusia dan Kualitas Politik Petahana''

Pernyataan Presiden Joko Widodo terkait ada tim sukses yang menggunakan "propaganda Rusia" hanya memiliki dampak elektoral negatif . Dampak lain misalnya hubungan bilateral, sepertinya tidak ada karena Rusia tidak menanggapi serius pernyataan tersebut.

Demikian disampaikan pakar politik internasional Teguh Santosa dalam diskusi publik bertajuk "Hoax Propaganda Rusia: Kualitas Politik Internasional Indonesia Hari Ini di Mata Dunia" di Tebet Barat Dalam IV, Jakarta, Sabtu (9/2).

Propaganda Rusia, Jokowi Blunder?

Oleh : Haz Pohan

 

BUKAN hanya kampanye Pilpres menjadi meriah.  Pidato Presiden Jokowi yang menyebutkan ada ‘propaganda ala Rusia’ sedang beroperasi pada saat ini yang langsung dibantah oleh Dubes Federasi Rusia untuk Indonesia.  Juga melalui akun Twitter Russian Embassy.  Hubungan bilateral kita berpotensi terganggu karena ‘name calling’ dan ‘naming and shaming’ ini.

Propaganda Rusia, Kecerobohan Jokowi

Gaya calon presiden Joko Widodo belakangan berubah 180 derajat. Dari bertahan, balik menyerang. Sayang serangan Jokowi ceroboh. 
 
Serangan yang dilontarkan Jokowi tak terukur. Bukti paling terlihat adalah ketika Jokowi menggunakan diksi 'Propaganda Rusia' saat mengomentari hoaks. Pilihan kata Jokowi jelas ceroboh. Tak heran bila kedutaan besar Rusia di Indonesia langsung bereaksi dan menyatakan istilah 'Propaganda Rusia' tidak berdasarkan realitas. 
 
Rusia juga menyatakan tak ikut campur dalam pemilihan umum di Indonesia. 
 

IHS Jane: Rusia yang Habis-habisan Demi Suriah

KONFRONTASI -  Duta Besar Rusia untuk Ankara ditembak mati dalam sebuah serangan di sanggar seni di ibukota Turki. Serangan dilakukan pada Senin (19/12/2016) oleh seorang pria bersenjata sambil berteriak, "Jangan lupakan Aleppo".

Memo: Rusia akan memonitor lalu lintas udara Israel, Arab Saudi, dan Eropa dari Suriah

KONFRONTASI -  Kantor berita Memo melaporkan pada Minggu (7/10) bahwa Sistem pertahanan dan pengawasan canggih yang akan dikirim Rusia ke Suriah  bisa memantau pergerakan penerbangan di Israel, Arab Saudi dan Eropa.

“Kami akan tahu jika ada pesawat yang memasuki wilayah udara Suriah, bahkan juga pesawat yang beroperasi di landasan, baik itu di Israel, Arab Saudi atau bahkan di Eropa,” Vladimir Mikheyev, wakil direktur pertama Pengembang Teknologi Radio Elektronik Rusia.

Hengkang dari Perjanjian INF, Rusia akan Kembangkan Rudal Terlarang

 KONFRONTASI-Presiden Vladimir Putin mengatakan Rusia menghentikan partisipasinya dalam perjanjian INF setelah Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk menangguhkannya. Rusia akan mengembangkan rudal yang sebelumnya dilarang berdasarkan ketentuan tersebut.

“Tanggapan kita akan menjadi cermin. Mitra kami, AS, mengatakan bahwa mereka menghentikan keikutsertaan mereka dalam perjanjian itu, dan kami melakukan hal yang sama,” kata Putin di Moskow sehubungan dengan Perjanjian Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF).

Denmark Serukan Sanksi Uni Eropa Terhadap Rusia Terkait Laut Azov

Laut Azov

 

Rusia Sarankan Rusia Kembali ke Liga Arab

KONFRONTASI-Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada Sabtu (26/1) menyerukan dicairkannya keanggotaan Suriah di Liga Arab, dua bulan sebelum organisasi pan-Arab tersebut melakukan pertemuan puncak tahunan di Tunisia pada Maret.

"Kami ingin Tunisia mendukung proses kembalinya Suriah ke keluarga Arab serta Liga Negara Arab," kata Lavrov kepada wartawan dalam taklimat bersama dengan timpalannya dari Tunisia Khamis Al-Jahwani di Tunis, Tunisia, dan seperti dikutip oleh Kantor Berita TASS.

Pages