19 July 2019

rusia

Putin expands list of on fast-tracked Russian passports for Ukrainians

KONFRONTASI-Russian President Vladimir Putin has signed a decree expanding the list of Ukrainians and citizens of some other countries eligible for fast-tracked Russian passports, the Kremlin said on Wednesday.

The initial decree, simplifying the procedure for obtaining a Russian passport for residents of the rebel-controlled Donetsk and Luhansk regions of Ukraine, was signed by Putin on April 24

The move has drawn rebukes from the European Union and Kiev.

Duh Bikin Geregetan, Begini Kelakuan Anak Orang Kaya Rusia Pamer Kekayaan di Sosial Media

Anak orang kayak Rusia pamer kekayaan milik orang tua mereka.


 

 

KONFRONTASI  -  Instagram tak selamanya memberikan dampak positif bagi penggunanya.

Beberapa orang menyalahartikan penggunaan media sosial ini sebagai ajang pamer.

Satunya seperti yang dilakukan anak-anak orang kaya Rusia ini.

Kim Jong Un Sebut Sikap AS Jadi Penentu Kedamaian di Semenanjung Korea

Konfrontasi - Pemimpin Korea Utara Kim Jon Un, saat bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin, mengatakan perdamaian dan keamanan di Semenanjung Korea akan sepenuhnya tergantung pada sikap Amerika Serikat, lapor kantor berita Korea Utara, KCNA, Jumat (26/4/2019).

Pernyataan Kim itu dilihat sebagai tekanan terus-menerus agar AS “lebih fleksibel” dalam menerima tuntutan Pyongyang untuk melonggarkan sanksi, seperti yang juga ia nyatakan awal bulan ini.

Temui Kim Jong-un, Tak Biasanya Putin Datang Tepat Waktu

Konfrontasi - Tanpa deklarasi dan penandatanganan. Seperti itulah pertemuan antara Pemimpin Tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong-un dan Presiden Rusia Vladimir Putin kemarin, Kamis (25/4/2019).

Namun, dalam pertemuan keduanya tak lantas tidak ada hasil sama sekali. Putin berjanji mendukung upaya mengurangi ketegangan di Semenanjung Korea dan mencegah konflik nuklir. Dengan catatan, keamanan dan kedaulatan Pyongyang harus dijamin.

Berhalusinasi Lihat Iblis, Kakek Lempar Cucu Usia 2 Tahun ke Dalam Oven Panas

KONFRONTASI-Seorang kakek melemparkan cucunya ke dalam oven yang panas karena dia merasa melihat iblis pada bocah berusia dua tahun itu.

Bocah yang tidak disebutkan namanya itu berasal dari Omsk Rusia, mengutip Mirror, Rabu (24/4/2019). Ia berhasil diselamatkan, tapi kondisinya terluka parah dengan menderita luka bakar mencapai 50 persen.

​Saat ini, anak itu dalam dalam keadaan koma dan menggantungkan hidupnya pada mesin pernapasan.

Ukraina Tangkap Delapan Personel Intelijen Rusia

KONFRONTASI-Layanan keamanan Ukraina, SBU, mengatakan telah menangkap delapan personel pasukan intelijen Rusia yang bertanggung jawab atas percobaan pembunuhan mata-mata militer Ukraina. Menurut SBU, rencana pembunuhan itu akan dijalankan saat pemilihan presiden pada hari Minggu.

Russian court jails Norwegian for 14 years for espionage

KONFRONTASI-A Russian court convicted a Norwegian man on Tuesday of gathering espionage about nuclear submarines and jailed him for 14 years, a verdict that could strain relations between Moscow and its NATO-member neighbor.

Frode Berg, a 63-year-old retired former guard on the Norwegian-Russian border, was detained in Moscow in December 2017 and tried behind closed doors this month. He pleaded not guilty to charges of espionage on behalf of Norway.

Berbekal Celengan, Bocah 8 Tahun Ini Minggat dari Rumah untuk Keliling Dunia

KONFRONTASI-Keinginan untuk menjelajahi dunia membuat seorang anak laki-laki berusia 8 tahun asal Rusia nekat kabur dari rumah. Sebelum pergi ia meninggalkan sebuah pesan singkat di rumahnya yang mengutarakan keinginannya tersebut.

Setelah sadar bahwa buah hatinya benar-benar serius meninggalkan rumah, sang ibu memutuskan untuk melapor ke pihak berwajib. Tak perlu membutuhkan waktu yang lama, kepolisian Rusia berhasil menemukan lokasi sang bocah beberapa jam setelah laporan diterima.

Rusia Kecam Retorika Invasi AS Terhadap Venezuela

KONFRONTASI-Rusia percaya ketegangan terkait krisis Venezuela tidak akan meningkat menjadi Krisis Karibia baru atau mengubah negara itu menjadi "Suriah kedua". Moskow mengecam Amerika Serikat (AS) yang terus mengumbar retorika invasi terhadap negara kaya minyak itu.

Kisah Dua Bocah Rusia Bernama Sukarno

KONFRONTASI-Duta Besar LBBP RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi menuliskan kesan-kesannya saat melakukan kunjungan kerja di kota Dagestan dan bertemu dengan dua anak yang bernama sama dengan Presiden RI pertama, Sukarno.

Dubes Wahid bertemu dengan dua anak remaja yang bernama Sukarno bin Kamil bahasa Rusia Sukarno Kamilevich dan Sukarno bin Muhammad atau Sukarno Magomedovich berusia 12 dan 10 tahun. Orang tua mereka kakak beradik, tinggal sekitar satu jam naik mobil dari Makhachkala, ibu kota Republik Dagestan.

Pages