21 February 2020

rusia

Rusia Kutuk Rencana AS Kembangkan Bom Atom Baru

KONFRONTASI-Rusia mengecam proposal militer Amerika Serikat (AS) untuk mengembangkan bom atom baru yang lebih kecil terutama untuk mencegah penggunaan senjata nuklir Moskow. Menteri Luar Negeri Rusia menyebut langkah tersebut konfrontatif dan menyatakan kekecewaan yang mendalam.

Usulan tersebut berasal dari kekhawatiran bahwa Rusia mungkin melihat senjata nuklir AS saat ini terlalu besar untuk digunakan. Ini bisa berarti, menurut militer AS, bahwa senjata tersebut tidak lagi merupakan penghalang yang efektif.

Kementerian luar negeri Rusia menuduh AS melakukan pelanggaran dalam pernyataannya, yang dikeluarkan kurang dari 24 jam setelah proposal AS dipublikasikan.

Pemikiran terbaru terungkap dalam sebuah pernyataan kebijakan Pentagon yang dikenal dengan Nuclear Posture Review (NPR) atau tinjauan postur nuklir.

Rusia mengatakan akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk memastikan keamanannya.

"Saat pertama kali membacanya, sifat konfrontasi dan anti-Rusia dari dokumen sudah sangat jelas," kata pernyataan tersebut seperti dikutip dari BBC, Sabtu (3/2/2018).

Jet Tempur Rusia ditembak Jatuh di Suriah, Pilot Tewas

KONFRONTASI-Pesawat tempur Rusia, Su-25, ditembak jatuh di provinsi Idlib, Suriah, Sabtu dan pilot tewas dalam pertempuran setelah menyelamatkan diri dengan parasut. Demikian laporan kantor berita TASS mengutip pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia.

Putin Anggap Sanksi AS Terhadap Pejabat Rusia Sebagai Langkah Bermusuhan

KONFRONTASI-Daftar sanksi pejabat negara Rusia dan konglomerat yang dikeluarkan Amerika Serikat (AS) dianggap Presiden Rusia, Vladimir Putin, sebagai langkah bermusuhan dan bodoh. Menurutnya hal itu dipelopori oleh musuh politik Presiden Donald Trump.

Meski begitu, Putin mengatakan bahwa Kremlin akan menahan diri untuk tidak melakukan pembalasan saat ini.

"Kami semua, 146 juta, telah dimasukkan ke dalam daftar," kata Putin pada sebuah pertemuan dengan para aktivis untuk kampanye pemilihannya.

Jelang Pemilu Rusia, Polisi Gerebek Kantor Oposisi Putin

Konfrontasi - Juru bicara pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny, Kira Yarnmysh, mengatakan aparat kepolisian hari ini memaksa masuk kantor Navalny di Moskow dengan menggerinda pintu.

Sejumlah foto dari pendukung Navalny di Internet memperlihatkan sekitar 14 polisi berdiri di depan kantor Navalny. Yarmysh mengatakan penggerebekan itu bertujuan menutup operasional sebuah studio televisi di dalam kantor.

Rusia Beli 10 Pesawat Bomber Nuklir Supersonik Canggih

Konfrontasi - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa negaranya telah membeli 10 pesawat bomber nuklir supersonik. Hal itu diutarakannya pada Kamis, 25 Januari 2018.

Pesawat itu adalah Tupolev TU-160 M Strategic Bombers yang didesain Uni Soviet -- disebut dengan nama sandi Blackjack oleh NATO -- yang diremajakan dan dimutakhirkan.

Putin mengatakan, pembelian 10 pesawat supercanggih itu akan menguatkan kapabilitas nuklir Rusia. Demikian seperti dikutip dari Independent, Sabtu (27/1/2018).

Facebook Bongkar Bukti Keterlibatan Rusia di Pilpres AS

Konfrontasi - Facebook mengumumkan petugas Rusia membuat 129 acara di jaringan media gaulnya selama kampanye Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) pada 2016, demikian kesaksian Facebook kepada Kongres, yang memberikan titik terang terhadap dorongan disinformasi oleh Rusia kepada pemilih AS.

Industri media sosial itu, dalam pernyataan tertulis kepada anggota parlemen AS yang disiarkan pada Kamis (25/1/2018) dan 8 Januari 2018, mengemukakan bahwa 338.300 alamat Facebook berbeda melihat acara tersebut, dan ada 62.500 ditandai bahwa mereka akan hadir.

Namun, perusahaan media jejaring sosial tersebut mengatakan tidak memiliki data tentang acara yang terjadi.

Jaringan terbesar media gaul di dunia tersebut mengungkapkan bahwa pada September 2016 pihak Rusia membuat "beberapa acara, yang diiklankan".

Salinan halaman acara, yang telah muncul sejak saat itu, menunjukkan bahwa setidak-tidaknya beberapa di antaranya adalah unjuk rasa politik berpusat pada topik memecah belah, seperti imigrasi.

Rusia menyangkal kesimpulan badan intelijen AS bahwa mereka mencoba untuk ikut campur dalam demokrasi AS.

Facebook menyampaikan rinciannya ke Kongres bulan ini sebagai tanggapan atas pertanyaan tertulis dari Komite Intelijen Senat AS.

Pihak Facebook melaporkan bahwa mereka telah menemukan "tumpang tindih" antara pemasaran dalam jaringan yang dilakukan pada 2016 oleh agen Rusia dan oleh pendukung kampanye Presiden Donald Trump, serta menyebutnya "tidak signifikan."

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa pihaknya tidak berada dalam posisi untuk membenarkan atau membantah tuduhan adanya kolusi antara kedua kubu tersebut.

Trump menyangkal adanya kolusi dan telah menyebut penyelidikan oleh panel kongres dan penasihat khusus sebagai perburuan pihak yang yang memiliki paham berseberangan.

Rusia Kecam AS atas Tuduhan Terlibat Serangan Kimia di Suriah

KONFRONTASI-Rusia pada Rabu mengecam Amerika Serikat karena menuduhnya terlibat dalam serangan kimia di Suriah Timur, dan menyebutnya "tak bisa diterima baik".

Otoritas Pemerintah Rusia Ungkap Kekejaman Josef Stalin

KONFRONTASI -  Rusia mempublikasikan sebuah dokumen yang membuktikan bahwa mantan pemimpin mereka, Josef Stalin, secara pribadi menandatangani surat perintah pembunuhan terhadap kalangan terkemuka Polandia semasa Perang Dunia II. Saat itu Rusia merupakan negara raksasa bernama Uni Soviet.

Danrem: Tidak Ada Latihan Militer Rusia di Biak!

Konfrontasi - Komandan Korem 173/PVB Biak Brigjen TNI I Nyoman Cantiasa membantah adanya isu latihan perang tentara Rusia di Kepulauan Biak Numfor.

"Maaf enggak ada mas. Dulu saja mereka tanggal 4 Desember datang dan kembali tanggal 9 Des 2017, hanya stand by di Biak mereka diterima Lanud TNI AU," kata Cantiasa dilansir Okezone, Minggu (7/1/2018).

Ia pun bahkan telah mengecek kedatangan dan maksud tujuan tentara Rusia ke Biak melalui bandara Frans Kaisepo 4 Desember lalu itu.

Wow, Botol Vodka Senilai Rp16,1 M Raib

Konfrontasi - Kepolisian Denmark sedang menyelidiki pencurian sebuah botol vodka yang diklaim sebagai "termahal di dunia," yang menurut pemilik bar dilakukan oleh orang dalam.

Botol itu, yang terbuat dari emas putih dan kuning serta memiliki replika berlian Elang Imperial Rusia pada tutupnya, dikatakan bernilai 1,3 juta dolar AS atau sekitar Rp16,1 miliar.

Sebuah rekaman CCTV yang dikirim ke AFP menunjukkan seorang pria bertopeng mengambil vodka Russo-Baltique dan melarikan diri dari bar Cafe 33 di Copenhagen.

Pages