18 January 2020

rusia

Boris Murka Usai Rusia Usir 23 Diplomat London

Konfrontasi - Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson mengaku marah dengan keputusan Rusia yang mengusir 23 diplomat Inggris. Pengusiran tersebut merupakan respon Rusia atas tindakan serupa yang sebelumnya dilakukan oleh Inggris.

Johnson menuturkan, apa yang dilakukan oleh Moskow hanya akan merugikan diri mereka, khususnya merugikan warga Rusia yang berada di Inggris. Mantan Walikota London itu menyebut, pihaknya bisa saja mengusir semua warga Rusia yang berada di Inggris sebagai responn atas keputusan tersebut.

Rusia akan Usir 23 Diplomat Inggris

Konfrontasi - Pemerintah Rusia, pada Sabtu (17/3/2018), mengumumkan akan mengusir 23 diplomat Inggris dari negara tersebut. Ini merupakan balasan Moskow terhadap London yang baru-baru ini memutuskan mengusir 23 diplomat Rusia.

Seperti dilaporkan laman the Independent, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan 23 diplomat Inggris harus meninggalkan Rusia dalam waktu sepekan. Sesaat sebelum pengumuman tersebut dirilis, Kementerian Luar Negeri Rusia telah memanggil Duta Besar Inggris untuk Rusia Laurie Bristow.

AS Terapkan Sanksi Baru, Rusia Siap Membalas

KONFRONTASI-Sanksi baru diberikan Amerika Serikat (AS) kepada Rusia. Menanggapi sanksi baru ini Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov, pada Jumat (16/3) mengatakan akan menambah 'daftar hitam' warga AS.

Departemen Keuangan AS pada Kamis (15/3) menjatuhkan sanksi terhadap 19 warga dan lima kelompok Rusia. Tindakan tersebut adalah langkah paling berarti, yang diambil Amerika Serikat terhadap Rusia, sejak Donald Trump menjabat presiden.

Soal Kematian Agen Ganda, Rusia Kecam Pernyataan Menhan Inggris

KONFRONTASI - Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov pada Kamis (15/3/2018) menanggapi komentar menteri pertahanan Inggris, yang menuding Moskow terlibat dalam kematian mantan agen ganda asal Rusia, Sergei Skripal.

"Retorika yang ditunjukkan hari ini oleh Menteri Pertahanan Inggris, Gavin Williamson luar biasa, karena tingkat impotensi intelektualnya yang ekstrem," kata Konashenkov seperti dilansir televisi RT.

Rusia Bersumpah akan Balas Perlakuan Inggris

Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia

Buntut Kematian Agen Ganda, Inggris Usir 23 Diplomat Rusia

KONFRONTASI-Inggris akan mengusir 23 diplomat Rusia sebagai tindakan atas serangan racun saraf terhadap seorang bekas agen ganda Rusia di Inggris selatan, kata Perdana Menteri Theresa May pada Rabu.

PM Inggris menambahkan bahwa tindakan tersebut adalah pengusiran terbesar dalam satu perkara dalam 30 tahun belakangan.

Bunuh Mantan Mata-mata dengan Racun Saraf, Rusia Dianggap Langgar Hukum Internasional

KONFRONTASI-Inggris menyebut Rusia telah melanggar hukum internasional karena telah menggunakan zat saraf kelas militer untuk membunuh bekas mata-mata Kremlin. Inggris menilai aksi tersebut adalah peringatan bagi dunia internasional.

"Dewan dan Majelis Umum PBB telah mengecam pelanggaran hukum internasional oleh Rusia dengan keteraturan yang mengkhawatirkan. Perilaku cerobohnya adalah penghinaan terhadap badan ini," kata Dubes Inggris Julian Braithwaite di Dewan HAM PBB seperti dilansir dari Reuters, Kamis (15/3/2018).

Valery Gerasimov: Begini Cara AS Gunakan Senjata Kimia di Suriah

KONFRONTASI - Kepala Staf Umum Rusia Valery Gerasimov mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap pasukan Amerika Serikat di Suriah jika berupaya menyerang Damaskus. Gerasimov menegaskan Rusia memiliki informan yang dapat dipercaya mengenai kelompok teroris yang bersiap meluncurkan serangan kimia terhadap warga sipil untuk kemudian menyalahkan Tentara Arab Suriah (SAA) sebagai pihak yang melakukan serangan.

Rusia Peringatkan AS Untuk Tidak Serangan Basis Militer Suriah

Konfrontasi - Kementerian Pertahanan Rusia memperingatkan Amerika Serikat (AS) untuk tidak melakukan serangan terhadap basis militer Suriah. Ini merupakan respon atas ancaman yang ditebar Washington kepada Damaskus beberapa waktu lalu.

Dalam sebuah pernyataan, Kepala Staf Umum Rusia Valery Gerasimov menyatakan pihaknya akan merespon dengan keras setiap serangan yang menargetkan basis militer Suriah. Alasanya, banyak penasihat militer Rusia yang ditempatkan di basis-basis militer itu.

Ngajar di keluarga Tajir, Bu Guru Cantik Lakukan "Privat" Berlebihan

Konfrontasi - Seorang guru di Rusia bernama Natalya Nikandrova (35) sedang menarik perhatian warga di Negeri Beruang Merah itu. Bu guru di St Petersburg tersebut ketahuan menggauli muridnya sendiri yang masih belia.

Parahnya, bocah yang digauli Bu Natalya adalah putra teman akrabnya. Usut punya usut, Natalya memanfaatkan posisinya sebagai guru privat untuk berindehoi dengan muridnya.

Begini ceritanya. Bu Natalya menjadi guru privat bagi sebuah keluarga tajir di St Petersburg. Muridnya adalah bocah yang masih 15 tahun.

Pages