22 October 2019

rusia

Rusia Tolak Rencana AS Kirim Pasukan Tambahan ke Timur Tengah

KONFRONTASI-Rusia menyatakan menolak rencana Amerika Serikat (AS) mengerahkan pasukan tambahan dan peralatan ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA). AS mengirimkan pasukan tambahan sebagai respon atas serangan kilang minyak Saudi beberapa waktu lalu.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Vershinin mengatakan, peningkatan kehadiran militer AS di Timur Tengah tidak akan menyelesaikan ketegangan di kawasan itu, terutama setelah serangan terhadap kilang minyak Saudi.

Polisi Rusia Geledah Ratusan Rumah Pendukung Oposisi

KONFRONTASI- Kepolisian Rusia pada Kamis menggeledah sekitar 150 rumah pendukung dari oposisi pemerintah, Alexei Navalny, kata Leonid Volkov, pendukung lama Navalny lewat media sosial.

Penggeledahan itu berlangsung selama empat hari setelah partai berkuasa, United Russia, kehilangan sepertiga kursinya di Dewan Kota Moskow dan menghadapi kekalahan di sejumlah pemilihan.

Sejak kekalahan itu, Partai United Russia, pendukung Presiden Vladimir Putin, berupaya mengembalikan dominasinya di seluruh wilayah negeri.

Rusia Tak Tertarik Bergabung Kembali dengan G7

KONFRONTASI-Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva menyatakan negaranya tidak tertarik untuk kembali bergabung dalam Kelompok Tujuh (G7).

Menurut Lyudmila, Rusia tidak pernah meminta atau mengusulkan diri untuk kembali bergabung bersama G7, yang semula disebut Kelompok Delapan (G8) sebelum keanggotaan Rusia dihentikan pada 2014 akibat pecahnya krisis Ukraina.

AS Uji Coba Rudal, China-Rusia Minta DK PBB Gelar Pertemuan

KONFRONTASI-Wakil Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB, Dmitry Polyanskiy mengatakan, Rusia dan China telah meminta pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB mengenai rencana Washington untuk menguji dan menyebarkan rudal darat jarak menengah.

"Bersama dengan rekan-rekan dari China, kami meminta pertemuan DK PBB sehubungan dengan pernyataan Amerika Serikat (AS) tentang rencananya untuk menguji dan menggunakan rudal jarak menengah," ucap Polyanskiy, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (21/8).

Protes Kecurangan Pemilu, 340 Warga Rusia Ditahan

Konfrontasi - Puluhan ribu orang berkumpul di Moskow, Rusia, Sabtu (10/8/2019). Mereka memprotes penolakan terhadap beberapa kandidat oposisi dari pemilihan dewan kota mendatang.

Para demonstran menyerukan pemilihan yang bebas dan adil dalam pemilihan dewan Kota Moskow bulan depan. Protes itu adalah salah satu protes terbesar di Rusia sejak Presiden Vladimir Putin terpilih kembali pada 2012.

Terinspirasi Rusia, Menkeu Gandeng Tokopedia Permudah Bayar Pajak

Konfrontasi - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berencana melakukan reformasi perpajakan di Indonesia dengan menyederhanakan sistem pembayarannya sehingga bisa semudah membeli pulsa.

Gagasan tersebut bermula ketika dia menyadari bahwa sudah banyak negara yang memiliki sistem pembayaran pajak secara elektronik dan ternyata membawa hasil positif berupa penambahan pajak yang tumbuh secara signifikan.

Pakar Sebut FB, IG, dan Google Lebih Bahaya dari FaceApp

Konfrontasi - Pakar keamanan siber Pratama Persadha menilai Facebook, Instagram, dan Google jauh lebih berbahaya bagi privasi warganet daripada FaceApp. Contoh yang sudah terjadi adalah kasus Cambridge Analytica yang sempat ramai.

"Namun untuk meminimalisasi potensi bahayanya, sebaiknya orang-orang penting tidak menggunakan aplikasi ini," katanya kepada Antara di Semarang, Sabtu (20/7/2019).

Turki Terima Paket Pertahanan Anti Rudal Rusia, AS Geram

Konfrontasi - Turki akhirnya menerima paket pertama pembelian senjata dari Rusia, sekalipun Amerika Serikat menentang transaksi senjata kedua negara tersebut. Turki dilaporkan sudah menerima sistem pertahanan rudal S-400 buatan Rusia.

Pengiriman tersebut, sudah tiba di pangkalan udara militer Turki di Ankara pada Jumat 12 Juli 2019, sebagaimana dilansir Departemen Pertahanan Turki dicukil laman BBC.

Rusia Minta Iran Tahan Diri Terkait Pengayaan Uranium

KONFRONTASI-Perwakilan Tetap Rusia untuk Organisasi Internasional di Wina, Austria, Mikhail Ulyanov mengatakan, Rusia memahami alasan di balik langkah-langkah yang diambil oleh Iran sehubungan dengan kesepakatan nuklir. Tetapi, mendesak Teheran untuk menahan diri dari tindakan yang dapat memperumit situasi.

Komite I DPD RI Studi Referensi Ke Rusia

KONFRONTASI -   Terhitung sejak 30 Juni sampai 6 Juli 2019 yang akan datang, Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) sedang melakukan Studi Referensi (SR) tentang pengelolaan wilayah negara ke Rusia. Hasil SR ini akan digunakan sebagai referensi penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Wilayah Negara.

Perjalanan delegasi DPD RI ke Rusia yang berjarak kurang lebih 9.800 kilometer dari Indonesia ini, dipimpin oleh Wakil Ketua, Nono Sampono (dapil Maluku) dan Akhmad Muqowam (Jateng). 

Pages