24 January 2020

Rumah Potong Hewan

Wali Kota Balikpapan Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Rumah Potong Unggas

Konfrontasi - Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi memenuhi panggilan polisi di Polda Kaltim, sekira pukul 09.00 Wita, Jumat (5/1/2017). Rizal yang datang didampingi pengacaranya itu diperiksa sebagai saksi atas dugaan kasus korupsi pengadaan lahan Rumah Potong Unggas atau RPU.

Rizal yang mengenakan kemeja lengan pendek dan berkacamata langsung menuju gedung Subdit III/Tipidkor Polda Kaltim. Dirinya menjalani pemeriksaan dihadapan penyidik Tipidkor selama 3 jam.

"Ada 26 pertanyaan, diawali data riwayat pendidikan dan pertanyaan teknis berkaitan dengan tanggung jawab kebijakan sebagai Wali Kota termasuk ketahuan saya atas masalah yang disidik," katanya.

Dirinya juga berucap bahwa tidak ada pertanyaan yang sulit dijawab. "Nggak ada, pertanyaanya baik saja," lanjut Rizal yang siap jika dilakukan pemeriksaan kembali.

"Pemanggilan itu bisa kapan saja sampai persidangan. Sementara ini saya dapat informasi, pemeriksaan sudah cukup," ucapnya.

Menurutnya proses pengadaan lahan RPU sudah benar dan sesuai prosedur mulai dari studi lokasi, rencana strategis hingga studi kelayakan, pembahasan anggaran dan pembentukan tim appraisal.

"Semua sudah dilakukan termasuk telaah staf," ujar Rizal yang menilai pemeriksaan tidak berpengaruh terhadap pencalonan dirinya dalam kontestasi Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur.

"Pencalonan kan tidak bergantung pada pemeriksaan polisi tapi dari partai yang saat ini berdinamika seperti yang terjadi di Jawa Barat dan Jawa Timur," sebut Wali Kota Balikpapan yang digadang-gadang bersanding dengan Syaharie Jaang sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Timur dari partai Demokrat.

"Ada tiga kemungkinan di saya, tidak maju sebagai calon, maju sebagai calon gubernur dan atau sebagai calon wakil gubernur. Tiga kemungkinan itu bisa terjadi," tukasnya.

Gara-gara Kerbau India, Peternak Ngeluh Harga Daging Sapi Lokal Anjlok

Konfrontasi - Masuknya daging kerbau impor asal India sejak tahun lalu, membuat peternak lokal cukup terpukul. Selain permintaannya yang anjlok, harga daging sapi lokal pun mengalami penurunan. 

"Jelas pengaruh ke peternak sapi lokal. Dulu kalau dalam satu minggu dulu kita bisa potong enam ekor, sekarang seminggu anjlok jadi seekor," kata Budiono salah seorang peternak sapi Kabupaten Subang dilansir detikFinance, Jakarta, Jumat (28/7/2017).

Ribuan Sapi Australia "Silaturrahmi" ke RPH Tangerang

Konfrontasi - Sebanyak 3.876 ekor sapi asal Australia tiba di dermaga 101 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Kamis (8/6/2016) lalu. Ribuan sapi itu diangkut dengan Kapal Galloway Express. Sapi dari negara tetangga itu didatangkan untuk memenuhi stok daging di bulan Ramadan.

Staff operator PT Sinatra Dewa Samudra Muhammad Effendi (42) mengatakan, kapal pengangkut sapi tersebut tiba di pelabuhan Tanjung Priok sekitar pukul 01.00 WIB dinihari. Kedatangan sapi ini untuk menambah pasokan daging sapi di seluruh daerah.

Pemkab Bojonegoro Pidanakan Penyembelih Sapi Betina Produktif

Konfrontasi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur mulai memberlakukan sanksi pidana bagi jagal, masyarakat atau orang yang menyembelih sapi betina produktif sebagai usaha perlindungan populasi sapi.

"Pemberlakuan sanksi bagi penyembelih sapi betina dilakukan bekerja sama dengan kepolisian resor (polres)," kata Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro, Sony Soemarsono di Bojonegoro Jumat (18/3/2016).