22 January 2018

Rohingya

Tak Mau Kembali ke Myanmar, Pengungsi Rohingya Demo di Bangladesh

Konfrontasi - Ratusan pengungsi Rohingya menggelar aksi protes di Bangladesh. Mereka menentang rencana pemulangan ke Myanmar. 

Seperti dilansir AFP, Jumat (19/1/2018), para pengungsi Rohingya yang berunjuk rasa ini meneriakkan slogan dan membawa spanduk yang berisi tuntutan soal status kewarganegaraan dan jaminan keamanan sebelum mereka kembali ke Rakhine, Myanmar. 

Myanmar's admission to Rohingya massacre for first time 'tip of the iceberg': Amnesty

KONFRONTASI - Amnesty International has strongly denounced the first admission by Myanmar's military that its soldiers executed Rohingya Muslims in Rakhine state, saying it is just the "tip of the iceberg".

James Gomez, Amnesty’s regional director for Southeast Asia and the Pacific, said on Thursday that "this grisly admission is a sharp departure from the army's policy denial of any wrongdoing".

Militer Myanmar Akhirnya Akui Terlibat Dalam Pembunuhan Muslim Rohingya

KONFRONTASI-Untuk pertama kalinya militer Myanmar mengakui bahwa anggota mereka terlibat dalam pembunuhan warga minoritas Muslim Rohingya.

Dalam keterangan yang diunggah di Facebook, Rabu (10/01), disebutkan bahwa tentara Myanmar ikut membunuh warga Muslim di Negara Bagian Rakhine.

"Orang-orang di Desa Inn Dinn dan aparat keamanan mengakui telah membunuh 10 teroris dari Benggala," demikian keterangan militer mengacu ke insiden pada 2 September 2017 lalu.

Rohingya tidak diakui sebagai warga negara Myanmar baik oleh pemerintah maupun militer Myanmar, yang biasanya menyebut mereka dengan menggunakan istilah lain seperti Benggala.

Jenazah 10 warga Rohingya ini ditemukan satu kuburan massal di desa tersebut dan keterangan militer menyatakan aksi pembunuhan dilakukan sebagai 'tindakan balas dendam'.

"Diputuskan bahwa mereka (warga Muslim Rohingya) dibunuh di satu pekuburan," tambah keterangan tersebut.

Pernyataan militer ini juga untuk pertama kalinya mengukuhkan adanya kuburan massal di Rakhine.

Operasi militer di Rakhine yang dimulai pada akhir Agustus 2017 memicu gelombang kekerasan dan pengungsian tak kurang dari 600.000 warga Rohingya ke negara tetangga Bangladesh.

Krisis kemanusiaan yang oleh PBB digambarkan sebagai salah satu yang terburuk dalam beberapa dekade terakhir dipicu oleh serangan kelompok perlawanan Rohingya terhadap beberapa pos keamanan di Rakhine.

Kuburan Massal Ditemukan di Rakhine, Militer Myanmar Terus Berkelit

KONFRONTASI-Militer Myanmar menyatakan mereka sedang menyelidiki kuburan massal yang ditemukan di sebuah desa di negara bagian Rakhine utara, sebuah wilayah yang menurut dugaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan tempat tentara melakukan kekejaman terhadap muslim Rohingya.

Rohingya Ditindas, Kepercayaan Bisnis Terhadap Myanmar Anjlok

KONFRONTASI-Kepercayaan bisnis di Myanmar menurun drastis tahun ini akibat kebijakan ekonomi yang tidak jelas. Pengusaha dan investor juga kian frustasi terhadap pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi dalam mengelola perekonomian.

Suu Kyi has menyebut reformasi ekonomi sebagai tujuan sangat pentingnya dalam menuntaskan transisi demokratis Myanmar setelah berpuluh-puluh tahun mengisolasi diri di bawah kekuasaan junta militer.  Namun lambatnya gerak cepat perubahan telah mengecewakan banyak kalangan di salah satu negara paling miskin di Asia ini.

Rohingya Ditindas, Amnesty International Serukan Resolusi Keras Terhadap Myanmar

KONFRONTASI-Amnesty International menyerukan resolusi yang keras menyangkut perlakuan Myanmar terhadap minoritas Rohingya. Seruan ini disampaikan di tengah sidang sesi khusus Dewan HAM PBB, Selasa waktu AS ini.

Militer Myanmar membantan tuduhan PBB dan AS terlibat dalam pembersihan etnis Rohingya di Rakhine utara.

Operasi militer telah memaksa 620.000 orang mengungsi ke Bangladesh, selain meninggalkan ratusan desa yang musnah rata dengan tanah.

Pemimpin Katolik Dunia Temui Pengungsi Rohingya Hari Ini

Konfrontasi - Paus Fransiskus memimpin Misa agung di lapangan terbuka hari ini Jumat (1/12/2017) untuk menabiskan pendeta-pendeta baru dari Bangladesh dalam kunjungannya ke negeri ini dengan jadwal padat di mana dia akan menemui pengungsi muslim Rohingya dari Myanmar hari ini juga.

Sekitar 100 ribu orang menghadiri Misa di Suhrawardy Udyan Park, Dhaka, yang merupakan situs monumental dan museum kemerdekaan Bangladesh dari Pakistan pada 1971 di mana Paus tiba dengan kendaraan terbuka.

Uni Eropa Tuntut Myanmar Jamin Kesetaraan Hak Etnis Rohingya

KONFRONTASI-Myanmar harus menjamin hak setara untuk semua orang di negara bagian Rakhine di tengah makin mengerucutnya pembicaraan mengenai repatriasi 620 ribu muslim Rohingya yang mengungsi ke Bangladesh, kata duta besar Uni Eropa untuk Myanmar Kristian Schmidt, Kamis, seperti dikutip Reuters.

AS Resmi Nyatakan Myanmar Lakukan Genosida Terhadap Rohingya

KONFRONTASI-Amerika Serikat resmi menyebut operasi militer Myanmar terhadap warga Rohingya sebagai pembersihan etnis (genosida) dan untuk itu AS mengancam untuk menerapkan sanksi kepada mereka yang bertanggung jawab atas apa yang disebutnya "kejahatan yang mengerikan".

"Situasi di negara bagian Rakhine utara merupakan pembersihan etnis terhadap Rohingya," kata Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson.

Temui Suu Kyi, Perwakilan Uni Eropa akan Bahas Krisis Rohingya

KONFRONTASI-Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini, Minggu waktu setempat, menyatakan akan membahas upaya mengakhiri krisis Rohingya dengan Aung San Suu Kyi dalam pertemuan dengan pemimpin Myanmar ini di Yangon.

Mogherini dan para menteri luar negeri sejumlah negara Asia dan Eropa mengunjungi kamp-kamp pengungsi di sepanjang perbatasan Bangladesh-Myanmar dan mendengarkan kesaksian mengerikan dari para pengungsi Rohingya di sana sebelum mereka bertemu dengan Suu Kyi, hari ini.

Pages