23 May 2018

Rodrigo Duterte

Bahas Tenaga Kerja, Duterte akan Kunjungi Kuwait

KONFRONTASI- Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan akan berkunjung ke Kuwait untuk menyetujui kesepakatan ketenagakerjaan sehingga menjadi isyarat penurunan ketegangan setelah pertikaian diplomatik atas dugaan penganiayaan pekerja Filipina di negara Teluk itu.

Duterte Sebut Komisaris HAM PBB Bodoh

KONFRONTASI-Perseteruan antara Presiden Filipina, Rodrigo Duterte dengan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Zeid Ra'ad Al Hussei semakin memanas. Keduanya diketahui kembali saling melemparkan serangan verbal.

Duterte menyatakan bahwa Zeid adalah seorang yang bodoh. Pernyataan Duterte ini muncul setelah Pangeran Yordania itu menyebut Duterte membutuhkan bantuan psikiater dan menggambarkan hinaan Duterte terhadap pelapor PBB sebagai sesuatu hal yang sangat memalukan.

Setelah Narkoba, Duterte Nyatakan Perang Terhadap Obat Palsu

KONFRONTASI-Presiden Filipina Rodrigo Duterte membuka medan baru dalam perang melawan narkotika dengan membidik obat palsu untuk membendung perdagangan gelap parasetamol, kata pengacaranya pada Rabu.

Salvador Panelo, kepala penasihat hukum kepresidenan, mengatakan bahwa Duterte memerintahkan polisi menangkap mereka yang bertanggung jawab.

Philippines sends official letter of withdrawal to ICC

KONFRONTASI - The Philippines’ government has officially informed the International Criminal Court (ICC) of its intention to withdraw from the body, accusing it of “weaponizing” the issue of human rights.

Philippine Permanent Representative to the United Nations Teodoro Lopez Locsin delivered a letter of withdrawal from the Rome Statute — the treaty that established the ICC — to the UN on Thursday evening.

Duterte Tolak Akui Yuridiksi Mahkamah Pidana Internasional

KONFRONTASI-Presiden Filipina Rodrigo Duterte menolak mengakui yuridiksi Pengadilan Pidana Internasional (ICC) terhadap dirinya. Hal ini terkait penyelidikan awal tentang kebijakan dan pelanggaran dalam perang anti narkoba yang didengungkan Duterte.

Awal bulan ini ICC, yang berbasis di Den Haag, membuka penyelidikan awal terhadap perang anti narkoba Duterte. ICC menyelidiki kemungkinan kejahatan terhadap kemanusiaan di mana diperkirakan 4.000 tewas sejak awal Juli 2016.

Duterte Kirim Pesan kepada Tentara dan Polisi Soal Penyelidikan Anti Narkoba

Konfrontasi - Presiden Filipina Rodrigo Duterte memerintahkan polisi dan tentara agar tidak bekerja sama dalam penyelidikan terkait kasus pembunuhan dalam operasi pembasmian narkoba. Penyelidikan tersebut dilakukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan kelompok Hak Asasi Manusia (HAM).

Guyon, Duterte Perintahkan Rakyat Filipina Makan Kondom

KONFRONTASI-Sebuah lelucon yang dilontarkan Presiden Filipina Rodrigo Duterte memicu kemarahan kelompok HAM. Kali ini, dia minta rakyat Filipina hindari penggunaan kondom karena tidak enak untuk berhubungan intim.

Duterte bahkan menyuruh rakyatnya untuk memakan alat kontrasepsi itu. Candaan Duterte itu muncul dalam sebuah acara pertemuan dengan para pekerja yang pulang dari Kuwait pada 13 Februari 2018.

”Hindari kondom karena kondom tidak menyenangkan,” katanya. “Makanlah itu kondom,” katanya lagi.

Duterte Perintahkan Tentara Filipina Tembak Pemberontak Wanita di Bagian Kelaminnya

KONFRONTASI- Pada pekan lalu, Presiden Filipina Rodrigo Duterte memerintahkan kepada tentara untuk menembak pemberontak perempuan di bagian alat kelamin mereka. Duterte, yang pernah menjabat sebagai Wali Kota Davao itu mendorong Angkatan Bersenjata Filipina, atau AFP untuk menargetkan perempuan dalam konflik.

"Beritahu kepada mereka, ada perintah baru. Kami tidak akan membunuhmu, kami hanya akan menembak vagina Anda. Jika mereka tak punya vagina, mereka menjadi tidak berguna," kata Duterte sebagaimana dikutip Washington Post, Senin 12 Februari 2018.

Mahkamah Internasional Akan Selidiki Perang Antinarkoba Duterte

Konfrontasi - Mahkamah Pidana Internasional akan menyelidiki dugaan pelanggaran hukum dalam perang melawan narkoba yang dilancarkan pemerintah Filipina.

Jaksa Mahkamah Pidana Internasional, Fatou Bensouda, mengatakan pihaknya secara khusus akan menyelidiki laporan pembunuhan yang diduga dilakukan polisi saat menggelar operasi memburu pedagang dan pengedar narkoba.

Duterte Pertimbangkan Larang Warganya Bekerja di Kuwait

Konfrontasi - Presiden Filipina Rodrigo Duterte sedang mempertimbangkan untuk melarang warganya bekerja di Kuwait karena adanya kekerasan yang dialami pembantu rumah tangga asal Filipina dan beberapa orang yang melakukan bunuh diri dalam beberapa bulan terakhir.

Duterte mengatakan bahwa dia mengetahui banyak kasus pelecehan seksual yang dialami oleh wanita Filipina di Kuwait dan dia telah mendiskusikan masalah ini dengan menteri luar negeri dan ingin membicarakannya dengan pemerintah Kuwait.

Pages