22 August 2019

Rizal Ramli

Rizal Ramli Sarankan Ini Setelah Tom Lembong ‘Dibodoh-bodohi’ Jokowi

KONFRONTASI -  Ekonom senior Rizal Ramli mencoba memberikan support kepada Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong yang kena tegur keras oleh presiden Joko Widodo. Dimana memang, Jokowi mengatakan ‘bodoh’ sehingga membuat mantan Menteri Perdagangan ini kesal.

Rizal Ramli Minta Pengelolaan Pelabuhan Strategis Jangan Diserahkan Pada Asing

KONFRONTASI-Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Rizal Ramli ingatkan pemerintah agar pelabuhan di Indonesia, terutama berada di jalur strategis tidak diserahkan ke asing seutuhnya.

Menurutnya, pelabuhan yang dimiliki harus bisa dikelola dan dibangun sendiri untuk mewujudkan kedaulatan bangsa. Hal itu juga telah dilakukannya semasa menjabat menteri.

Rizal Ramli Nilai Pemerintahan Jokowi Makin Condong ke China

KONFRONTASI-Ekonom senior Rizal Ramli menilai kebijakan pemerintahan era Joko Widodo saat ini makin lama makin condong ke China. Menurutnya, ini tak sesuai dengan politik luar negeri Indonesia yang bersifat bebas aktif.

Berdasarkan politik luar negeri bebas dan aktif, kata dia, Indonesia berhak menentukan arah, sikap, dan keinginannya sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. Dengan demikian, tidak dapat dipengaruhi kebijakan politik luar negeri negara lain.

"Mohon maaf, hari ini pemerintahan Pak Widodo (Joko Widodo) makin lama makin condong ke China (Tiongkok)," katanya usai menjadi pembicara pada Seminar Nasional dan Launching Madrasah Demokrasi Ikatan DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jateng Periode 2018-2020, di Universitas Muhammadiyah, Semarang, Jumat (15/3).

Rizal Ramli mengamini jika Indonesia perlu bersahabat dengan China sebagai negara besar. Namun, hal itu jangan sampai berpengaruh pada kebijakan yang saat ini dinilai sangat condong untuk China.

Pakar Ekonomi Rizal Ramli saat diskusi bertajuk "Indonesia Perlu Pemimpin Optimis yang Bawa Perubahan" di Forum Tebet, Jakarta, Senin (25/2). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

"Itulah kenapa kita memerlukan perubahan, untuk mengembalikan maksud dan tujuan dari UUD kita. Bahwa Indonesia di kawasan ini harus netral, bebas aktif, memperjuangkan perdamaian dan prosperiti," tegas pria yang pernah diangkat Presiden Jokowi sebagai menteri ini.

Namun, Ramli tak membeberkan kebijakan yang dimaksud condong ke China itu.

Dia malah mencontohkan potensi akibat dari tindakan pemerintah. Ramli khawatir kedekatan dengan China berkaitan dengan kerja sama proyek, dalam hal ini nilai proyeknya yang terlalu mahal.

Sebagai contoh, Ramli menyebutkan negara Sri Lanka. Pada tahun 2017 silam, negara pulau di sebelah utara Samudera Hindia itu harus merelakan pelabuhannya, Hambantota, dikelola Tiongkok.

Hal ini berawal dari pembangunan pelabuhan yang dilakukan dengan dana utang ke China dan tidak bisa membayar utangnya.

"(Dikelola selama) lebih dari 99 atau 100 tahun. Akhirnya itu kan kaya (pelabuhan) di Hong Kong lama-lama," katanya.

Rizal Ramli menegaskan, Indonesia wajib lepas dari permainan macam itu. Misalnya, tak memberikan sedikit pun kesempatan pada para negara adidaya untuk menguasai jalur strategis maritim Indonesia.

RR: Jokowi Sudah Tinggalkan Trisakti, Sudah Waktunya Kita Tinggalkan Jokowi

KONFRONTASI-Ekonom senior Rizal Ramli kembali mengingatkan bahwa pemerintahan Joko Widodo benar-benar telah meninggalkan konsep Trisakti. Bahkan, Rizal mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meninggalkan Jokowi pada Pilpres 2019.

“Jokowi sudah tinggalkan Trisakti, sudah waktunya kita tinggalkan Jokowi,” tegas Rizal, di Universitas Muhammadiyah Semarang, hari ini.

Pak Widodo, Panggilan "Sayang" Rizal Ramli Untuk Jokowi

KONFRONTASI -  Pakar Ekonomi Senior, Rizal Ramli mempunyai panggilan baru untuk Presiden RI Joko Widodo. Kini RR menyebut mantan Gubernur DKI Jakarta itu Pak Widodo.Hal itu disampaikannya usai menjadi narasumber dalam acara Peran Civil Society Dalam Pemilihan Presiden 2019, bertempat di Jalan Hasanudin no 19, Bandung.

Pedas, Ini Sindiran Rizal Ramli untuk Ridwan Kamil yang Sibuk Kampanyekan Jokowi

KONFRONTASI-Ekonom senior, Rizal Ramli mengkiritik kepemimpinan Gubenur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang dinilai hanya mementingkan berkampanye daripada mengabdi untuk masyarakat.

RR begitu sapaannya, menilai sikap Ridwan Kamil terlalu mementingkan kampanye hingga melupakan kerja utamanya melayani rakyat.

"Saya gak pernah denger konsepnya Ridwan Kamil. Orang gimana mau bikin konsep, dia kerjanya kampanye buat Mr. Widodo (Jokowi)," ucap RR, saat ditemui di Jalan Sumatera, Kota Bandung, Selasa (12/3).

Sindiran Rizal Ramli untuk Jokowi: Saya Ingin Minta Kartu Bahagia, Kartu Sabar dan Kartu Kaya

KONFRONTASI-Ekonom senior Dr. Rizal Ramli menginginkan tiga kartu yang tidak biasa dari Presiden yang juga Capres Joko Widodo.

Tiga kartu tidak biasa yang diinginkannya adalah kartu bahagia, kartu sabar dan kartu kaya.

"Pak @jokowi saya ingin bertemu Bapak untuk mendapatkan kartu bahagia, kartu sabar dan kartu kaya. Saya sudah terbayang-bayang alangkah indahnya hidup saya," kata RR sapaan akrabnya di akun @RamliRizal, Selasa (12/3).

Rizal Ramli: Memalukan,Di Indonesia Media Mainstream Sibuk Beritakan Versi Resmi dan Berisi Propaganda

KONFRONTASI -  Pakar Ekonomi Rizal Ramli menyindir perilaku pers di Tanah Air yang belakangan tidak lagi kritis dalam menjalankan fungsi kontrol sosial masyarakat.

Menurut Rizal, saat ini hampir semua media mainstream malah tampak sibuk berlomba-lomba memberitakan versi rilis resmi dan bernada propaganda.

Bisikan Guntur Soekarno Kepada Rizal Ramli: Bandul Ekonomi Sudah Terlalu Kanan, Harus Ditarik Ke Kiri menuju Tengah

KONFRONTASI- Dalam diskusi dengan para wartawan, kami tiba-tiba ingat pesan Mantan aktivis ITB Guntur Soekarnoputra (Mas Tok) secara tenang dan perlahan membisikkan kepada Dr  Rizal Ramli,  Menko perekonomian era Presiden Gus Dur agar berani membawa bandul ekonomi nasional kembali ke kiri, menuju posisi tengah karena sudah terlalu kanan.

Rizal Ramli Singgung Kehidupan Mahasiswa untuk Melahirkan dan Membentuk Pemimpin Masa Depan

KONFRONTASI -  Berikut adalah wawancara antarA DR. Rizal Ramli dengan Bravos Radio Indonesia. Wawancara meliputi tema  Kehidupan Mahasiswa yang bebas, kreatif dan upaya membentuk pemimpin masa depan. Dalam wawancara ini juga dikemukan oleh Rizal Ramli tentang UU ITB, Menu Pilpres yang lebih baik".

Pages