22 May 2019

Rizal Ramli

Rizal Ramli: Bangun Kilang, Berantas Mafia Migas

Konfrontasi-Pembangunan kilang penyulingan BBM di dalam negeri sudah bertahun-tahun hanya merupakan wacana. Karenanya, ekonom senior Rizal Ramli mendesak pemerintah segera merealisasikan hal tersebut. Menurut Rizal, jika kilang tersebut dibangun ongkos produksi BBM akan lebih murah, dan pemerintah tentunya juga akan menghemat anggaran negara.

Koran 'Suara Pembaruan' Pilih Rizal Ramli Menko Ekuin & Luhut Panjaitan Menko Polhukam

KONFRONTASI-Setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa atas hasil Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014, kemenangan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun semakin kokoh. Tugas presiden dan wakil presiden terpilih untuk menyusun kabinet kini di depan mata. Apalagi, presiden terpilih Jokowi pernah menyatakan setelah dilantik pemerintahannya langsung bekerja, sehingga pengumuman kabinet dilakukan pada 20 Oktober atau paling lambat 21 Oktober 2014.

30 Hari Pertama, Jokowi Harus Petakan Masalah, Bukan Naikkan Harga BBM

Darmawan Sinayangsah

KONFRONTASI- Presiden Jokowi dihimbau dalam 30 hari pertama jangan naikkan harga BBM, namun petakan masalah yang ada, cari skala prioritas dan temukan solusi masalahnya. ''Jangan langsung naikkan harga BBM ,nanti rakyat frustasi,'' kata Darmawan Sinayangsah, Direktur Freedom Foundation.

Darmawan, yang juga mantan ketua Senat Mahasiswa Fisip UI, menyatakan Jokowi sangat diharapkan rakyat bisa mewujudkan keadilan dan kesejahteraan, dan untuk itu, butuh menko perekonomian yang kredibel.

Membayangkan Sinergi Jokowi Alumnus UGM, JK dari Unhas, dan Rizal Ramli dari ITB

KONFRONTASI-  Presiden Jokowi adalah alumnus Univ. Gadjah Mada, Wapres Jusuf Kalla dari Univ.Hasanudin dan Menko Perekonomian Rizal Ramli jebolan ITB, jika benar bersinergi dalam kabinet, diprediksi para analis dan aktivis,  akan tampil digdaya, bisa dahsyat pula.  Ketiga tokoh ini jika bersinergi dalam Kabinet Jokowi-JK, jelas akan sulit dihadang amarah Koalisi Merah Putih di parlemen. 

Rizal Ramli, Kandidat Menko Ekuin Jokowi yang Bakal Dijegal Tim Transisi?

Konfrontasi- Nama teknokrat Rizal Ramli, yang berkiprah  dengan karakter Soekano-Hatta,  makin berkibar, justru karena dialah kandidat Menko Perekonomian Jokowi yang Bakal Dijegal Tim Transisi Rini Sumarno-Anies Baswedan cs.  Rini dan Anies dikabarkan ''mbalelo'' terhadap Jokowi, dengan menolak masuknya Rizal Ramli ke Kabinet Jokowi-JK, sementara Rini dan Anies jelas tak punya reputasi kelas dunia seperti Rizal Ramli, mantan Demonstran ITB yang dipenjara Orde Baru itu. Berbagai kalangan sangat menyesalkan aksi Tim Transisi yang terus berusaha menjegal Rizal Ramli.

Disesalkan, Tim Transisi Jokowi Mau Jegal Rizal Ramli

KONFRONTASI-  Sangat disesalkan bahwa Tim Transisi Rini Sumarno-Anies Baswedan cs dikabarkan berusaha menjegal dan menolak Rizal Ramli masuk ke dalam kabinet Jokowi.  Padahal Jokowi dan Megawati diyakini bakal meminta  Rizal Ramli  (RR) menjadi Menko Ekuin, meski ada perlawanan dan sikap ‘’mbalelo’’ dari Tim Transisi Rini Sumarno-Anies Baswedan cs yang berkarakter Neoliberal dan dicurigai pro-mafia. Sebagai ekonom senior, Rizal Ramli adalah tokoh paling konsisten dan kredibel untuk memberantas mafia dan menegakkan Trisakti Soekarno dan Ekonomi Konstitusi berbasis  Pasal 33 UUD1945.

De-Industrialisasi Meluas, Ekonomi dalam Bahaya, Rizal Ramli Didorong Bantu Jokowi

KONFRONTASI- Meluasnya sektor informal dan rontoknya industri sehingga terjadi de-industrialisasi, menunjukkan SBY gagal dan  Jokowi dihimbau mengangkat menko ekuin yang tangguh. Transformasi ekonomi Indonesia, yang semula berbasis sektor pertanian menjadi perindustrian, sebenarnya perkembangan baik. Hanya saja, ada anomali dalam perubahan tersebut. Sumbangan sektor industri ke produk domestik bruto (PDB) juga menurun. Strukur ekonomi Indonesia tengah bergerak ke arah yang berbahaya.

Soal BBM, Rizal Ramli: Persoalan Hulu Migas Lebih Penting Ketimbang Hilir

KONFRONTASI- Soal naik tidaknya BBM sudah menjadi kontroversi. Ekonom senior Dr Rizal Ramli mengatakan, polemik harga bahan bakar minyak (BBM) dapat diakhiri apabila pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) fokus untuk menyelesaikan persoalan-persoalan mendasar di hulu, dan tidak menghabiskan energi untuk meributkan persoalan di hilir.

“Langkah pertama yang paling cepat untuk menormalkan keadaan, adalah memberantas operasi mafia migas yang merugikan negara setidaknya sekitar 1 miliar dolar AS per tahun,” tegas Rizal Ramli seperti dilansir rmol.co, Minggu (31/8/2014).

Akademisi UGM: Bagus, Rizal Ramli Masuk Kabinet Jokowi-JK

KONFRONTASI- Sosiolog UGM Arie Sujito menilai, Presiden SBY mewariskan beban berat ekonomi pada Kabinet Jokowi-JK dan kondisi yang sulit itu, membutuhkan peran ekonom senior seperti Rizal Ramli PhD yang sudah berpengalaman dan kredibel.

 ‘’ Saya kira, bagus kalau Rizal Ramli masuk kabinet Jokowi karena pikiran dan tenaganya diperlukan Jokowi-JK untuk membenahi dan menata kembali ekonomi yang sangat berat, yang diwariskan SBY,’’ kata Sosiolog UGM Arie Sujito.

Lagi, Akademisi Desak Ekonom Rizal Ramli Membantu Jokowi-JK

KONFRONTASI- Jokowi-JK diharapkan  konsisten tidak membangun kabinet transaksional, dan untuk itu, teknokrat senior anti-Neoliberal yakni Rizal Ramli PhD, diminta membantu Jokowi-JK membenahi  perekonomian ke depan. Di bawah Presiden SBY, ekonomi besar pasak dari pada tiang, telah membuat kehidupan sosial-ekonomi rakyat sangat pengap , apalagi  korupsi merajalela.

Pages