22 August 2019

Rizal Ramli

Siang Ini Ngopi Bareng Rizal Ramli, Korupsi Impor Pangan Akan Dibuka?

KONFRONTASI -   Ekonom senior DR. Rizal Ramli seperti ahli nujum saja. Seperti Merlin yang mendampingi pemimpin legendaris Inggris dari abad pertengahan, Raja Arthur Pendragon dari Camelot.

Apa yang diprediksi Rizal Ramli hampir selalu tepat. Sejak dulu, sejak era Orde Baru, sejak masih jadi aktivis mahasiswa.

Saat dipercaya Presiden Joko Widodo menjadi Menko Kemaritiman, Rizal Ramli juga memprediksi sejumlah persoalan penting di bidang ekonomi.

Rizal Ramli Nilai Ada yang Aneh Dalam Peristiwa Blackout PLN

KONFRONTASI-Tokoh nasional, Rizal Ramli, menegaskan, perlu pembenahan menyeluruh terhadap PLN setelah terjadi kasus listrik padam di sebagian Jawa pada Minggu hingga Selasa dinihari silam. “PLN belum membaik, harus dibenahi,” katanya.

Dalam rilis pada Selasa (6/8), Rizal menduga, kasus blackout listrik yang terjadi di sebagian Pulau Jawa, pada Minggu hingga Selasa dini hari, dilatari oleh kecerobohan manajemen PLN. “Dugaan ini harus diuji dan dinvestigasi,” katanya.

Rizal Ramli Laporkan Skandal Korupsi Impor Pangan ke KPK

KONFRONTASI -  Mantan Menteri Koordinator Bidang Maritim Rizal Ramli melaporkan dugaan korupsi bernilai besar terkait impor pangan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (23/10).

Rizal hadir di KPK pukul 09.00 WIB bersama sejumlah pengacara. Rizal menyebut kedatangannya untuk mengadukan dugaan korupsi dari kebijakan impor pangan pemerintah.

"Hari ini kami dan tim lawyer datang ke KPK mengadukan adanya dugaan tindak pidana korupsi di dalam impor pangan," ujar Rizal, di gedung KPK, Jakarta, Selasa (23/10).

Bertemu, Rizal Ramli-Sandiaga Saling 'Update' Kondisi Perekonomian Bangsa

KONFRONTASI– Tokoh muda Sandiaga Uno melakukan makan siang dengan ekonom senior Rizal Ramli di sebuah kawasan di Jakarta, Selasa (30/7/2019) lalu.

Dalam makan siang itu, kedua tokoh berdiskusi dan saling ‘update’ tentang perekonomian Indonesia.

“Makan bersama sahabat saya. Kita sepakat bahwa dua isu utama yang harus kita segera dibenahi bersama,” ujar mantan Wagub DKI tersebut.

Rizal Ramli Sindir Sosok yang Mengaku Tak Punya Kepentingan Tapi Bisnisnya Menggurita. Siapa Gerangan?

KONFRONTASI-Rizal Ramli (RR) menyatakan sedih lewat akun @RamliRizal, juga grup Whatsapp, tentang temannya yang mengaku tak punya kepentingan tapi bisnisnya menggurita.

Dalam twit-nya, mantan Menko Perekonomian dan Kemaritiman itu bilang ada temannya yang selalu bilang sudah sangat kaya, tak punya kepentingan, kecuali mengabdi. Ternyata, bisnisnya menggurita kemana-mana. 

"Semoga sadar,” twit-Rizal Ramli alias RR.  

"Siapa gerangan kawan itu, Bang RR?” tanya seorang aktivis di grup WA, sambil menambahkan hastag #kepo di akhir pertanyaan.

Rizal Ramli Tentang KPK: Ikan Busuk Selalu Mulai dari Kepala

KONFRONTASI -   Indonesia Lawyers Club tvOne mengangkat tema "Seperti Apa Wajah KPK Masa Depan?". Selasa, 22 Juli 2019. 12 Pati Polri lolos seleksi Calon Pimpinan KPK. Apakah ada upaya Polri utk menguasai KPK? Untuk apa? Jika benar demikian, akan seperti apa wajah KPK ke depan? Dalam acara tersebut, Rizal Ramli berkata dan berkomentar soal KPK, “Ikan Busuk selalu mulai dari kepala.. Buah sudah mateng, KPK bikin mengkel terus karena takut sama kekuasan”

Rizal Ramli Sebut Krisis 98 Didominasi Utang Swasta

KONFRONTASI -- Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli menyebut dirinya dimintai keterangan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait misrepresantasi aset yang berkaitan dengan kasus korupsi Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI).

Rizal keluar dari gedung Merah Putih KPK pada Jumat (19/7) sekitar pukul 12.00 WIB. Selama hampir dua jam ia mengatakan dimintai keterangan karena dianggap mengerti persoalan aset yang menyebabkan pemerintah Indonesia harus menyuntikan dana BLBI.

Rizal Ramli: Banyak Kasus Besar di KPK Ibarat Buah Mengkel

KONFRONTASI-Tokoh bangsa Dr. Rizal Ramli menyebut masih banyaknya kasus besar yang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) namun belum diketahui hasilnya oleh publik, menjadikan KPK ibarat menyimpan buah-buah mengkel, padahal sangat mungkin buah-buah tersebut sudah matang.

Buah matang yang diperlakukan seolah masih mengkel tersebut antara lain kasus Century, kasus BLBI, hingga kasus penyalahgunaan kekuasaan oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito berkaitan dengan impor sejumlah komoditi pangan.

Rizal Ramli Sedih Kalau KPK Warisi Buah Mengkal...

KONFRONTASI -  TOKOH bangsa Dr. Rizal Ramli menyebut masih banyaknya kasus besar yang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) namun belum diketahui hasilnya oleh publik, menjadikan KPK ibarat menyimpan buah-buah mengkel, padahal sangat mungkin buah-buah tersebut sudah matang.
 

Buah matang yang diperlakukan seolah masih mengkel tersebut antara lain kasus Century, kasus BLBI, hingga kasus penyalahgunaan kekuasaan oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito berkaitan dengan impor sejumlah komoditi pangan.

Rizal Ramli Beberkan Awal Mula Pemerintah Kucurkan BLBI

Konfrontasi - Mantan Menteri Koordinator bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri (Menko Ekuin) sekaligus eks Ketua Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK), Rizal Ramli, membeberkan awal mula munculnya Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Dia mengatakan, pada saat krisis moneter tahun 1998 terjadi, pihak swasta kala itu memiliki utang yang banyak.

"Bahkan ada satu grup, Sinarmas pada waktu itu sangat ekspansif terbitkan bon USD 8 miliar, ternyata enggak mampu bayar kuponnya," ujar Rizal di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2019).

Lantaran utang membengkak, pihak swasta mendapatkan pinjaman dari bank yang berada di grup-grup perusahaan swasta itu sendiri. Menurut Rizal, jumlah pinjaman yang diberikan sangat besar. Saat itu, kata Rizal belum ada regulasi batasan jumlah pinjaman pada internal grup perusahaan swasta.

Selain itu, International Monetary Fund (IMF) juga memaksa pemerintah Indonesia menaikkan bunga bank.

"Kemudian IMF menaikkan tingkat bunga Bank Indonesia. Menaikan dari 18 persen ke 80 persen. Begitu itu terjadi (justru) banyak perusahaan-perusahaan enggak mampu bayar kan," kata Rizal.

Menurut Rizal, saat bunga bank naik dan pihak swasta tak mampu membayar bunga bank, kemudian bank tersebut akangoyang. Saat itulah menurut Rizal, pemerintah dengan terpaksa mengucurkan BLBI kepada bank yang hampir bangkrut.

"Nah saat itu suntikan dana itu sampai, saya lupa sekitar USD 80 miliar. Kalau per-Dollar-nya saat itu Rp 10 ribu, berapa tuh," kata dia.

Rizal mengatakan, semua bank yang mendapat suntikan dana BLBI harus membayar utangnya secara tunai. Tetapi saat era BJ Habibie, ada aturan pembayaran dapat menggunakan aset.

"Esensinya utang ini harusnya tunai, tapi pada masa pemerintahan Pak Habibie, Menteri Keuangan Bambang Subianto sama Kepala BPPN, waktu itu Glenn Yusuf, dilobi supaya enggak usah bayar tunai, tapi bayar aset," kata Rizal.

Namun kebijakan tersebut rupanya dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan yang nakal. Ada pihak perusahaan membayar dengan aset bodong.

"Dibilangnya aset ini bagus, padahal belum, atau aset busuk atau setengah busuk, atau belum clean and clear. Misalnya tanah, padahal surat-suratnya belum jelas, tapi dimasukan sebagai aset," kata Rizal.

Ketika itu, sambung Rizal, BPPN meminta tolong Lehman Brothers, Bank investasi raksasa asal Amerika, melakukan valuasi. Namun kata Rizal, valuasi yang dilakukan Lehman Brothers cenderung sembrono.

"Lehman Brothers juga sembrono. Masa dalam waktu satu bulan dia sudah bisa lakukan penilaian terhadap nilai aset dari ratusan perusahaan, sehingga banyak kasus-kasus di mana mengaku sudah serahkan aset segini, kenyataannya tidak segitu," Rizal mengungkapkan.

Pages