17 September 2019

Ridwan Kamil

Pilgub Jabar: Polisi Didesak Usut SK Bodong Dukungan Golkar untuk Ridwan Kamil

KONFRONTASI-Aparat kepolisian diminta mengusut tuntas penyebar awal Surat Keputusan (SK) dukungan Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018 kepada Ridwan Kamil. Pasalnya, Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Jawa Barat masih belum resmi mendukung siapa pun untuk menjadi calon gubernur Jabar, sehingga dipastikan surat itu palsu dan harus diselidiki siapa penyebarnya.

Wakil Ketua DPD Golkar Jawa Barat, MQ Iswara, menyebutkan dalam penyebaran surat tersebut dilakukan oleh oknum, meski enggan menyebutkan dari internal partai. "Oknum ini siapa, yang jelas ada permainan. Untuk terlapornya biarkan yang lidik polisi," ujar Iswara, Senin 25 September 2017.

Pihaknya meminta aparat mengusut tuntas siapa pengirimnya, karena surat palsu yang diedarkan itu mengakibatkan internal partai di daerah gaduh. "Kita sampaikan dugaan surat palsu yang kita perkirakan melanggar KUHP, mungkin oleh penyidik," ujarnya.

Menurut Iswara, tersebarnya SK tanpa nomor kop surat dan tanggal keluar dengan tanda tangan ketua umum Setya Novanto, harus ditindak agar mendapatkan efek jera. "Kami pikir ini bukan hal yang kecil ya. Jadi Jawa Barat itu provinsi dengan jumlah penduduk terbesar, 46 juta jiwa dengan 33 juta punya hak pilih," tuturnya.

Badan Hukum dan HAM (Bakumham) DPD Golkar Jawa Barat melaporkan peredaran surat tersebut ke Polda Jawa Barat dengan laporan polisi nomor LPB/871/IX/2017/Jabar per 25 September 2017.

Idrus Marham: Surat Rekomendasi Ridwan Kamil Diyakini Bodong

KONFRONTASI -  Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar, Idrus Marham, membantah bahwa pihaknya telah mengeluarkan surat rekomendasi Cagub atas nama Ridwan Kamil di Pilgub Jawa Barat (Jabar) 2018 mendatang.

"Terkait dengan beredarnya surat, yang saya istilahkan surat bodong, karena tidak seperti biasa yakni tanpa stempel, tanpa tanggal tanpa kop surat. Bahkan saya menerima baru lagi tadi selain Ridwan Kamil dengan Daniel," ungkapnya di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat (22/9).

Dedi Mulyadi akan Polisikan SK Bodong Ridwan Kamil Cagub Jabar dari Golkar

KONFRONTASI-Beredar surat rekomendasi bodong pencalonan Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien sebagai Cagub dan Cawagub dari Partai Golkar. Atas hal tersebut, Ketua DPD I Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi, langsung bereaksi dan akan  mengambil langkah hukum.

Bahkan, hari senin Dedi meminta Biro Hukum Golkar Jabar untuk segera membuat laporan hal itu dilakukan terkait pernyataan sekretaris Jendral (Sekjen) Golkar Idrus Marham yang menyatakan surat rekom bodong yang beredar dan menjadi viral.

Pilgub Jabar: Novanto Usung Ridwan Kamil, Golkar Purwakarta Protes

KONFRONTASI - Beredar surat keputusan (SK) Golkar yang ditandatangani Ketum Setya Novanto dan Sekjen Idrus Marham soal Ridwan Kamil menjadi calon gubernur Jawa Barat. 

Kader Golkar Purwakarta pun protes terkait surat itu. Mereka kecewa lantaran Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi tidak diusung.

"Jika memang benar, maka kami akan mempertanyakan apa yang menjadi pertimbangan DPP, sehingga Ketua Golkar Jabar tidak diusung untuk maju dalam Pilgub Jabar?" ujar Wakil Sekretaris DPD Golkar Purwakarta, Richad Sompi, Jumat (22/9).

Ridwan Kamil Ingin Galang Dana Kampanye Lewat Online

KONFRONTASI-Bakal calon Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengungkapkan bahwa pihaknya akan menggalang secara online dana kampanye untuk keikutsertaannya dalam Pilkada Jabar 2018.

"Salah satu gagasan adalah penggalangan dana namanya crowdfunding ya. Kalau crowdfunding ini pembiayaan dari warga," kata Emil di Majalengka, Sabtu.

"Ini pola baru, tapi warga jika ingin hidupnya selama lima tahun baik titipkanlah cita-citanya kepada salah satu calon salah satu calon kandidat," lanjutnya.

Bima Arya Tak Maju Pilgub Jabar, Begini Respon Ridwan Kamil

KONFRONTASI-Wali Kota Bandung juga bakal calon Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menghargai keputusan Bima Arya Wali Kota Bogor yang memutuskan tidak akan maju pada Pemilihan Gubernur Jabar 2018 dengan alasan akan fokus membangun kota yang dipimpinnya.

"Saya sangat menghormati pilihan Kang Bima," kata pria yang akrab disapa Emil saat dimintai tanggapan terkait Bima Arya yang memutuskan tidak akan maju ke Pilgub Jabar di Bandung, Rabu.

Pilgub Jabar: Hanura Belum Sepakat Dukung Ridwan Kamil

KONFRONTASI- Partai Hanura menjadi salah satu partai yang dikabarkan bakal bergandengan tangan dengan Partai Nasdem untuk mengusung Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sebagai bakal calon Gubernur Jawa Barat di Pilkada Jabar 2018.

Namun kabar kedekatan tersebut ditepis oleh Ketua Tim Pemenangan Pilkada Partai (TPPP) Hanura Jabar, Budi Hermansyah.

Menurut Budi, partainya masih jauh dari kata sepakat dengan Partai Nasdem untuk mengusung Ridwan Kamil.

Sekjen PDI Perjuangan Pastikan Tidak Usung Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018

Konfrontasi - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristyanto mengaku, partainya tak akan mengusung Ridwan Kamil dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat atau Pilgub Jabar 2018 mendatang.

Itu karena Wali Kota Bandung tersebut telah mengambil keputusan untuk diusung Partai Nasdem untuk maju sebagai calon gubernur Jabar 2018-2023.

PDIP Tutup Pintu Usung Ridwan Kamil di Pilgub Jawa Barat, Kenapa?

Konfrontasi - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan partainya telah menutup kemungkinan untuk mengusung Ridwan Kamil sebagai calon gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat 2018. Menurut Hasto, keputusan itu dibuat setelah Ridwan Kamil maju sebagai calon gubernur. 

“Kami sudah bangun dialog  dengan beliau tapi Pak Ridwan Kamil sudah memutuskan sendiri sebagai calon gubernur,” kata Hasto Kristiyanto di rumah Idrus Marham, di Cibubur, Jakarta, Minggu 6 Agustus 2017.

Ridwan Kamil Ajak Ibu-ibu Bekasi Wisata ke Bandung Lihat Bangunan

Konfrontasi - Meski lokasinya terbilang dekat dan masih dalam lingkungan Jawa Barat, tidak semua ibu-ibu di Kabupaten Bekasi pernah menginjakkan kaki di Kota Bandung. Melihat kenyataan ini, Ridwan Kamil mengundang ibu-ibu di Bekasi bertandang ke Bandung menikmati pembangunan dan keindahan kota tersebut.

"Apakah Ibu-Ibu pernah ke Bandung?" tanya Kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil.

Pages