18 February 2020

resah

Hidup yang Resah dan Gelisah

KONFRONTASI - APABILA di depan kita ada makanan enak serta gratis, dan di situ juga ada ular yang bersembunyi. Lalu, informasi manakah yang terpenting, tentang ular dan keberadaannya, atau tentang kelezatan makanan gratis itu?

Kalau hanya memikirkan nikmatnya makanan, kita bisa digigit ular dan makanannya tetap utuh. Maka, jalan terbaik adalah kita harus membereskan ularnya terlebih dahulu, baru makanannya bisa kita nikmati.

Beredar Isu 22-23 Mei Chaos Bikin Resah, Warga Mulai Timbun Sembako dan diam di Rumah

KONFRONTASI -   Isu bakal ada kerusuhan besar, people power  yang berpotensi chaos pasca Pemilu 2019, terutama usai Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil Pilpres, masih membuat warga khawatir dan resah. Padahal isu tersebut sudah dibantah Menko Polhukam Wiranto, Kepolisian, dan sejumlah politisi. Ada warga yang siap-siap tidak keluar rumah dan melakukan stok bahan pangan. Juga ada yang akan tinggalkan Indonesia.

Tik Tok Punya Konten Negatif, Dewi Perssik Resah

KONFRONTASI -   Dewi Perssik sempat dibuat resah dan khawatir dengan aplikasi Tik Tok.

Sebab, di aplikasi tersebut ada konten negatif. Ia takut bisa berpengaruh buruk pada pengguna, khususnya anak-anak.


 
“Aku main Tik Tok itu diminta anakku dan ponakan, kalau enggak kasih tahu aku juga enggak tahu aplikasi itu kayak apa,” kata Dewi, dilansir JPNN.


“Setelah saya tahu hal itu konten ada yang agak porno bikin aku resah dan khawatir, takut anak jadi yang enggak-enggak,” lanjutnya.

Ini Kata Goldman Sachs: Pasar Belum Saatnya Resah

KONFRONASI -  Para ekonom Goldman Sachs Group Inc., menjelaskan indikasi pelemahan pertumbuhan global dalam kuartal I/2018, tidak perlu menjadi alasan bagi pasar untuk resah terhadap risiko perlambatan global pada masa yang akan datang.

Berdasarkan catatan riset yang diterbitkan pada Senin (26/3/2018), Goldman Sachs menjelaskan meskipun ada penyurutan pada tiga bulan pertama 2018, produk domestik bruto (PDB) dunia tahun ini masih akan berekspansi sebesar 4,1%, sedikit di atas perkiraan Goldman Sachs.

Soal Serbuan TKA China: Jokowi Membantah, Rakyat Tetap Resah

KONFRONTASI-Masyarakat jelas-jelas galau dan risau dengan kehadiran pekerja asing asal Cina (Tiongkok). Apalagi dikabarkan, jumlahnya puluhan juta, masuknya bak maling alias ilegal.

Terkait dengan informasi yang bikin heboh publik ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi sibuk. Kali ini bukannya sibuk blusukan, keliling pasar atau proyek infrastruktur, seperti yang lazim dia kerjakan. Namun super sibuk melakukan bantahan.