23 January 2020

reformasi

20 Tahun Reformasi, RR: Kembalikan Ekonomi ke UUD 45

KONFRONTASI-Begawan Ekonomi Rizal Ramli memberikan sedikit pesan dan wejangan pada peringatan 20 tahun reformasi yang jatuh pada tanggal 21 Mei 2018.

Dalam pesannya, RR, begitu ia disapa meminta, agar teman-teman mahasiswa yang waktu tahun 1998 ikut berjuang untuk mewujudkan era reformasi, sadar diri.

“Yang hari ini sudah masuk sistem, kami minta supaya sadar diri. Karena ternyata mereka di dalam sistem tidak melakukan perubahan. Jadi bagaimana bersama anak muda kita tuntaskan reformasi ini,” ujar Rizal di Jakarta, ditulis Senin (21/5/2018).

Abraham Samad: Indonesia Perlu Reformasi Putih

KONFRONTASI-Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad melontarkan gerakan Reformasi Putih untuk kembali meluruskan tujuan awal gerakan reformasi yakni memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme.

"Indonesia perlu Reformasi Putih yang damai yang didasari semangat kebersamaan dan melibatkan seluruh elemen bangsa. Jangan ada anak bangsa yang ditinggalkan, apalagi dilupakan," kata Abraham Samad melalui siaran persnya, Senin.

Reformasi Indonesia, Sudahkah Berjalan di Arah yang Benar?

Sudah banyak asa dan amarah dicurahkan oleh gelombang massa yang menginginkan perubahan setelah 32 tahun hidup di bawah tatanan militer dan demokrasi palsu. Suharto berhasil ditumbangkan oleh kombinasi kekuatan moral solidaritas mahasiswa di jalanan dan manuver-manuver politik kelompok elite di parlemen dan gedung-gedung partai. Meski tercoreng oleh serangkaian konflik horizontal di kalangan rakyat biasa, namun tak salah menyebut bahwa gerakan reformasi adalah sebuah usaha patungan yang luar biasa.

20 Tahun Reformasi, Kekalahan Barisan Nasional Malaysia Dan Kemenangan Oposisi

KONFRONTASI -  TEPAT 20 tahun yang lalu, Soeharto memutuskan berhenti dari jabatan Presiden. Keputusan Soeharto diambil setelah di seluruh Tanah Air dilanda demonstrasi besar-besaran menuntut pengunduran diri Soeharto.

Ratusan Aktivis 98 Gelar 20 Tahun Reformasi dan Dukung Rizal Ramli ke PIlpres 2019

KONFRONTASI- Ratusan aktivis lintas generasi rencananya akan  menggelar perayaan 20 tahun reformasi bertajuk “Tuntaskan Reformasi Bersama Rizal Ramli”. di Gedung Juang 45, Menteng Raya No 31, Jakarta Pusat. Senin, (21/5) pukul 16.00 Wib hingga Berbuka Puasa bersama.

Adapun terselenggaranya acara ini atas inisiator teman-teman aktivis pergerakan. Hal ini di ungkapkan Presidum Pergerakan Andrianto.

20 Tahun Reformasi Ekonomi, Utang Lagi-Utang Lagi

KONFRONTASI -   Tahun 1998, Sri Mulyani melakukan jumpa pers bersama pengamat ekonomi lainnya mengoreksi kebijakan ekonomi Seoharto yang menyebabkan krisis. Kini setelah 20 tahun reformasi, ternyata kondisi ekonomi tak lebih baik dari situasi yang direformasi. Apakah reformasi ekonomi salah arah? 

Aneh, Pasal Penghinaan Presiden Kembali Hidup Di Era Reformasi

Konfrontasi - Penolakan pembahasan dan disahkannya pasal penghinaan terhadap presiden yang tengah dibahas dalam Panitia Kerja (Panja) Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (R-KUHP) DPR terus berlanjut. Tidak hanya dari kalangan internal DPR, penolakan juga datang dari kalangan aktivis.

Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto menegaskan pihaknya menolak keras pasal tersebut dimasukkan dalam KUHP. Dia mengaku khawatir bahwa penggunaan pasal karet itu bakalan kembali dijadikan sebagai sarana untuk menjaring para aktivis yang kritis terhadap pemerintah.

"Kami mengetuk hati dan jiwa yang visioner. Janganlah membuat peraturan hukum perundang-undangan hanya demi kepentingan sesaat. Terlalu mahal reformasi dan demokrasi ini tercipta," katanya dilansir RMOL, Jumat (9/2/2018).

Dia menjelaskan bahwa pasal ini sebenarnya diadopsi penguasa orde baru dari aturan hukum negara barat, dalam hal ini Belanda yang pernah menjajah Indonesia. Dimana pada awalnya Belanda menerapkannya di negara India.

"Para pejuang kemerdekaan (India) Gandi, Nehru, Jinah merasakan pasal ini. Aslinya berbunyi barang siapa yang menghina ratu maka akan dikenakan penjara. Belanda mengadopsinya secara serta merta. Banyak pejuang kemerdekaan Indonesia ikut rasakan pasal ini," bebernya.

Karenanya para aktivis India maupun dunia menilai pasal Hatzaai Artikelen warisan kolonial itu sebagai atau pasal karet. Namun anehnya kata di Orba malah mengadopsi pasal itu ke dalam KUHP.

"Saat Orba sedang di puncak kuasa inilah pasal hatzaai artikelen (134, 136, 137, 154, 155, 160 KUHP). Tidak terhitung kalangan oposan terhadap Orba yang merasakan pasal pasal karet ini," jelasnya.

Namun, lanjut Andrianto, seiring penguasa Orba tumbang. Pasal Penghinaan Presiden pun ikut-ikutan menghilang. Bahkan bisa dibilang dibuang jauh-jauh oleh Presiden Habibie, Abdurahman Wahid, dan Megawati Soekarnoputri.

Pupuk Semangat Nasionalisme pada Era Reformasi Menangkal Pengaruh Buruk Globalisasi

Oleh: Alqabas

 

Menyimak Gaya Politik Etnis Cina Sepanjang Orde Baru dan Reformasi

KONFRONTASI -  Tanggal 2 Oktober 1965 Ketua G5 Koti dipimpin oleh Brigjen TNI Sutjipto bersama beberapa organisasi kemasyarakatan (ormas) mahasiswa dan pemuda membentuk KAP Gestapu (Kesatuan Aksi Pengganyangan Gerakan 30 September), terpilih Subchan Z.E. (Nahdlatul Ulama) sebagai Ketua, dan Harry Tjan Silalahi (Sekjen Partai Katolik Indonesia) dari etnis Cina sebagai Sekjen. Atas dorongan TNI Angkatan Darat, dalam pengaruh Soeharto sebagai Pangkopkamtib, pada 4 Oktober 1965 diadakanlah Rapat Umum mengutuk G-30-S PKI 1965 di Lapangan Banteng.

Menyimak Gaya Politik Etnis Cina pada Orde Baru dan Reformasi

KONFRONTASI -  Tanggal 2 Oktober 1965 Ketua G5 Koti dipimpin oleh Brigjen TNI Sutjipto bersama beberapa organisasi kemasyarakatan (ormas) mahasiswa dan pemuda membentuk KAP Gestapu (Kesatuan Aksi Pengganyangan Gerakan 30 September), terpilih Subchan Z.E. (Nahdlatul Ulama) sebagai Ketua, dan Harry Tjan Silalahi (Sekjen Partai Katolik Indonesia) dari etnis Cina sebagai Sekjen. Atas dorongan TNI Angkatan Darat, dalam pengaruh Soeharto sebagai Pangkopkamtib, pada 4 Oktober 1965 diadakanlah Rapat Umum mengutuk G-30-S PKI 1965 di Lapangan Banteng.

Pages