29 March 2020

reformasi

Pemilu Yang Menjebak Rakyat: Indonesia pasca Reformasi 1998

KONFRONTASI-SEJAK reformasi politik 1998 sudah berkali-kali negeri kita menyelenggarakan pemilu. Sekilas, tampilan pemilu sesudah 1998 berbeda dengan zaman Orde Baru. Jumlah partai peserta pemilu bisa banyak, bahkan pernah 48 partai (pemilu 1999) karena memang diperbolehkan untuk mendirikan partai baru. Litsus (penelitian khusus) untuk menyaring calon legislatif tidak ada lagi. Tidak ada lagi birokrasi dan keluarga TNI-Polri yang dikerahkan untuk mendukung salah satu peserta pemilu (waktu itu Golkar).

Komitmen Reformasi Legislasi Jokowi Tak Terwujud di Prolengas 2020

KONFRONTASI - Gagasan reformasi legislasi yang selama ini disampaikan Presiden Jokowi tak tampak dalam Prolegnas Prioritas tahun 2020. Sebanyak 50 RUU yang masuk dalam prolegnas prioritas tahun 2020 masih mencerminkan semangat "over regulasi" yang ditampilkan oleh DPR dan Pemerintah. Padahal, dalam beberapa kesempatan Presiden menyerukan agar dilakukan reformasi di bidang legislasi.

RIP Reformasi

Juftazani

 

Apa yang terjadi ketika gejolak Reformasi membakar negeri
Di bawah bau amis darah Elang Lesmana dan kawan-kawan
Ada penumpang gelap menyertai awal perjalanan
Derak ranting patah dan Isak tangis Ibu pertiwi
Menangisi kepergian putra terbaiknya
Ke negeri sunyi


Air mata rakyat lebih banyak memberi pesan
Dari apa yang disodorkan semua kata
Zona militer untuk sipil dan mahasiswa yang tertembak di dada
Uneg-uneg jiwa yang terasa hampa

 

Orde Baru dan Reformasi, Serupa Tapi Tak sama

Oleh: Yoshua Abib Mula Sinurat
Pengurus Pusat GMKI 2018 – 2020
Mahasiswa Sosiologi Pascasarjana UI

Tuntaskan Reformasi

Bara api di tungku reformasi tak mati-mati
Orang-orang berhati gelap meniupnya
atau mengguyurnya dengan air
ada yang menumpuk salju ke atas perapian reformasi
Semangat reformasi tak pernah padam
rakyat terseok-seok menyisir hari dan jalan yang mereka tempuh
terasa ada yang akan binasa, kepedihan tersisa
tapi api reformasi tetap menyala

 

 

Abrakadabra: Penumpang Gelap Reformasi Yang Menjelma Tirani

Cukup sulit  kugambarkan dengan kata-kata
Dua puluh tahun lalu ketika gelora api pembebasan negeri
Tengah diboncengi penumpang gelap yang tak dikenali
Di saat orang-orang sibuk melengserkan kekuasaan yang sudah layu
Ada orang yang mengendap-endap naik di tikungan ketika orang lain lengah.
Dan bajing loncat yang jadi penumpang gelap itu belum berani memperlihatkan diri
Dia bermain dari dalam dan mengatur skenario
Untuk menguasai desain rumah kalian
Pertama penumpang gelap meminta agar penggunaan kata Cuing

RIP Reformasi

Juftazani

 

 

Apa yang terjadi ketika gejolak Reformasi membakar negeri

Di bawah bau amis darah Elang Lesmana dan kawan-kawan

Ada penumpang gelap menyertai awal perjalanan

Derak ranting patah dan Isak Ibu pertiwi

Menangisi kepergian putra terbaiknya

Ke negeri sunyi

 

 

 

Air mata rakyat lebih banyak memberi pesan

Dari apa yang disodorkan semua kata

Zona militer untuk sipil dan mahasiswa yang tertembak di dada

RIP, Selamat Jalan Reformasi

Oleh Haris Rusly Moti

 

Sumber Kapital Kering, Negara Reformasi Terancam Runtuh

Oleh: Haris Rusly Moti*

21 Mei 1998 adalah hari lahirnya sebuah era. Presiden Soeharto menyatakan berhenti setelah berkuasa selama 30-an tahun. Era Orde Baru berakhir. Era reformasi yang berpondasi liberalisme lahir pada hari itu. Satu hari setelah peringatan lahirnya reformasi, 22 Mei, pada hari itu KPU akan menetapkan rekapitulasi suara Pilpres secara nasional.

Indonesian Club: Reformasi Bermutasi Menjadi Kanker Ganas Negeri

KONFRONTASI   -    Hari ini Indonesian Club menggelar bincang konsolidasi bertajuk Keruntuhan Reformasi, Penyelewengan Konstitusi dan Pembajakan Kedaulatan Rakyat. 

Pages