24 August 2019

Ratna Sarumpaet

Suara Kritis Seniman Ratna Sarumpaet di Acara Indonesia Lawyers Club

KONFRONTASI -  Seniman Ratna Sarumpaet, Ingatkan Penyelenggara Negara Republik Indonesia akan kondisi Gawat yang sedang melilit saat ini. Ia menyarankan untuk menonton film “2014”, dimana para penyelenggara Negara bisa berkaca,bagaimana keadaan rakyat Indonesia dewasa ini”. Ratna Sarumpaet menyatakan keprihatinannya terhadap negeri ini dan pada saat tampil di acara Indonesia Lawyers Club beliau menyuruh para pemimpin kita untuk menyaksikan Film 2014.

 

Ratna Sarumpaet Mengaku Tak Terlalu Akrab dengan Sri Bintang

KONFRONTASI-Penyidik Subdit Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Metro Jaya akan memeriksa Ratna Sarumpaet sebagai saksi untuk tersangka kasus dugaan makar Sri Bintang Pamungkas, Kamis (22/12/2016) siang.

Ratna tiba di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada pukul 11.50 WIB. Dia didampingi kuasa hukumnya, Akhmad Leksono dari Advocat Cinta Tanah Air (Acta).

"Intinya saya ke sini sebagai warga negara memenuhi panggilan polisi untuk menjadi saksi dari Pak Sri Bintang," kata Ratna di Mapolda Metro Jaya.

Ratna Sarumpaet: Soal Makar Saya Sudah Kenyang

KONFRONTASI-Ratna Sarumpaet mempertanyakan penggeledahan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap rumah dua tersangka makar, Rachmawati Soekarnoputri dan Sri Bintang Pamungkas.

"Saya terkejut dengar rumah Rachma digeledah, kenapa? Karena secara pribadi saya tak menangkap, sebenarnya mau kemana polisi? Pemerintah mau apa sih yang dicari?," ungkap Ratna sat ditemui di Kantor Ihza & Ihza Law Firm, Kota Kasablanka Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (15/12).

Yusril: Tuduhan Makar Terhadap Ratna dan Rachma Terlalu Jauh

KONFRONTASI-Unsur tuduhan makar kepada Ratna Sarumpaet dan Rachmawati Soekarnoputri dinilai Yusril Ihza Mahendra terlalu jauh. Penangkapan yang dilakukan oleh polisi dianggap sebagai upaya preventif.

"Kelihatannya kalau sampai pelaksanaan makar masih jauh lah. Dan bahwa mereka melakukan rapat-rapat pertemuan kritik pemerintah itu normal saja," ujar Yusril di Hotel Century Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (4/12/2016).

Rachmawati Cs Ditangkap, Jokowi: Tanyakan ke Kapolri

KONFRONTASI - Terkait penangkapan delapan tokoh masyarakat oleh kepolisian sesaat sebelum berlangsung Aksi Bela Islam jilid III "Aksi 212" pada Jumat pagi (2/12), Presiden Joko Widodo menyatakan tanya Kapolri.

Pelanggaran HAM Yang Dilakukan Ahok Sudah Sangat Parah

KONFRONTASI - Aktivis Ratna Sarumpaet, yang mengawal warga Pasar Ikan menggugat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, menerangkan warga menggugat Ahok karena selama proses penggusuran, tidak ada satu pun peraturan yang ditegakkan oleh Ahok dalam mekanisme penggusuran atau relokasi warga. Misalnya, kata Ratna, warga tidak diberi pemberitahuan, tidak ada negosiasi, pembicaraan ganti rugi, bahkan rusun pun tidak diberikan kepada warga.

Ratna Sarumpaet Digiring 15 Polwan & Dituduh Melawan Hukum

KONFRONTASI -  Ratna Sarumpaet, aktivis yang mendampingi warga Pasar Ikan Penjaringan, Jakarta Utara, digiring 15 polisi wanita saat bersama warga menyampaikan harapannya terkait penggusuran pasar ikan pada Senin (11/4/2016) sekitar pukul 10.00 WIB.

"Saya disebut mengeluarkan statement yang provokatif, saya mau dimasukin ke mobil tahanan tadi. Memang saya melakukan kejahatan apa? Memang mendampingi masyarakat suatu kejahatan?" ujar Ratna saat ditemui di mobilnya di dekat gerbang VOC, Galangan.

Jangan Gusur Warga Luar Batang Demi Kepentingan Pengembang!

KONFRONTASI-Seniman sekaligus pegiat hak azasi manusia (HAM) Ratna Sarumpaet, menilai warga yang tinggal di sekitar Masjid Keramat dan Pasar Ikan wilayah Luar Batang, Jakarta Utara, merupakan bagian dari cagar budaya, sehingga tidak boleh direlokasi.

“Museum Bahari, Pasar Ikan, dan Masjid Keramat adalah warisan budaya. Mau tidak mau masyarakat di sekitarnya tidak bisa lepas dari itu,” ujar Ratna Sarumpaet saat berdialog dengan warga kampung Luar Batang, Jakarta, Kamis (7/4).

Ahok: Gua Dulu Diomel-omelin Ratna Sarumpaet

KONFRONTASI - Ahok sapaan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku tidak pernah mendapat dukungan dari Aktivis Ratna Sarumpaet di Pilkada DKI 2012 lalu.

"Kayanya Ratna Sarumpaet dari dulu nggak pernah dukung aku," ujarnya di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (7/9).

Ahok menjelaskan bila sebenarnya Ratna Sarumpaet adalah pendukung calon gubernur nomor urut 1, yakni Fauzi Bowo (Foke).

"Dia tuh dukung Foke, Teman Foke dia," katanya.

Pernyataan Selalu Bersayap, Bukti Jokowi Tidak Jujur?

KONFRONTASI - Presiden Joko Widodo cuma punya dua pilihan. Batalkan pelantikan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai Kepala Polri; atau tetap melantiknya lalu berhentikan segera sehari sesudahnya, kata Aktivis politik, Ratna Sarumpaet.

 

Dia juga mengkritik para ahli tata negara yang mendesak Presiden Joko Widodo untuk cepat melantik BG. Menurut dia, para ahli tata negara itu selalu berpikir berdasar undang-undang, sementara undang-undang yang mereka baca sudah amburadul.

Pages