24 May 2019

Ratna Sarumpaet

Yusril: Tuduhan Makar Terhadap Ratna dan Rachma Terlalu Jauh

KONFRONTASI-Unsur tuduhan makar kepada Ratna Sarumpaet dan Rachmawati Soekarnoputri dinilai Yusril Ihza Mahendra terlalu jauh. Penangkapan yang dilakukan oleh polisi dianggap sebagai upaya preventif.

"Kelihatannya kalau sampai pelaksanaan makar masih jauh lah. Dan bahwa mereka melakukan rapat-rapat pertemuan kritik pemerintah itu normal saja," ujar Yusril di Hotel Century Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (4/12/2016).

Rachmawati Cs Ditangkap, Jokowi: Tanyakan ke Kapolri

KONFRONTASI - Terkait penangkapan delapan tokoh masyarakat oleh kepolisian sesaat sebelum berlangsung Aksi Bela Islam jilid III "Aksi 212" pada Jumat pagi (2/12), Presiden Joko Widodo menyatakan tanya Kapolri.

Pelanggaran HAM Yang Dilakukan Ahok Sudah Sangat Parah

KONFRONTASI - Aktivis Ratna Sarumpaet, yang mengawal warga Pasar Ikan menggugat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, menerangkan warga menggugat Ahok karena selama proses penggusuran, tidak ada satu pun peraturan yang ditegakkan oleh Ahok dalam mekanisme penggusuran atau relokasi warga. Misalnya, kata Ratna, warga tidak diberi pemberitahuan, tidak ada negosiasi, pembicaraan ganti rugi, bahkan rusun pun tidak diberikan kepada warga.

Ratna Sarumpaet Digiring 15 Polwan & Dituduh Melawan Hukum

KONFRONTASI -  Ratna Sarumpaet, aktivis yang mendampingi warga Pasar Ikan Penjaringan, Jakarta Utara, digiring 15 polisi wanita saat bersama warga menyampaikan harapannya terkait penggusuran pasar ikan pada Senin (11/4/2016) sekitar pukul 10.00 WIB.

"Saya disebut mengeluarkan statement yang provokatif, saya mau dimasukin ke mobil tahanan tadi. Memang saya melakukan kejahatan apa? Memang mendampingi masyarakat suatu kejahatan?" ujar Ratna saat ditemui di mobilnya di dekat gerbang VOC, Galangan.

Jangan Gusur Warga Luar Batang Demi Kepentingan Pengembang!

KONFRONTASI-Seniman sekaligus pegiat hak azasi manusia (HAM) Ratna Sarumpaet, menilai warga yang tinggal di sekitar Masjid Keramat dan Pasar Ikan wilayah Luar Batang, Jakarta Utara, merupakan bagian dari cagar budaya, sehingga tidak boleh direlokasi.

“Museum Bahari, Pasar Ikan, dan Masjid Keramat adalah warisan budaya. Mau tidak mau masyarakat di sekitarnya tidak bisa lepas dari itu,” ujar Ratna Sarumpaet saat berdialog dengan warga kampung Luar Batang, Jakarta, Kamis (7/4).

Ahok: Gua Dulu Diomel-omelin Ratna Sarumpaet

KONFRONTASI - Ahok sapaan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku tidak pernah mendapat dukungan dari Aktivis Ratna Sarumpaet di Pilkada DKI 2012 lalu.

"Kayanya Ratna Sarumpaet dari dulu nggak pernah dukung aku," ujarnya di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (7/9).

Ahok menjelaskan bila sebenarnya Ratna Sarumpaet adalah pendukung calon gubernur nomor urut 1, yakni Fauzi Bowo (Foke).

"Dia tuh dukung Foke, Teman Foke dia," katanya.

Pernyataan Selalu Bersayap, Bukti Jokowi Tidak Jujur?

KONFRONTASI - Presiden Joko Widodo cuma punya dua pilihan. Batalkan pelantikan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai Kepala Polri; atau tetap melantiknya lalu berhentikan segera sehari sesudahnya, kata Aktivis politik, Ratna Sarumpaet.

 

Dia juga mengkritik para ahli tata negara yang mendesak Presiden Joko Widodo untuk cepat melantik BG. Menurut dia, para ahli tata negara itu selalu berpikir berdasar undang-undang, sementara undang-undang yang mereka baca sudah amburadul.

Semua Pimpinan KPK Diminta Mundur

KONFRONTASI - Bila publik menginginkan Polri dan Kapolri bersih dari korupsi dan tindak kejahatan lainnya, maka publik harus juga bersikap serupa terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

"Sama saja. Kita berhak menuntut KPK bersih seperti halnya kita ingin Polri bersih," tegas aktivis politik, Ratna Sarumpaet (Senin malam, 9/2).

Ratna mengaku masih sangat berharap KPK tidak "digerogoti" dalam upaya pemberantasan korupsi. 

"Tapi, yang menjaga KPK harus orang-orang bersih," tambah dia. 

Budi Gunawan Digantung, Ratna Sarumpaet: Jokowi Jangan Berlagak Pilon

KONFRONTASI - Aktivis politik, Ratna Sarumpaet mengingat Presiden Joko Widodo jangan berlagak pilon. Menurutnya, Jokowi  cuma punya dua pilihan. Batalkan pelantikan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai Kepala Polri; atau tetap melantiknya lalu berhentikan segera sehari sesudahnya.

Dia juga mengkritik para ahli tata negara yang mendesak Presiden Joko Widodo untuk cepat melantik BG. Menurut dia, para ahli tata negara itu selalu berpikir berdasar undang-undang, sementara undang-undang yang mereka baca sudah amburadul.

Pages