24 May 2019

Ratna Sarumpaet

Terkait Kasus Ratna, Ketua DPR Minta Dua Kubu Capres-Cawapres Tahan Diri

konfrontasi-Pasca-terungkapnya cerita hoax  penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet (RS), Ketua DPR  Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta pendukung kedua pasangan calon presiden agar sama-sama menahan diri dan menciptakan suasana yang kondusif, agar masyarakat tetap dapat melakukan kegiatan dengan nyaman tanpa rasa saling curiga dan kebisingan yang tidak perlu.

“Yang dibutuhkan bangsa ini adalah ketenangan dan situasi yang kondusif dalam menghadapi tantangan ekonomi dan pemilu ke depan,” ujar Bamsoet, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Keluarga Belum Diizinkan Jenguk Ratna Sarumpaet

KONFRONTASI-Polri belum mengizinkan keluarga membesuk aktivis Ratna Sarumpaet di Polda Metro Jaya. Pasalnya, Ratna masih menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus penyebaran berita bohong.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, alasan keluarga belum diperbolehkan menjenguk Ratna karena masih dalam proses pemeriksaan dan belum selesai hingga kini. Setiap tersangka, baru bisa dijenguk keluarga bila sudah resmi ditahan.

Rekening Ratna Sarumpaet Diselidiki Polisi

KONFRONTASI-Penyidik Polda Metro Jaya akan menyelidiki rekening milik aktivis Ratna Sarumpaet yang diduga digunakan untuk mengumpulkan donasi kapal tenggelam di Danau Toba Sumatera Utara dan biaya operasi plastik.

Mau Kabur ke Chile, Ratna Sarumpaet Diamankan Polisi di Pesawat

KONFRONTASI - 

Robohnya Satu Merah Panggung dari Hamlet sampai Othello

Oleh Aendra Medita *)

Hamlet adalah sandiwara tragedi karya William Shakespeare yang ditulis sekitar tahun 1599-1601. Drama ini adalah salah satu tragedi Shakespeare yang terkenal. Terjemahan ke dalam bahasa Indonesia berjudul Hamlet, Pangeran Denmark.

Ratna Sarumpaet kembali Diperiksa Penyidik Polda Metro

KONFRONTASI - Ratna Sarumpaet masih harus menjalani pemeriksaan di kantor Polda Metro Jaya. Ia ditangkap tadi malam (Kamis, 4/10) saat hendak bertolak ke Chile dari Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten. Ratna rencananya menghadiri acara Internasional Woman Playwrights International Conference 2018 yang dihelat 7-12 Oktober 2018 di kota Santiago. Namun urung karena dicegah petugas imigrasi bandara.

Ratna Sarumpaet Diajak Bergabung ke Jokowi

KONFRONTASI - Relawan Jokowi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat) menaruh empati kepada Ratna Sarumpaet yang dipecat dari jajaran tim pemenangan pasangan capres/cawapres Prabowo Subianto/Sandiaga Uno.

Ketua Almisbat Sumut Sahat Simatupang bahkan mengajak pegiat seni dan aktifis tersebut untuk masuk dalam barisan relawan Jokowi.

“Tentu jadi kejutan besar untuk relawan Jokowi. Saya mengajak Ratna bergabung dengan Almisbat,” kata Sahat dikutip RMOLSumut.com, Kamis (4/10).

Ratna Sarumpaet, Operasi Plastik atau Operasi Intelijen?

Oleh: Fajar Shadiq

Manusia tak pernah berbohong begitu besar kecuali setelah berburu, selama masa perang atau sebelum masa pemilu (Otto von Bismarck).

Dunia ini adalah panggung sandiwara. Istilah itu mungkin dikenal publik Indonesia lewat suara emas Nike Ardilla. Mojang Bandung penuh bakat di era 90-an. Namun, sejatinya istilah itu lebih dahulu dikenalkan oleh sosiolog Kanada, Erving Goffman.

Kebohongan Ratna Sarumpaet Dianggap Merusak Generasi Muda

KONFRONTASI - Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) dan Informasi Darma Wanita Persatuan (DWP), Susana Suryani Sarumaha mengatakan, Ratna Sarumpaet memang sudah meminta maaf, tapi proses hukum tetap harus dilanjutkan.

"Karena perbuatannya adalah berita bohong yang sudah sangat viral dan sangat mengganggu ketenteraman hidup banyak orang," katanya Jumat (5/10).

Menurut dia, ulah RS bisa merusak generasi muda. Sebagai seorang ibu dan aktivis terkenal, kritik Susana, seharusnya Ratna memberikan contoh yang baik.

Mengapa Ratna Sarumpaet Harus Berbohong?

Oleh : Hersubeno Arief

Presiden Amerika Serikat Abraham Lincoln pernah mengatakan “tidak ada manusia yang sanggup mengingat dengan baik untuk bisa menjadi pembohong yang sukses.’’

Pernyataan Presiden yang dikenang karena menghapus perbudakan itu sangat benar adanya. Kebohongan yang disampaikan Ratna Sarumpaet (RS), bahwa dia digebuki sejumlah orang di Bandung, hanya bertahan sehari.

Pages