19 June 2019

Ratna Sarumpaet

Ratna Sarumpaet: Saya Disebut Ratu Pembohong

KONFRONTASI-Terdakwa kasus berita berita bohong atau hoax, Ratna Sarumpaet meyakini dirinya tak melakukan tindak pidana informasi bohong. Ratna menegaskan ia tak ada maksud membuat keonaran di masyarakat.

"Saya tekankan kembali bahwa tidak ada maksud saya membuat keonaran atau kekacauan di kalangan masyarakat. Apalagi bermaksud untuk menimbulkan rasa permusuhan di kalangan rakyat, individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA," kata Ratna di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa 18 Juni 2019.

Untuk Menghadapi Sidang Pemeriksaan Ratna Sarumpaet Minta Maaf Tidak Puasa

KONFRONTASI -  Terdakwa Ratna Sarumpaet kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada Selasa (14/5/2019) pagi. Agenda sidang hari ini ialah pemeriksaan terdakwa dan alat bukti.

Dengan kata lain, hari ini Ratna akan memberikan keterangannya di dalam persidangan. Oleh karena itu, ia memilih untuk tidak berpuasa hari ini. Ia pun meminta maaf atas hal tersebut.

“Engga (puasa). Itu salah satu persiapan, jadi saya meminta maaf,” ujar Ratna ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Selasa (14/5/2019) pagi.

Ratna Sarumpaet Pusing Jalani Sidang Saat Puasa

KONFRONTASI -  Setelah satu pekan absen dari persidangan, Selasa (7/5/2019) pagi ini, terdakwa Ratna Sarumpaet kembali menjalani sidang kasus penyebaran berita bohong terkait penganiayaan dirinya.

Menjalani masa tahanan dan persidangan selama Ramadhan, Ratna bertekad tetap menjalankan ibadah puasa. Ia mengungkapkan, pada hari pertama kemarin puasanya pun berjalan lancar.

“Puasa masih jalan sampai sekarang. (Hari pertama puasa) lancar,” ujar Ratna ditemui sebelum sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (7/5/2019).

Pasangan Rio Dewanto, Atiqah Posting Screenshot Twit Fahri Hamzah, Ratna Sarumpaet Diminta Ingat Umur

KONFRONTASI Atiqah Hasiholan tampakanya belum merasakan keadilan atas perlakukan hukum terhadap ibunya, Ratna Sarumpaet. Hal itu tampak ketika pasangan Rio Dewanto itu mengunggah screenshot kicauan Fahri Hamza di akun Intagram miliknya.

Dalam unggahan itu, Atiqah memposting ulang unggahan pemilik akun Twitter @fahrihamzah yang sudah discreenshot, dengan keterangan,"sekali lagi bukan postingan 01 atau 02. Terima kasih pandangannya pak@fahrihamzah,respect."

Akhirnya, Majelis Hakim Tolak Eksepsi Ratna Sarumpaet

KONFRONTASI - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak eksepsi terdakwa kasus pembuat keonaran Ratna Sarumpaet. Hal ini disampaikan majelis hakim dalam sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (19/3/2019). 

"Mengingat Pasal 143 dan pasal lain yang bersangkutan mengadili, satu, menolak eksepsi penasihat hukum terdakwa atas dakwaan jaksa penuntut umum untuk seluruhnya," ujar Hakim Jhoni di PN Jakarta Selatan, Selasa (19/3/2019).

 

Rizal Ramli: Jokowi Kasih Data Ngasal, Jika Ratna Sarumpaet Ratu Hoaks, Siapa Raja Hoaksnya?

KONFRONTASI -  Kesalahan data dalam penyampaian saat debat capres yang dilakukan Jokowi hingga saat ini masih menuai reaksi banyak pihak. Salah satunya tokoh nasional, Rizal Ramli yang mengatakan bahwa tak seharusnya memberikan penjelasan berupa angka, yang akan menyulitkan masyarakat dalam memahaminya.

Ia menceritakan, saat menjadi menteri di era Gus Dur. Menurutnya, banyak hal dalam tehnik penyampaian pessan kepada rakyat yang dilakukan oleh Gus Dur, sehingga dapat dipahami dan mudah dimengerti.

Pakar: Kasus Ratna Sarumpaet Murni Pidana, Bukan Politik

KONFRONTASI-Pakar Hukum Pidana, Romli Atmasasmita, menyatakan kasus penyebaran berita bohong atau hoax yang dilakukan Ratna Sarumpaet murni hukum pidana bukan kepentingan politik seperti yang dituding berbagai pihak.

"Kalau saya ahli hukum, itu murni pidana tidak ada politik. Mulutnya kan salah karena bohong, fitnah," kata Romli kepada wartawan, Sabtu, 2 Februari 2019.

Menurut dia, kasus Ratna yang sekarang sudah tahap kedua dilimpahkan berkas dan tersangkanya oleh kepolisian ke kejaksaan sebagai tanda kasus tersebut sudah memiliki cukup bukti permulaan. Karena itu, bisa segera diproses persidangan.

"Kalau sudah sampai P21 berarti sudah bukti permulaan, sudah cukup bukti dan sudah bisa disidang," ujarnya.

Bahkan, Romli mengatakan kasus penyebaran hoax ini tidak hanya berhenti kepada Ratna karena sudah masuk ke kejaksaan. Maka, tidak menutup kemungkinan kepolisian bisa menambah tersangka lagi selain Ratna.

"Kita lihat kalau kejaksaan membuat P21 lengkap berarti yang lain bisa jadi tersangka, turut menyebarluaskan hoaks. Enggak (berhenti di Ratna), banyak kalau polisi mau usut," ujarnya.

Kejaksaan Segera Serahkan Ratna Sarumpaet ke Pengadilan

KONFRONTASI -  Aktivis Ratna Sarumpaet yang juga tersangka kasus dugaan penyebaran informasi bohong (hoaks) tak lama lagi akan segera menjalani persidangan.

Dikembalikan ke Penyidik, Kejati DKI Belum Terima Kembali Berkas Ratna Sarumpaet

KONFRONTASI -   Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta hingga saat ini belum menerima kembali berkas kasus pembohongan publik (hoax) atas nama tersangka Ratna Sarumpaet (RS) dari penyidik Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, tim jaksa peneliti pada 22 November 2018 mengembalikan berkas kepada penyidik karena dianggap belum lengkap baik formil maupun materil.

Ratna Sarumpaet, La Nyalla Dimana Bedanya?

Oleh:   Dr. Chazali H. Situmorang, Dosen FISIP UNAS, Pemerhati Kebijakan Publik)

 

 

Masih ingat kasus RS beberapa bulan yang lalu, yang menghebohkan dunia persilatan perpolitikan di Indonesia.  RS menyebarkan foto babak belur dipukuli  beberapa orang di Bandung, sampai bonyok. Kebetulan RS adalah Tim Nasional Kampanye PADI dan bersuara vokal dan sering mengalami persekusi dalam berbagai gerakannya dalam mensosialisasi #2019 Ganti Presiden.

Pages