21 February 2019

Ratna Sarumpaet

Rizal Ramli: Jokowi Kasih Data Ngasal, Jika Ratna Sarumpaet Ratu Hoaks, Siapa Raja Hoaksnya?

KONFRONTASI -  Kesalahan data dalam penyampaian saat debat capres yang dilakukan Jokowi hingga saat ini masih menuai reaksi banyak pihak. Salah satunya tokoh nasional, Rizal Ramli yang mengatakan bahwa tak seharusnya memberikan penjelasan berupa angka, yang akan menyulitkan masyarakat dalam memahaminya.

Ia menceritakan, saat menjadi menteri di era Gus Dur. Menurutnya, banyak hal dalam tehnik penyampaian pessan kepada rakyat yang dilakukan oleh Gus Dur, sehingga dapat dipahami dan mudah dimengerti.

Pakar: Kasus Ratna Sarumpaet Murni Pidana, Bukan Politik

KONFRONTASI-Pakar Hukum Pidana, Romli Atmasasmita, menyatakan kasus penyebaran berita bohong atau hoax yang dilakukan Ratna Sarumpaet murni hukum pidana bukan kepentingan politik seperti yang dituding berbagai pihak.

"Kalau saya ahli hukum, itu murni pidana tidak ada politik. Mulutnya kan salah karena bohong, fitnah," kata Romli kepada wartawan, Sabtu, 2 Februari 2019.

Menurut dia, kasus Ratna yang sekarang sudah tahap kedua dilimpahkan berkas dan tersangkanya oleh kepolisian ke kejaksaan sebagai tanda kasus tersebut sudah memiliki cukup bukti permulaan. Karena itu, bisa segera diproses persidangan.

"Kalau sudah sampai P21 berarti sudah bukti permulaan, sudah cukup bukti dan sudah bisa disidang," ujarnya.

Bahkan, Romli mengatakan kasus penyebaran hoax ini tidak hanya berhenti kepada Ratna karena sudah masuk ke kejaksaan. Maka, tidak menutup kemungkinan kepolisian bisa menambah tersangka lagi selain Ratna.

"Kita lihat kalau kejaksaan membuat P21 lengkap berarti yang lain bisa jadi tersangka, turut menyebarluaskan hoaks. Enggak (berhenti di Ratna), banyak kalau polisi mau usut," ujarnya.

Kejaksaan Segera Serahkan Ratna Sarumpaet ke Pengadilan

KONFRONTASI -  Aktivis Ratna Sarumpaet yang juga tersangka kasus dugaan penyebaran informasi bohong (hoaks) tak lama lagi akan segera menjalani persidangan.

Dikembalikan ke Penyidik, Kejati DKI Belum Terima Kembali Berkas Ratna Sarumpaet

KONFRONTASI -   Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta hingga saat ini belum menerima kembali berkas kasus pembohongan publik (hoax) atas nama tersangka Ratna Sarumpaet (RS) dari penyidik Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, tim jaksa peneliti pada 22 November 2018 mengembalikan berkas kepada penyidik karena dianggap belum lengkap baik formil maupun materil.

Ratna Sarumpaet, La Nyalla Dimana Bedanya?

Oleh:   Dr. Chazali H. Situmorang, Dosen FISIP UNAS, Pemerhati Kebijakan Publik)

 

 

Masih ingat kasus RS beberapa bulan yang lalu, yang menghebohkan dunia persilatan perpolitikan di Indonesia.  RS menyebarkan foto babak belur dipukuli  beberapa orang di Bandung, sampai bonyok. Kebetulan RS adalah Tim Nasional Kampanye PADI dan bersuara vokal dan sering mengalami persekusi dalam berbagai gerakannya dalam mensosialisasi #2019 Ganti Presiden.

Bantah Terlibat Kasus Ratna Sarumpaet, Rocky Gerung Tegaskan Sedang di Puncak Elbrust Saat Peristiwa Itu Terjadi

KONFRONTASI-Akademisi  Universitas Indonesia (UI) Rocky Gerung menegaskan tidak terlibat penyebaran foto maupun berita bohong yang menyeret aktivis Ratna Sarumpaet.

Hal itu ditegaskan Rocky usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus ujaran kebohongan Ratna Sarumpaet di Polda Metro Jaya, Selasa.

"Saya memenuhi panggilan penyidik dan sudah diterangkan bahwa saya tidak mengetahui peristiwa itu," kata Rocky.

Rocky menyebutkan penyidik mengajukan 10 pertanyaan seputar sepengetahuannya soal fakta kasus Ratna Sarumpaet.

Terbongkar, Kasus Penipuan Bermodus Uang Raja, Ratna Sarumpaet Salah Satu Korbannya

KONFRONTASI-Petugas Polda Metro Jaya mengungkap kasus tindak pidana penipuan bermoduskan keberadaan uang raja senilai Rp23 triliun pada sejumlah bank di Singapura dan Bank Dunia.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono, di Jakarta, Senin, menuturkan polisi menangkap tersangka HR (39), DS (55), AS (58), dan RM (52).

"Satu pelaku berinisial TT masih dalam pengejaran," kata dia.

Ia menuturkan salah satu korban penipuan yakni aktivis Ratna Sarumpaet yang menjadi tersangka ujaran kebohongan melalui media.

Polisi Sita Ponsel Nanik S Deyang Terkait Kasus Ratna Sarumpaet

KONFRONTASI-Penyidik Polda Metro Jaya menyita telepon seluler milik Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subinto-Sandiaga Uno, Nanik S Deyang terkait sebagai saksi ujaran kebohongan Ratna Sarumpaet.

"Disita untuk barang bukti," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Jumat.

Argo mengatakan penyidik mengamankan telepon seluler milik Nanik untuk menjadi barang bukti yang dihadirkan pada persidangan Ratna Sarumpaet.

Kasus Ratna Sarumpaet: Polisi Agendakan Periksa Atiqah Hasiholan

KONFRONTASI-Artis Atiqah Hasiholan diagendakan menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus yang mendera ibunya, Ratna Sarumpaet di Polda Metro Jaya.

"Nanti (Selasa) malam pemeriksaannya," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Selasa.

Selain Atiqah, Argo mengatakan penyidik juga akan meminta keterangan asisten Ratna Sarumpaet.

Dahnil Merasa Tertipu dengan Kebohongan Ratna Sarumpaet

KONFRONTASI-Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Simanjuntak, mengaku tertipu tersangka ujaran kebohongan Ratna Sarumpaet terkait pengakuannya menjadi korban pengeroyokan.

"Saya merasa tertipu Ratna Sarumpaet," kata dia, usai diperiksa di Polda Metro Jaya, Selasa. Ia mendapatkan 43 pertanyaan dari penyidik dalam kapasitas sebagai saksi ujaran kebohongan Ratna Sarumpaet.

Pages