22 September 2019

rakyat

Premi BPJS Naik, Rakyat Kian Terpalak

Oleh : Miniarti Impi
Member WCWH

Iuran BPJS Naik, Listrik Naik, Pajak Naik, Terus Rakyat Mau Makan Apa ?

Oleh : Nasrudin Joha 

 

Luar biasa zalim rezim ini, belum juga dilantik untuk periode kedua, sejumlah kebijakan yang akan mencekik rakyat telah dipersiapkan. Pada saat yang sama, rezim justru pamer kemewahan dengan rencana membeli sejumlah mobil dinas untuk Presiden, menteri dan pejabat tinggi, yang menekan anggaran hingga ratusan miliar.

Pemerintah sudah bulat menaikkan iuran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan sebesar 100 persen berdalih untuk menutup defisit JKN.

Kenapa Rakyat Harus Kritik Jokowi

Oleh : Syafril Sjofyan

 

 

 

Pernyataan Presiden Jokowi untuk periode kedua ini dia tidak punya beban. Artinya apapun yang akan diperbuat tidak akan mempengaruhi terhadap citra dan kinerja Jokowi secara pribadi, karena sesuai UU dia sudah tidak bisa lagi mencalonkan diri sebagai Presiden pada tahun 2023, itu sebabnya dari pihak istana ada pernyataan bahwa Jokowi bisa/akan melakukan hal “gila”.

Analis: Kalau Iuran BPJS dan Tarif Listrik Naik maka Jokowi jadi ''Raja Tanpa Mahkota''?

KONFRONTASI- Masyarakat kecewa, marah dan frustasi kalau benar bahwa rencana pemerintah  ingin menaikkan iuran BPJS Kesehatan, dan tarif listrik  karena subsidi dicabut. Demikian pandangan para sopir taksi dan tukang ojek mengomentari kemungkinan iuran BPJS dinaikkan dan tarif listrik juga naik.''Kalau benar iuran BPJS  dan tarik listrik naik, maka masyarakat menilai Jokowi sudah menjadi Raja yang kehilangan mahkota, raja tanpa mahkota,'' kata analis politik dan ekonomi F Reinhard MA dan Nehemia Lawalata, tokoh GMNI.

Sejumlah 51,8% Rakyat Indonesia Hidup Miskin, Tak Layak

KONFRONTASI- Sejumlah 51,8% Rakyat Indonesia Hidup Tak Layak. Hasil riset yang dilakukan Megawati Institute bekerja sama dengan Sigma Phi menunjukkan bahwa sebanyak 137 juta penduduk atau 51,8% penduduk Indonesia hidup tidak layak karena kebutuhan dasarnya sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 belum terpenuhi.

M Nalar dari Tim Riset Sigma Phi mengungkapkan bahwa pihaknya menggunakan 6 indikator menghitung hak-hak dasar (basic rights) seperti kesehatan, pendidikan, pekerjaan, pangan, air minum, dan perumahan yang layak.

Rakyat Kembali Sendirian

KONFRONTASI -   Dari ILC tadi malam yg dihadiri Sandi Uno, Dwiria Latifa (PDIP), Akbar Faisal (Nasdem), Fahri Hamzah (GARBI), Kapitra Selekta (Alumni 212 yg dukung Jokowi), Haikal Hasan (PA 212), Permadi Abu Janda, Rocky Gerung dan Ridwan Saidi, semua mengingatkan ancaman tekanan ekonomi yg akan melanda Indonesia.

Rakyat Rasa Yatim Piatu

Oleh: Yuyun Rumiwati
Muslimah Peduli Generasi dan Peradaban

Kondisi rakyat kian memprihatinkan.  Ibarat anak yatim piatu,  tanpa periayahan (pengurusan ) dari ayah ibu.  Penguasa yang diharapkan melayani, namun berperan sekedar pembuat regulasi. 

Utang Terus Membengkak Rakyat Menjadi Korban, Hingga Akhir Mei 2019 Rp4.571,89 Triliun

KONFRONTASI - Posisi utang hingga akhir Mei 2019 menurut Kementerian Keuangan, mencapai Rp 4.571,89 triliun. Posisi utang saat ini mengalami peningkatan dari April 2019 yang sebesar Rp 4.528 triliun. Dibandingkan dengan Mei 2018 mengalami peningkatan dari posisi Rp4.169 triliun.

Selamatkan Bangsa dan Rakyat Kita Indonesia

KONFRONTASI - Akankah Anda Berdiam Diri

Menyaksikan Kenyataan ini?

 

 

Setiap warga negara Indonesia yang benar-benar mencintai bangsa dan tanah airnya dan ingin melihat masa depan yang lebih cerah bagi keluarga, anak-cucu dan saudaranya sebangsa perlu merenungkan tulisan berikut ini.:

Demo GNKR, Daulat Rakyat: Era Jokowi Kembali ke Rezim Otoriter

KONFRONTASI-  Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) mendatangi Wiranto di kantornya Kemenkopolkam...
''Ada dugaaan Wiranto di balik terjadinya Kriminalisasi yg menimpa sejumlah ulama dan Aktivis kritis al Egi Sujana..Lius Sungkarisma..Kivlan zen, Ustaz Sambo  serta pemanggilan tiada henti sejumlah aktivis dan ulama lain,'' kata Andrianto dari GNKR.

Pages