31 March 2020

Puisi

Puisi Ang Jasman : Haus

HAUS

Oleh:Ang Jasman

 

ada percik air jatuh di kepala dan harum tanah

di pertigaan Jatipadang jalan mulai lengang dan senyap

 

ranting-ranting basah berbagi tetes kesegaran. di pucuknya

disapanya haus dan laparku yang berdendang seharian.

 

tirai rinai melayang turun hingga penghabisan. di mata pejam

terbayang jalan, rumah, sawah-ladang berpesta basah.

bumi yang menyusu pada alam selalu bawa kisah abadi

 

di keteduhan tepi jalan tapi kenapa tenggorokan ini

Puisi Nia Samsihono : Bulan Purnama

Antara dedaunan pinus sinarmu menerpa
Angin gunung Slamet mengusik malam pepohonan damar
Bisik-bisik ranting mencoba mencipta suara
Alam tenggelam dalam kenangan cinta

Antara semak kita bertutur sapa
Tentang rupa serangga yang merayap di sela-sela kaki kita
Lalu matamu bercahaya
Bagai purnama menyinari bentala

Kenangan itu menuntun langkah kita
Berpadu

6 November 2014.

*) Nia Samsihono, puisi-puisinya dimuat dalam beberapa Antologi, salah satunya 'Tujuh Perempuan Langit' Saat ini tinggal di Jakarta.(kf)

Masih Tentang Peru : Puisi-puisi Moh. Gufron Cholid

MASIH TENTANG PERU
:Shasha Shakierah

shasha, keterasingan menepi
kau tinggalkan kamar-kamar nyeri

peru, puisi
mimpi dan cinta
yang menempati dada

sebab impian mesti dijemput
keterasingan terus kau rajam
sebab peru degup waktu
degup puisi
ada yang tak henti kau gali
keyakinan dalam diri

peru, puisi
mimpi dan cinta
yang menempati dada
tak pernah kau biarkan
sunyi menerkam keyakinan

Puisi Dewi Nurhalizah : Isak Yang Terserak

yung yung yung
yung yung yung
biyung biyung duh biyung
yang digarba suci ku meringkuk
yang di tapak kakimu ku angslup
yang di payudaramu kutumbuh
yang di keringatmu ku dipeluk
yang di degubmu aku berayun
yang restumu mendahului hyang

Susi Berpuisi bagian dari Pelarian Diri !

KONFRONTASI- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti  jelas bukan penyair, dan ia menulis sebuah puisi dan mengunggah puisi di laman Facebooknya.

Susi mencurahkan isi hatinya yang belakangan ini menjadi kontroversi. Pendapat negatif membuat dirinya termotivasi untuk maju.

Berikut kutip puisi yang diposting Susi di laman Facebooknya, Sabtu (1/11/2014);

Bukan tampilan seseorang yang membuat seseorang itu maju.
Tetapi tekad dan kejujuran itu sendiri yg akan membuat kita maju.
Karena senjata kita di dunia ini cuma mulut.

Rangkaian Puisi Untuk Jokowi : Untuk Mas Joko Karya Sulis Bambang

Untuk Mas Joko

Mas Joko,
Sore sudah akan pergi, sisakan gelap
Jantung dan hati merindu desau angin
Kangennya bertumpuk penuhi cakrawala
Kapan berita itu kan datang?
Membawa segala harap yang berpuluh tahun mengendap

Mas Joko,
Jangan terlalu lama diam
Malam kelam siap menerkam
Ratusan juta jiwa terlalu lama bungkam
Ingin berontak, tak mau lagi lebam
Menuntut sejahtera, hidup tentram

Rangkaian Puisi untuk Jokowi : Kekuasaan dan Boneka oleh Damar Krisetyo Wicaksono

Kekuasaan dan Boneka

 
Bukit itu nampak berbaris rapi
Bersanding pada segerombolan awan
Menyelimuti cakrawala membentang

Indonesia masih menampakan wajahnya
Di ujung lorong yang kian menghujam
Pada sisi hitam bermandikan tahta kemegahan

Ruang lingkup semakin menyempit
Raga tak berjiwa saling menikam
Kucuran air mata silih berganti
Mewarnai ibu pertiwi

Rangkaian Puisi untuk Jokowi : "Kapal" oleh Sunu Wasono

"KAPAL"

Oleh : Sunu Wasono

di dermaga orang telah lama berkemas

begitu kautiup peluitmu, kami bergegas

beratus juta orang di negeri ini telah lama cemas

mereka ingin yang kaudengungkan di masa itu kini benar-benar menetas

Jokowi kini kau nakhoda kami

di geladakmu jutaan orang menanti. di layarmu rakyat menyemai mimpi

tembus dan jelajahi laut dengan berani/labuhlah slogan di kedalaman jaladri

jangan sekali menepi sebelum mimpi tergapai

Depok,2014.

Rangkaian Puisi untuk Jokowi : Catatan Pendek untuk Jokowi Karya Driya Widiana MS

Catatan Pendek Untuk Jokowi

Oleh : Driya Widiana MS

lewat Pakdhemu
Pak Miyono
aku mengenal Ibumu
Ibu Wiji aku memanggilnya
karena Pakdhemu pula
Ibumu menjadi pelangganku
membeli gergaji bulat (circular saw)
untuk mengolah kayu
kau pernah bertemu
dan bersalaman denganku
kala itu
tapi sekarang
aku yakin
kau tak ingat lagi
karena sudah berpuluh tahun tak jumpa.

Semarang, Oktober 2014.

*) Driya Widiana MS, Penyair Senior pengasuh Acara Kumandang Sastra (KuSas) RRI Semarang.(Kf)

Rangkaian Puisi Untuk Jokowi : Pengadilan Rakyat Karya Edi S Febri

PENGADILAN RAKYAT.

/pengadilan rakyat /pengadilan Tuhan /keseimbangan hukum alam

///

/ada asap /ada api

//

/ada aksi /ada reaksi

//

/rakyat senang /tahta langgeng bertahan

//

/harga BBM menjulang /tahta terjengkang

///

/pengadilan rakyat bukan pengadilan jalanan /kuasa rakyat kehendak Tuhan

SEMARANG, 20.10.2014.

*) Edi S Fabri, Saat ini tinggal dan berkaya di Semarang, bergabung dengan Kumandang Sastra (KuSas) Semarang. (Kf)

Pages