13 November 2019

Puisi

Puisi Pemberontakan di Lapangan Tiannanmen 4 juni 1989 (76

HEBATNYA ALIRAN DARAH KORBAN PEMBANTAIAN TIANNANMEN BAGAIKAN HUJAN DERAS

 

Juftazani

 

Hentikan Persekusi – Puisi Emitha Thamrin

Hentikan Persekusi

Tiba-tiba persekusi marak
Pelanggaran hukum berserak-serak
Tidak lagi oleh preman bayaran
Tapi oleh penegak hukum di bawah tekanan

Oh, Indonesiaku
Dulu kau dikenal bangsa yang ramah
Murah senyum dan nihil amarah
Tapi kenapa kini kau terlihat sangar
Berprilaku ganas menatap nanar

Rasa kemanusiaanku kini tercoreng
Pada prilaku ormas berseragam loreng
Di mana keadilan itu kalian letakkan
Jika beda pendapat kalian beringasan

Perjalanan Balik Api Malari 2014 -1974 (1

Harimau Malari Mengaum Lagi

 

 

Oleh: Juftazani

 

Di tengah perjalanan Indonesia penuh debu dan kobaran lumpur pengkhianatan

Harimau Malari Mengaum Lagi

Mulut-mulut kouptor yang penuh disumpal uang hasil maling

Negara terseok-seok , dengar tangis anak-anak  putus sekolah dan kelaparan

Satu persatu tokoh-tokoh Malari turun gunung

Menangkis sepakan kuda-kuda dari Cina

Puisi Pemberontakan di Lapangan Tiannanmen 4 juni 1989 (69)

 

---------------------------------------------------------

DEMONSTRASI PALING GILA DAN BERDARAH DI TIONGKOK

 

-
Oleh: Juftazani

 

Puisi Cinta Romantis Kahlil Gibran

Nyanyian Sukma


 
Di dasar relung jiwaku Bergema nyanyian tanpa kata;
sebuah lagu yang bernafas di dalam benih hatiku,


 
Yang tiada dicairkan oleh tinta di atas lembar kulit ;
ia meneguk rasa kasihku dalam jubah yg nipis kainnya,
dan mengalirkan sayang, Namun bukan menyentuh bibirku.


 
Betapa dapat aku mendesahkannya?
Aku bimbang dia mungkin berbaur dengan kerajaan fana
Kepada siapa aku akan menyanyikannya?
 

Puisi Perayaan Kerdekaan Republik Indonesia Yang Ke 73

Oleh: Juftazani

 


1

 

Untuk apa kita merdeka
Jika hanya menjadi budak-budak pemimpin yang lemah syahwatnya
Untuk apa kita bebas
Dari kungkungan neraka kapitalis yang diundang dan dijadikan mitra
Pemimpin-pemimpin yang haus kekuasaan
Dan kehilangan jati jiwa?

 

 

Puisi Pejuangan Aceh 3

Rakyat Aceh Ditakut-takuti Dengan Kepala Tengku Jalil 

                 

juftazani 


pemberontakan aceh seperti kobaran api yang terus membara
kaphe-kaphe jepang membawa-bawa kepala tengku jalil 
yang telah dipancung dari lehernya
tentara-tentara kaphe nipon itu mengira
rakyat  akan takut dan ciut nyali melawan jepang

Puisi Pejuangan Aceh 2

":Talet Ase, Jitamong Bui!"

 

Oleh: juftazani

 

Motor Trail: Puisi Dedhi Suharto

Setiap menuju ke mesjid beberapa hari ini 

Allah selalu mengutus hambaNya menghampiri

Sepeda motor yang memberi boncengan
Becak yang memberi tumpangan
Becak lagi yang mengantarkan

Maka aku berharap bertemu becak itu kembali
Semoga membuat rehat aku punya kaki
Maka kutengok kanan kiri
Aih, tak ada becak di jalan yang sepi ini

DKB Kecam Lomba Baca Puisi Berhadiah Serbet

KONFRONTASI-Dewan Kesenian Banten (DKB) mengecam dan menyatakan keprihatinan yang mendalam atas kasus pemberian hadiah serbet dalam lomba baca puisi Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten pada Rabu, 2 Mei 2018 lalu. 

Pages