26 June 2019

Puisi

Puisi: Persatuan Bangsa

Karya : Muhammad Lutfi

Persatuan kita adalah barikade baja

Tak tertembus peluru nyasar

Tak mempan nuklir dan penjajahan

Karena kita adalah suara demokrasi yang bijak

Yang memiliki bara semangat tak padam

Pusaka kita Indonesia

Bersinar berjaya raih kemenangan

Kemandirian kita melawan kebohongan

Karena kita sejak dulu dibutakan oleh adu domba

Dan hal yang menerpa kedaulatan negeri ini

Indonesia pusaka

Islam, Jalan Sukses Tercepat Dalam Kehidupan Dunia Hingga Akhirat

Juftazani

 

 

Islam bukan hanya agama 'langit'
Islam menapak kuat di bumi
Setiap Muslim bukan pemimpi 
Setiap Muslim tahu dengan alat canggih “Theo-stationary dan Geo-stationary”
Dimana posisinya saat ini
Apa yang harus ia lakukan dan kemana ia akan pergi

 

Wow, Puisi dan Doa Neno Warisman di Munajat 212 Ramai Diperbincangkan

KONFRONTASI -  

Doa dan puisi Neno Warisman menjadi perbincangan di jagat media sosial. Salah satu bagian dari doanya disoal netizen soal kalimat tidak akan adalagi yang menyembah Allah.

Dalam acara Munajat 212 di Monas, Kamis (21/2), Neno didapuk untuk menjadi pembaca doa dan puisi. Total 1o menit 20 detik, Neno berbica di depan massa Munajat 212.

Kemana Tanggung jawab Menkeu Sri Mulyani? Indonesia Rugi Rp 121 T Dan 6,7 Milyar Dolar AS

KONFRONTASI- Pemerintah Indonesia pada era 2006-2010, di bawah Menteri Keuangan Sri Mulyani, telah melakukan kebijakan yang merugikan Keuangan Negara.

Demikian disampaikan Pengamat ekonomi politik dari Lingkar Studi Perjuangan (LSP), Gede Sandra kepada redaksi, Jumat (19/1).

Aku Debu, Menunggu Penuh Rindu - Puisi

Oleh: Supriyanto Helmy Tanjung

 

 

Kalau aku kau jadikan buih

Tak apalah karena dengan jadi buih aku akan lebih dekat ke pantai meminang matahari

Mengulum cerlang cahayanya bermanja pada hamparan pasir lalu aku fana dalam semestaNya

 

 

Kalau aku kau pinggirkan

Tak apalah karena tanganku akan mudah bergandengan

Menyalurkan energi cinta lalu berdegup irama ukhuwwah bartasbih menawafi azza wajalla

 

 

Kalau aku kau pojokkan

Puisi Apocalypso 8

Oleh:  Juftazani

 

 

Menyeru Perlawanan kepada penguasa

Bersemanggama dengan Apocalypso

Pemuda mempreteli dusta yang menjelma sepotong  rambut

Di atas tepung semesta

Di lereng-lereng gunung kehidupan dan galaksi di alam semesta

Ayat-ayat penguasa terbang bagai kapas yang diurai ether di atmosfir

Dan gelembung-gelembung kata penguasa

Terus menimbun jurang-jurang Apocalypso yang menggunung

Menjadi hutang negara, menjadi BUMN yang tergadaikan

kepada Cina atau Amerika

Puisi Apocalypso 7

Oleh:   Juftazani

 

1

Puisi Apocalypso 2

Juftazani

 

 

Gemuruh keputus-asaan

Gema cinta yang terlucuti

Jerit hati yang sia-sia – lepas ke langit tanpa didengar oleh Yang Kuasa

Di akhir zaman tinggallah orang-orang nista

Lihat, barisan tentara membela penguasa  yang gemar  berdansa

Lihat, 65 kasus melibatkan aparat militer dalam penggusuran paksa

Dengan skala kekerasan yang membungkam rakyat tak berdaya

Di pasar ikan, di luar batang atau di kali Ciliwiung

 

 

Gemuruh keputus-asaan

Mikroseismik - Puisi

Juftazani

 

gelombang-gelombang seismik
bergetar dan mendengung setiap saat
mengirimkan cahaya-cahaya dari kursi kebesarannya
dan bumi mendenging seakan menangis
tangis dalam ingatan akan cinta dan kebesarannya

 

getaran-getaran dalam frekuensi sangat rendah
menderu dalam kehebatan cahaya yang menerpa
dari gugusan-gugusan galaksi
datang bergelombang setiap detik,
setiap denyut jantung manusia yang selalu lupa
akan cintanya

 

Kampung Azan: Puisi Chavchay Syaifullah

di kaki gunung yang bisu ini

aku mendengar azan

burung-burung kecil bercericit

air sungai membentur batu-batu

 

di kaki gunung yang sunyi ini

azan menggema bertalu-talu

angin mencium gerimis

kabut memeluk daun-daun

 

sementara di puncak gunung

harusnya aku membaca buku harian

tapi huruf-huruf malah terbakar nafsu

di puncak gunung

aku malah berlari kencang ke ujung dunia

aku lupa pada kesejatian

 

ya Allah

Pages