22 October 2019

Puisi

Sejumput Puisi: Kumpulan Puisi Siska Septiani

Dunia

 

Sejenak berpikir...

Yang terukir, belum tentu menjadi takdir

Gelora mungkin membara

Tapi relaiti terbaca

 

Ricuh bergemuruh

Terombang ambing di lautan yang luas

Haus akan tawar

Namun terdampar dan tercakar

 

Hidup bukan tentang siapa namamu?

Tapi yang jelas siapa kamu!

Begitu lah dunia..

Tajam..

 

Goresan se ujung kuku menjadi kesalahan beribu makna..

Paus Sastra Lampung Gemakan "Kucintai Malam" di Bumi La Tansa

KONFRONTASI-Penyair asal Lampung Isbedy Stiawan ZS ikut menyemarakkan festival penyair muslim internasional bertajuk La Tansa International Literary Festival (LILFEST) 2019 di Aula Kalijaga Ponpes La Tansa Lebak, Banten, Jumat (6/9) malam.

Penyair bergelar Paus Sastra Lampung itu membawakan puisi karyanya sendiri berjudul ‘Kucintai Malam’. Puisi ini diciptakannya tahun 2018/2019 mendapatkan apresiasi luar biasa dari 2.000 lebih santri dan penyair Indonesia dan luar negeri.

Buku Puisi ''Palestina Aku Memanggilmu'', seberkas sajak yang nyaris hilang, kilas balik

KONFRONTASI- Dunia Barat dan  Islam sangat dikejutkan dengan  kebijakan Presiden AS Donald Trump soal Palestina. Tahun-tahun ini  Palestina kembali bergolak setelah Donald Trump secara sepihak mengakui Jerusalem sbg ibukota Israel. PBB, Paus, Putin mengecamnya.

Ambiguitas – Puisi Arif W

Oleh : Arif W

 

 

Seberapa kerap kita menyerapahi keadaan?

Saat bangun kesiangan

Subuhpun terjemur matahari

Terlambat apel sampai kehabisan alasan

 

 

Seberapa kerap kita menyerapahi keadaan?

Saat kemarau memanggil-manggil hujan

Dan ketika rintiknya datang, basahnya dikeluhkan

Ingatlah, dia adalah anugerah Tuhan

 

 

Seberapa kerap kita menyerapahi keadaan?

Saat benderang, sembunyi di area remang dan samar

Hanya 37° - Puisi Supri Helmi Tanjung

Puisi 1

Hanya 37°

 

Oleh: Supri Helmi Tanjung

 

Tak perlu 45° ke atas untuk menjaga kehangatan cinta  karena aku tak mau  terbakar dalam merinduMu sampai usai

Cukup 37° saja agar cengkerama kita sampai genggaman jemari lepaskan rindu bertubi

 

Tak perlu minus 9° untuk beku dalam dingin rindu

Cupup 37° saja agar selimutku tak mengganggu kecupanku padaMu

 

Akulah cinta yang berlari sedangkan Kau Api yang membakar diriku tanpa kayu api

 

Puisi: Persatuan Bangsa

Karya : Muhammad Lutfi

Persatuan kita adalah barikade baja

Tak tertembus peluru nyasar

Tak mempan nuklir dan penjajahan

Karena kita adalah suara demokrasi yang bijak

Yang memiliki bara semangat tak padam

Pusaka kita Indonesia

Bersinar berjaya raih kemenangan

Kemandirian kita melawan kebohongan

Karena kita sejak dulu dibutakan oleh adu domba

Dan hal yang menerpa kedaulatan negeri ini

Indonesia pusaka

Islam, Jalan Sukses Tercepat Dalam Kehidupan Dunia Hingga Akhirat

Juftazani

 

 

Islam bukan hanya agama 'langit'
Islam menapak kuat di bumi
Setiap Muslim bukan pemimpi 
Setiap Muslim tahu dengan alat canggih “Theo-stationary dan Geo-stationary”
Dimana posisinya saat ini
Apa yang harus ia lakukan dan kemana ia akan pergi

 

Wow, Puisi dan Doa Neno Warisman di Munajat 212 Ramai Diperbincangkan

KONFRONTASI -  

Doa dan puisi Neno Warisman menjadi perbincangan di jagat media sosial. Salah satu bagian dari doanya disoal netizen soal kalimat tidak akan adalagi yang menyembah Allah.

Dalam acara Munajat 212 di Monas, Kamis (21/2), Neno didapuk untuk menjadi pembaca doa dan puisi. Total 1o menit 20 detik, Neno berbica di depan massa Munajat 212.

Kemana Tanggung jawab Menkeu Sri Mulyani? Indonesia Rugi Rp 121 T Dan 6,7 Milyar Dolar AS

KONFRONTASI- Pemerintah Indonesia pada era 2006-2010, di bawah Menteri Keuangan Sri Mulyani, telah melakukan kebijakan yang merugikan Keuangan Negara.

Demikian disampaikan Pengamat ekonomi politik dari Lingkar Studi Perjuangan (LSP), Gede Sandra kepada redaksi, Jumat (19/1).

Aku Debu, Menunggu Penuh Rindu - Puisi

Oleh: Supriyanto Helmy Tanjung

 

 

Kalau aku kau jadikan buih

Tak apalah karena dengan jadi buih aku akan lebih dekat ke pantai meminang matahari

Mengulum cerlang cahayanya bermanja pada hamparan pasir lalu aku fana dalam semestaNya

 

 

Kalau aku kau pinggirkan

Tak apalah karena tanganku akan mudah bergandengan

Menyalurkan energi cinta lalu berdegup irama ukhuwwah bartasbih menawafi azza wajalla

 

 

Kalau aku kau pojokkan

Pages