22 August 2019

prostitusi

Polisi Tangkap SN Saat Jual Wanita di Hotel

Konfrontasi - Polresta Tangerang, Banten, menetapkan Sn (43) yang ditangkap di sebuah hotel kawasan Citra Raya, Kecamatan Panongan, sebagai tersangka praktik perdagangan orang.

"Kami menetapkan status tersangka pelaku karena cukup bukti dan saksi, serta sudah melakukan olah tempat perkara," kata Kanit Reskrim Polsek Panongan Ipda Tommy Franata di Tangerang, Sabtu (16/12/2017).

Demi iPhone, Kakak Adik Pelajar Rela Layani Om Hidung Belang

Konfrontasi - Demi gaya hidup hedonis, membuat sejumlah oknum pelajar wanita nekat menjual tubuh mereka. Itu terjadi di Kecamatan Pamijahan Bogor.

Tidak sulit menemukan keberadaan para gadis belia pecinta om hidung belang tersebut.

“Kalau mau, save dulu kontak WhatsApp-nya. Bisa main di Pamijahan, banyak vila di sana. Tapi kalau dibawa keluar juga bisa,” ujar salah satu pengguna jasa pelajar bokingan, ER (21) dikutip dari JPNN, Jumat (1/12/2017).

Pengakuan Penderita HIV Korban Perkawinan Usia Anak

Konfrontasi - Perkawinan usia anak memiliki dampak negatif bagi yang menjalaninya. Selain soal kemiskinan, pelaku kawin muda juga rawan menjadi korban kekerasan, perdagangan manusia dan juga rawan terkena HIV.

Sebut saja namanya Tanti, usia 31 tahun. Dia menceritakan perjalanan hidupnya yang kelam akibat menikah usia dini. 

"Saya menikah usia 14 tahun karena dijodohkan. Sebenarnya tidak boleh tapi saya beli umur agar umurnya mencukupi. Ini pengalaman pribadi saya sebagai pelajaran saja," ujar Tanti saat dihubungi Jumat (1/12/11/2017) siang.

Tanti menikah tahun 2000 karena dijodohkan dengan seorang pria berusian 19 yang masih tetangga. Kedua orang ini menikah tanpa ada persiapan fisik dan mental sama sekali. Untuk makan sehari hari mereka hanya mengandalkan dadi uluran orang tua.

Beberapa lama menikah, Tanti sering cekcok dengan suami karena urusan ekonomi keluarga. Sang suami menyarankan agar Tanti bekerja sebagai pelayan warteg di Jakarta agar bisa mendapatkan penghasilan. Sementara suami bekerja serabutan di kampung.

"Saya mengira mau dipekerjakan di warung makan (warteg), tapi ternyata saya dikirim ke Batam di sebuah tempat hiburan. Saya bingung dan terus menangis. Tanya sana sini ternyata si mucikari bilang kalau saya sudah dijual oleh suami saya Rp.5 juta," kata Tanti.

Sejak saat itu, setiap hari dipaksa melayani para hidung belang. Dia tidak menyangka akan menjadi PSK di Batam. Bertahun tahun selama menempati rumah bordir ini, Tanti sempat berkenalan dengan pelanggan yang dianggapnya baik hati. 

Karena sering bertemu, Tanti mulai berani mengungkapkan keinginannya agar cepat keluar dari tempat maksiat tersebut. Hanya saja, keinginan itu tidak bisa terlaksana karena terhalang biaya tebusan ke mucikari. Agar bisa keluar, Tanti harus mengganti uang sebesar Rp.10 juta, atau dua kali lipat dari harga yang pernah dibayar mucikari ke suaminya. 

"Saat saya cerita, tanpa disangka dia mau bantu. Dia (pelanggan) ini mau mengeluarkan uang Rp 10 juta untuk menebus agar bisa pulang ke kampung." ucapnya mengenang kejadian yang pernah dialami.

Namun niat baik Tanti tidak mendapat respon positif dari pihak keluarga dan masyarakat sekitar. Mereka menolak Tanti karena dianggap sebagai perempuan kotor. 

Satu Pekan Hilang, Siswi Ditemukan di Hotel Usai Layani Tamu

Konfrontasi - Aksi perdagangan wanita di Kota Pekanbaru kembali terjadi. Kali ini dialami gadis 16 tahun inisial N. Orang tuanya, NH, sempat bingung lantaran anaknya tidak pulang ke rumah selama beberapa hari. Hingga akhirnya, dia ditemukan di Hotel Sabrina Pekanbaru.

Saat ditanyai orang tuanya, N mengaku diimingi uang Rp 700.000 untuk melayani pria hidung belang di Hotel Sabrina Pekanbaru. Bukan sekali ini saja, hotel tersebut kerap menjadi persinggahan transaksi penjualan seksual hingga berujung ke kantor polisi.

Pemerintah Kewalahan Berantas PSK di Parangtritis

Konfrontasi - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul akhirnya menutup 62 lapak karaoke di kawasan Pantai Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul pada Kamis (9/11/2017). Namun, Pemkab Bantul mengakui, penutupan karaoke tidak otomatis melenyapkan praktik prostiutusi di kawasan ini.

Sandi: Alexis Diubah Jadi Al-Ikhlas, Insya Allah

Konfrontasi - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta organisasi Kebangkitan Jawara dan Pengacara " Bang Japar" ikut mengawasi masalah sosial di Jakarta. Dia menyinggung soal Hotel dan Griya Pijat Alexis yang baru-baru ini tidak diperpanjang izinnya.

Dia mengatakan Alexis bisa saja diubah menjadi Al-Ikhlas.

Laporan Pria Ini Ditolak Soal Hotel Alexis, Ini Jawaban Polda Metro Jaya

Konfrontasi - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono menjelaskan, polisi menolak laporan Arianto, Ketua Badan Kesatuan Mahasiswa Gempita, terhadap Hotel Alexis dengan tuduhan diduga telah menggelar praktik prostitusi dan perdagangan orang, lantaran tak punya bukti kuat.

Setelah Alexis, PPP Minta Pemprov DKI Basmi Prostitusi di Apartemen

Konfrontasi - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan DKI Jakarta meminta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta jangan hanya berani menghentikan perpanjangan izin Hotel Alexis dalam memberantas praktik prostitusi. Tapi, juga harus punya nyali untuk menindak prostitusi yang ada di tempat lain.

Duh! Nama Ahok Disebut Pernah Rasakan Kenikmatan Surga Dunia Alexis

Konfrontasi - Polemik penutupan Hotel Alexis masih berlangsung hingga sekarang.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menutup hotel dan griya pijat yang berlokasi di Jalan RE Martadinata, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara tersebut.

Berkaitan dengan penutupan Alexis, permasalahan lain kemudian muncul.

Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan, menyatakan data tentang para pelanggan Alexis perlu dibongkar. Hal tersebut, dikatakannya, untuk menyelesaikan polemik yang terjadi di hotel tersebut.

‎"Kenapa jadi heboh kan gitu. Buka aja pelanggannya disitu. Buka semua, CCTV-nya (kamera pengintai). Biar masyarakat tahu, mana yang munafik mana yang enggak," ujar Taufik di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (1/11/2017) sebagaimana diberitakan Tribunnews, Jumat (3/11/2017).

"Supaya tidak jadi fitnah. Pelanggannya siapa, tulis gitu. Jadi tahu mana yang munafik mana yang tidak," ujarnya.

Di sisi lain, Ruhut Sitompul menyatakan keberatannya berkaitan dengan hal tersebut. Pendapat itu disampaikan Ruhut lewat postingan di Twitter.

"Mengumbar nama-nama pelanggan Alexis melanggar hukum. Tidak etis & itu Ranah Privat, Tuhan tidak pernah tidur.

Jangan Mempermalukan Siapapun Dia," tulis Ruhut dalam akun Twitternya, Kamis (2/11/2017).

 

Polisi Amankan Pelajar SMK karena Berprofesi Sebagai Mucikari

Konfrontasi - Tim gabungan reskrim dan Intelkam Polsek Muntok, mengamankan Adp (16) pelajar salah satu SMKN di Muntok, karena diduga terlibat tindak pidana perdagangan orang (traficking).

Adp ditangkap tim gabungan pimpinan Kapolsek Muntok Iptu Chandra Wijaya, saat tengah menawarkan jasa prositusi Ant, kepada polisi yang menyamar sebagai pria hidung belang.

Penangkapan dilakukan di kos/penginapan Sin-sin, di Kampung Pal 2, Desa Air Belo, Kecamatan Muntok, Jumat (13/10/2017) kemarin.

 

Pages