24 August 2019

prodem

Prodem: Dulu Melawan Soeharto Saja Kami Berani, Apalagi Melawan Kecurangan Pemilu

KONFRONTASI- Dorongan untuk membentuk tim pencari fakta (TPF) seiring semakin ramainya dugaan kecurangan Pemilu serentak 2019 semakin santer disuarakan.

Salah satunya oleh Jaringan Aktifis Pro Demokrasi (Prodem) yang menyuarakan TPF untuk segera dibentuk. TPF diharapkan bisa mengungkap kecurangan pemilu.

"Kami meminta dibentuk TPF untuk mengindefikasi kecurangan-kecurangan yang terjadi," ujar aktivis Prodem, Syafti Hidayat saat menggelar aksi di Kantor KPU RI, Menteng, Jakarta, Kamis (2/5).

Prodem Tantang Rezim Jokowi Usut Dugaan Korupsi Sumber Waras dan Reklamasi, Beranikah?

KONFRONTASI-Kebebasan terpidana penista agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok harus menjadi momentum Presiden Joko Widodo alias Jokowi membuktikan komitmen pemberantasan korupsi.

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem), Syafti Hidayat menilai, beragam kasus korupsi yang diduga melibatkan mantan Gubernur DKI Jakarta itu harus diusut tuntas. 

 

Pemerintah Jokowi, sambungnya, harus mau menyelesaikan kasus dugaan korupsi pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras dan reklamasi Teluk Jakarta. 

 

Prodem Desak Pemerintah Berikan Sanksi Lion Air

KONFRONTASI -  

Rekam jejak maskapai Lion Air dalam dunia penerbangan di Indonesia memiliki beberapa catatan hitam. Yang baru terjadi tentu jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di perairan Karawang, Senin(29/10/2018).

Menanggapi hal tersebut, Ketua Majelis Nasional Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDem), Syafti Hidayat menegaskan, pemerintah tak boleh segan-segan memberikan sanksi tegas sesuai dengan aturan yang berlaku jika ditemukan perusahaan milik Rusdi Kirana itu.

Rizal Ramli Disomasi, Prodem Siap Hadapi Arogansi Nasdem

KONFRONTASI-Sekretaris Jenderal Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem) Satyo Purwanto meyakini Partai NasDem mengatur kebijakan impor. Karena itu, apa yang diungkapkan Rizal Ramli adalah fakta.

Menurut Satyo, selain ada ketidakpatuhan terhadap aturan impor, juga ada ketidaksesuaian jumlah kebutuhan dari komoditas tersebut. Anehnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita yang merupakan kader NasDem ngotot bikin hitungan sendiri.

Hentikan Laju Jokowi di Pilpres 2019, Prodem Produksi Sejuta Kaos #2019GantiPresiden

KONFRONTASI - Guna menghentikan laju Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019, Jaringan aktivis Pro Demokrasi (Prodem) tengah mempersiapkan “Gerakan Sejuta Kaos”.

Kaos yang diproduksi adalah kaos bertanda pagar (tagar) #2019GantiPresiden. "Kita sedang mempersiapkan ‘Gerakan Sejuta Kaos #2019GantiPresiden’ sebagai gerakan politik untuk menghentikan Jokowi menjadi presiden lagi," ujar Ketua Majelis Jaringan Aktivis Prodem Syafti 'Ucok' Hidayat Selasa (10/4).

Alamaaaak, Tanah Dibagi-bagi Jokowi Tanpa Orientasi, Negara Ini Bisa Tidak Ada Lagi

KONFRONTASI -  Pembagian sertifikat tanah secara cuma-cuma dikhawatirkan bisa  menghilangkan negara Indonesia. Kekhawatiran itu disampaikan Senator Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM), Paskah Irianto. Menurut dia, wujud nyata reformasi agraria yakni dengan memberikan Hak Guna Usaha (HGU) kepada petani kecil. Tak hanya itu, pemerintah juga harus memberikan modal bagi mereka untuk mendirikan dan menjalankan perusahaan sebagaimana yang diberikan terhadap perusahaan besar.

Menyesal Pilih Jokowi, Ini Sikap ProDem setelah Tobat Nasuha

KONFRONTASI - Pasca penarikan dukungan terhadap petahana Jokowi, kelompok Pro Demokrasi (ProDem) sama sekali belum menentukan dukungan kepada salah satu tokoh yang bakal maju di Pilpres 2019 nanti.

"Belum tahu juga siapa. Kami juga belum tahu," kata Senator Prodem, Paskah Irianto di Jakarta.

Dia menjelaskan, setelah tobat nasuha bukan serta merta mendukung kandidat lain. Namun yang pasti, tegas dia, mandat yang diberikan kepada Jokowi sudah mereka cabut. Meski secara de jure Jokowi masih presiden.

ProDem Kepung Istana Jokowi

KONFRONTASI - Jaringan aktivis Pro Demokrasi (ProDem) hari ini (Senin, 19/3), kembali melakukan aksi di depan Istana Negara Jakarta.

Aksi kepung Istana Preside Joko Widodo itu diperkirakan akan dimulai pukul 13.30 WIB. Aksi dimulai dengan longmarch dari Patung Kuda menuju Istana.

Berdasarkan keterangan yang diterima, tuntutan utama aksi mengkritisi kebijakan Jokowi yang dinilai pro neoliberalisme, seperti meningkatnya utang luar negeri, kebijakan impor pangan, dan kurangnya serapan buruh pekerja pada industri-industri.

Keputusan Prodem Tarik Dukungan dari Jokowi Dianggap Tepat

KONFRONTASI-Langkah puluhan aktivis Pro Demokrasi (Prodem) menarik dukungan dari Jokowi mengagetkan deklatornya.

"Saya kaget juga bila teman-teman Prodem tarik dukungan terhadap Jokowi," ujar salah satu pendiri Prodem, Andrianto, dilansir RMOL, Sabtu (17/3).

Namun ia menilai keputusan itu tepat karena sesuai kepentingan rakyat banyak. 

Trisakti Jokowi Digilas Utang Neoliberal. Prodem: Jokowi sudah Gagal

KONFRONTASI- Utang  sudah jadi bahaya  petaka yang sedang  menggulung Indonesia.. Utang akibat Neoliberalisme Sri Mulyani dkk mencapai R$p4700 trilyun atau US$350 miliar.   Bisa mikirkah Sri Mulyani untuk membayarnya? Lalu rakyat dikejar pajak, dunia usaha dikejar pajak,  para pegawai negeri/pensiunan dikejar pajak dan sengsaralah bangsa ini untuk dipaksa membayar utang. Bagaimana dan dari mana rakyat sanggup bayar utang yang ugal-ugalan dan ngawur itu?

Pages