23 May 2018

presiden

Fahri Hamzah: Kalau Saya Jadi Presiden, Korupsi Hilang dalam Satu Tahun

Konfontasi - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fahri Hamzah sempat menyinggung kemungkinan dirinya menjadi Presiden Republik Indonesia.

"Saya kalau jadi presiden, setahun saja, korupsi hilang. Orang pasti bingung bagaimana caranya? 13 tahun saja korupsi enggak hilang? Ya saya ada ilmunya, tapi harus jadi presiden dulu, baru saya kasih tahu ilmunya," kata Fahri di hadapan ratusan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas di Padang, Sabtu (21/5/2016).

Bupati Lebak Perjuangkan KTP Masyarkat Baduy ke Pemerintah Pusat

Konfrontasi - Bupati Lebak, Iti Oktavia Jayabaya merespon keluhan warga suku Baduy untuk bisa memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai bentuk pengakuan negara terhadap suku pedalaman di Kabupaten Lebak tersebut.

Waket DPR: Presiden Jangan Asal Ngomong !

JAKARTA, KONFRONTASI — Wakil Ketua (Waket) Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon menyetujui pernyataan Presiden RI Joko Widodo yang mengatakan bahwa yang terpenting, yang harus diperhatikan oleh anggota DPR, adalah kualitas undang-undang, bukan kuantitas.

PPP Kubu Djan Tawarkan Mediasi kepada Presiden

KONFRONTASI - PPP kubu Djan Faridz menawarkan mediasi kepada Presiden Joko Widodo, Menkopolhukam Luhut Pandjaitan serta Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dalam sidang kedua yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (29/3).

"Sidang kedua ini akan ditawarkan proses perdamaian, mediasi, akan tahu apa yang akan dilakukan pada mediasi," ujar Ketua Tim Kuasa Hukum PPP Humphrey R. Djemat.

Trump Sukses Runtuhkan Dinasti Bush Pimpin Amerika Serikat Lagi

Konfrontasi - Mantan Gubernur Florida, Jeb Bush gagal mengikuti jejak kakak dan ayahnya menjadi Presiden Amerika Serikat. Politikus Partai Republik itu menyatakan mundur dari konvensi calon presiden yang digelar partainya setelah serangkaian hasil buruk dalam pemilihan pendahuluan di Iowa, New Hampshire, dan South Carolina.

Publik Ingin Dipimpin Presiden Berlatar Belakang Militer

KONFRONTASI - Publik masih menginginkan tokoh berlatar belakang militer untuk menjadi pemimpin Indonesia. Dalam survei yang dilakukan Segitiga Institute, sebanyak 40,5 persen responden memilih presiden 2019-2024 yang berasal dari TNI.

"Mayoritas publik atau 40,5 persen menghendaki presiden RI kembali dipegang dengan latar belakang TNI," kata Direktur Eksekutif Segitiga Institute Muhammad Sukron saat memaparkan hasil survei bertajuk "Kerinduan Publik akan Pemimpin Militer" di Jakarta, Sabtu (30/1/2016).

Presiden itu Pesuruh Rakyat Indonesia, kata M.Yudhie Haryono

BANYUMAS-Menurut Prof. M Yudhie Haryono, Ph.D yang juga Direktur Eksekutif Nusantara Centre Indonesia, Presiden adalah pesuruh, Jokowi juga pesuruh! Menurut penulis buku Merebut Mimpi Bangsa  tersebut, semua presiden di Indonesia adalah pesuruh. “Semua presiden itu pesuruh. Kita lah majikannya. Kalau bukan pesuruh, ya tak nyari kerjaan dia lah,” tutur doktor dari Duke University tersebut, belum lama ini.

2016, Jokowi Genjot Kinerja Para Meteri

Konfrontasi - Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan tahun 2016 merupakan tahun percepatan kerja seluruh kementerian dan lembaga negara.

"Tahun ini oleh Presiden disebut sebagai tahun percepatan kerja karena beliau masih merasa ada beberapa bagian wilayah Kementerian/Lembaga yang masih bekerja dengan 'speed' (kecepatan) yang kurang," kata Pramono usai mengikuti sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara Jakarta, Senin (4/1/2016).

Menurutnya, Presiden Jokowi menginginkan seluruh bawahannya tidak lagi bersantai.

TNI-Polri Amankan Presiden di Papua

Konfrontasi - Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti mengaku terus berkoordinasi dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo terkait pengamanan pelaksanaan kunjungan kerja (kunker) Presiden Joko Widodo di Papua.

“Sudah kami koordinasikan dengan Panglima TNI untuk mulai memperketat pengamanan di Wamena,” kata Badrodin di Mabes Polri, Jakarta, Selasa(29/12).

Mauricio Macri Resmi Pimpin Argentina

Konfrontasi - Mauricio Macri disumpah sebagai Presiden Argentina pada Kamis (10/12/2015) waktu setempat dan menyerukan persatuan serta dialog nasional untuk memajukan Argentina pada abad ke-21.

Setelah mengambil sumpah jabatan di Kongres, Macri menyampaikan seruan ke majelis legislatif dan warga Argentina untuk "berdialog, saling menghormati, dan bekerja bersama."

Pages