21 April 2018

presiden

Hah!, Jika - Ya Jika Jokowi Tak Calon Presiden Lagi

Oleh: Tony Rosyid

 

Soeharto tumbang. Hanya beberapa bulan setelah pemilu digelar. 21 mei 1998 hari na’as bagi Soeharto. Kenapa? Karena Soeharto mundur tidak tepat waktu.

Seandainya Soeharto tak lagi nyapres di 1997, ia akan selamat. Nama besarnya akan dikenang. Rakyat akan menjulukinya sebagai “Bapak Pebebasan Bangsa dari PKI” dan “Bapak Pembangunan”. Nasi sudah jadi bubur. Sejarah terlanjur mencatat: Soeharto lengser. Tepatnya dilengserkan. Tak lagi bisa diselamatkan.

Wow Dahsyat! Sanking Viralnya, Tulisan Sindiran Ke Presiden Ini Mau Diblokir Facebook

Ini tentang seorang pemimpin negara. Di luar negeri. Lelaki yang dengan cepat menduduki satu jabatan ke jabatan yang lebih tinggi. Mulai dari walikota, lalu gubernur, kemudian presiden.

Hanya saja lelaki ini nampak tak paham dengan persoalan negara yang super kompleks. Bahkan untuk mengucapkan sebuah sambutan saja ia butuh pegang teks.

Presiden Minta Orangtua Didik Anak Budi Pekerti

Konfrontasi - Presiden Joko Widodo meminta kepada para orang tua untuk mendidik anak-anaknya akhlaq dan budi pekerti yang baik sebagai ciri dan karakter bangsa Indonesia.

"Didik anak-anak yang baik, berikan pendidikan etika, budi pekerti, akhlak, sikap dan perilaku yang baik," kata Presiden Joko Widodo di hadapan ribuan warga saat penyerahan bantuan PKH, Kartu Indonesia Pintar dan Bantuan Pangan No Tunai (BPNT) di Gelanggang Olahraga Ciceri, di Serang, Rabu (14/3/2018).

Jokowi Presiden, Ekonomi Tumbuh 5%, kalau Rizal Ramli Presiden, Ekonomi Tumbuh 10 %

KONFRONTASI- Selama Presiden Jokowi berkuasa, pertumbuhan ekonomi berkisar 5 persen, namun kalau Rizal Ramli (RR) menjadi Presiden, maka pertumbuhan ekonomi digariskan 10 persen, minimal 7 persen. Mengapa? Karena RR ingin kesejahteraan umum dan keadilan sosial terwujud.

Ray Rangkuti: Pasal Penghinaan Presiden Hanya Alat Legitimasi Buat Kriminalisasi Kritikan

KONFRONTASI - Saat ini DPR RI tengah menggodok revisi Undang-Undang (UU) KUHP yang terdiri dari 700 pasal. Salah satu pasal yang menjadi sorotan ialah Pasal 264 tentang penghinaan terhadap presiden.

Khusus pasal ini, telah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi pada tahun 2006 yang lalu. Para pakar hukum meminta DPR menghentikan pembahasan Pasal 134 ini karena tak bisa lagi dilegislasi ulang setelah keluar putusan MK Nomor 013-022/PUU-IV/2006.

Sangat Berbeda dengan JK dan Luhut, Presiden Justru Dukung Susi Terus Tenggelamkan Kapal

KONFRONTASI -   Presiden Joko Widodo membela Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti untuk terus melanjutkan kebijakan penenggelaman kapal asing pencuri ikan yang menerobos wilayah perairan Indonesia.

Jokowi meyakini bahwa kebijakan yang diambil Susi ini adalah untuk kebaikan.

"Semua kebijakan itu pasti untuk kebaikan negara. Pasti untuk kebaikan rakyat," kata Jokowi di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (10/1/2018).

Merawat Adat Leluhur, Presiden Mendukung Pelestarian Kerajaan dan Kesultanan Nusantara

KONFRONTASI - Sejumlah raja dan sultan se-Nusantara hadir di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada hari ini. Kedatangan mereka atas undangan langsung Presiden Joko Widodo. Sebelumnya, dalam satu kesempatan, Kepala Negara memang menyatakan akan mengundang para raja dan sultan untuk datang ke Istana.

Kepada para raja dan sultan tersebut, Presiden menyatakan ingin berdiskusi terkait dengan masalah-masalah di lapangan, utamanya yang ada di keraton-keraton. Ia juga ingin mendapatkan masukan langsung dari para raja dan sultan itu.

PEDES!!! Netizen: "Serius Gua Kagak Mau lagi Punya Presiden Model Sendal Jepit, Kaos Oblong".

JAKARTA- Beberapa waktu ini aura mendekati Pemilu sudah sangat terasa. Apa itu? Berita-berita remeh temeh soal "sendal jepit, kaos oblong, dll" makin marak..

Di tengah kenyataan ekonomi yang makin sulit bagi rakyat kecil, kita malah disuguhi berita-berita seperti itu yang membanjiri media.

Terbaru berita hari ini (2/1/2018) bersliweran di media mainstream "Pakai Kaos Oblong, Jokowi Resmikan Kereta Bandara Soetta".

Sontak hal ini membuat netizen enek.

Rizal Ramli Siap ke Pilpres Untuk Mengubah Indonesia Lebih Hebat

KONFRONTASI- Di tengah merosotnya ekonomi dan daya beli rakyat akibat Neoliberalisme model IMF/Bank Dunia yang makin menyulitkan kehidupan bangsa kita, Ekonom senior dan tokoh perubahan Dr Rizal Ramli yang akrab dipanggil RR menyatakan kesiapannya memimpin Indonesia ketika menjawab pertanyaan massa di hadapannya. Keinginan/kesiapan RR ini diungkapkannya di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah untuk membantu pemerintah mengatasi masalah ekonomi yang makin parah.

Presiden akan Melantik Hadi Tjahjanto di Istana Jakarta Hari Ini

KONFRONTASI -  KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto telah selesai menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper tes) sebagai calon Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan memasuki masa pensiun.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui rapat paripurna telah menyetujui Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI yang baru. Selangkah lagi Hadi resmi memimpin TNI setelah dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Panglima.

Pages