18 November 2019

prematur

Awas, Bahaya Keseringan Minum Kopi Bagi Ibu Hamil

Konfrontasi - Kebiasaan minum kopi merupakan salah satu ritual wajib yang dijalani oleh banyak orang setiap harinya. Namun patut dipahami bahwa terdapat sebuah kondisi yang membuat sebaiknya kamu jauhi minum kopi ini.
 
Ketika sedang hamil, sebaiknya berhentilah minum kopi untuk sementara waktu. Dilansir dari Boldsky, berikut tiga bahaya yang mengancam ibu hamil ketika mengonsumsi kopi.
 

Ketahui Penyebab Kemungkinan Melahirkan Prematur

Konfrontasi - Hingga saat ini kasus kelahiran prematur di Indonesia masih cukup tinggi. Sebuah studi juga menyebut Indonesia berada di peringkat 5 tertinggi untuk kasus kelahiran bayi prematur. Seperti diketahui seorang anak disebut prematur ketika lahir pada usia kurang dari 37 minggu akibat berbagai kondisi.

AHY Terlalu Prematur, Dipaksakan dan Ringkih untuk Dampingi Prabowo Hadapi Jokowi 2019, kata analis.

Terlahir Prematur, Warga Temukan Bayi Perempuan Cantik di Fondasi Rumah

Konfrontasi - Seorang bayi perempuan di atas fondasi rumah warga Desa Bendo Tretek, Sidoarjo dalam keadaan hidup. Kondisi bayi yang terlahir prematur itu penuh dengan bekas gigitan serangga.

Kini bayi manis itu dirawat di ruang kusus RSUD Kabupaten Sidoarjo.

Peralatan medis terpasang pada tubuh kecilnya. Lebih tragis lagi, bayi tersebut sengaja dibuang dan ditemukan warga.

Menurut dr Fita Sofiyah,Kepala Ruangan Anak Rumah Sakit Umum Sidoarjo, kondisi bayi terlahir prematur dengan berat 1,4 kilo gram.

Terkena Preeklamsia, Winda Terpaksa Harus Melahirkan Lebih Cepat

Konfrontasi - Penyanyi Winda Viska baru saja dikarunia anak kedua berjenis kelamin laki-laki. Winda pun berbagi mengenai proses kelahiran buah hati yang diberi nama Mahesa Mulya Tan itu.

Awalnya, Winda ingin melahirkan normal, namun pada usia kehamilan sekitar tujuh bulan, dirinya divonis mengalami preeklamsia.

“Pokoknya, ada satu gejala salah satunya tekanan darah tinggi. Sebelum hamil, malah darah rendah. Kok tiba-tiba tinggi,” ujar Winda.

Kata Mahfud MD, Gugatan UU Pilkad ke MK Tidak Bisa Prematur, Tunggu Tanda Tangan Presiden

KONFRONTASI-Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD mengatakan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada) tidak bisa langsung digugat ke MK. Sebab sebelum mengajukan judicial review, para pengugat harus menunggu UU Pilkada diundangkan dan diberi nomor dalam lembaran negara.

"Diundangkan itu nanti kalau sudah ditandatangani oleh Presiden," ujarnya kepada Republika melalui pesan singkat, Ahad (28/9).