24 May 2018

Prabowo

Rizal Ramli: Kepemimpinan Lemah Bisa Sebabkan Negara Pecah atau Bubar

KONFRONTASI- Tokoh nasional Rizal Ramli [RR] menegaskan, dalam konteks masalah kemungkinan bubarnya Indonesia yang seperti diperingatkan oleh Prabowo Subianto di tengah suasana politik yang  memanas, semua itu bisa terjadi.

''Negara bubar itu terjadi, Soviet  era Mikhail Gorbachev, misalnya, bubar setelah ada beberapa negara bagian yang tak bisa dikendalikan, padahal  Gorby dipuji Barat, tapi kepemimpinannya lemah,'' ujar RR dalam simulasi Ekonomi dan Sosial Indonesia tahun 2030 ? Di ILC TV One Selasa malam tadi.

Rizal Ramli: Kepemimpinan Kuat Tidak Harus Militer atau Jenderal !

KONFRONTASI- Kepemimpinan kuat tidak harus militer, tidak harus jenderal. Kepemimpinan yang amanah, kreatif dan inovatif  dari kalangan sipil bisa demokratis,  efektif dan kuat, Tidak otomatis  pemimpin kuat itu jenderal atau militer sebab banyak yang  tak efektif dan kurang berhasil. Demikian penegasan mantan menko Kemaritiman Rizal Ramli dalam dialog bertema ‘’Prabowo Menyerang’’  di talk show ILC TV One, Selasa malam.

Rizal Ramli: Mohon Maaf, Kalau Orang Islam Bikin Hoax Cepet Ditangkepin, Tapi Kalau Non-Muslim Kok Tidak Ditangkapin. Itu Tidak Adil

KONFRONTASI- Tokoh nasional Rizal Ramli mengingatkan pemerintah bahwa ''Penegakan hukum harus adil, hari ini mohon maaf, saya melihat  penegakan hukum tidak adil. Contohnya, kalau pelaku Hoax dari umat Islam maka cepet ditangkepin polisi, tapi kalau pelaku Hoax bukan Islam maka tidak ditangkapin. Itu tidak adil. Mustinya siapapun pelaku Hoax harus diproses hukum, apapun  agama dan sukunya,  apapun kedudukannya. Semua orang dihadapan hukum harus diberlakukan secara  sama dan adil. Hukum harus fair dan  tidak boleh pandang bulu.''

Duet Jokowi- Rizal Ramli atau duet Prabowo-Rizal Ramli? Tunggulah

KONFRONTASI- Sekretaris Jenderal Seknas Jokowi, Osmar Tanjung menulis “Menduetkan Jokowi – Rizal Ramli di Pilpres 2019” (Tribunners, 8/12/2017). Tulisan Sekjen Seknas Jokowi ini mendahului laporan utama majalah Tempo (11-17 Desember 2017) yang mengungkapkan perebutan kursi no 2 di Indonesia. Tempo melaporkan beberapa nama tokoh yang akan disandingkan dengan Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, antara lain Agus Harimurti Yudhoyono, Gatot Nermantyo, dan Ridwan Kamil.

Duet Prabowo-Rizal Ramli Bakal Mengalahkan duet Jokowi dengan Siapapun

KONFRONTASI- Prabowo Subianto harus mau jadi capres Gerindra untuk selamatkan  rakyat dan pendukungnya, dan pilpres 2019 adalah kesempatan terakhir bagi Prabowo untuk maju.  Maka duet Prabowo- Rizal Ramli  adalah harapan bangsa.

Gatot Tidak Efektif Jika jadi Cawapres Prabowo, kata Analis

JAKARTA- Direktur Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti menilai kurang efektif jika Prabowo Subianto menggaet mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai cawapres di Pilpres 2019.

Menurutnya, hal ini dikarenakan Prabowo dan Gatot memiliki basis pemilih yang sama. Sehingga tidak akan terlalu memberikan pengaruh yang signifikan dari segi tingkat pemilihnya.

Cerita Nasi Goreng Prabowo untuk Orang-orang yang Sinis

KONFRONTASI-Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengampanyekan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat Sudrajat-Ahmad Syaikhu, di Depok, Jawa Barat, Minggu, (1/4/2018).

Dalam pidatonya, Prabowo sempat protes kepada para kedernya karena dielu-elukan sebagai calon presiden. Padahal, menurut Prabowo, ‎Pemilu Presiden masih tahun depan.

‎"Saya datang ke sini miris ya, Prabowo presiden, Prabowo Presiden, itu nanti," tegasnya kepada ribuan kader.

Ini Kata Prabowo: Negara Kita Hidupnya dari Utang

KONFRONTASI -  Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto melakukan kunjungan partai ke Kabupaten Bandung, Jumat (30/3). Di Hotel Sutan Raja, Soreang, Prabowo Subianto beserta rombongan bertemu langsung dengan ribuan kader dan simpatisan partai Gerindra.

Soal "Bocor", Prabowo Terbukti Benar. Ini Faktanya!

KONFRONTASI-Ketum Gerindra Prabowo Subianto pernah diejek lantaran menyebut ada uang triliunan rupiah punya WNI yang disimpan di luar negeri. Namun, menurut Prabowo, pernyataannya akhirnya diakui kebenarannya oleh pemerintahan Jokowi.

Usia Bukan Hambatan untuk Prabowo 'Nyapres'

KONFRONTASI-Peluang Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk maju sebagai calon presiden (Capres) di Pilpres 2019 dinilai masih terbuka lebar. Meski telah berumur dan telah dua kali maju di pilpres, Prabowo diprediksi akan maju kembali.

Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahuddin mengatakan, dari segi umur Prabowo masih bisa maju sebagai capres. Di Indonesia tidak aturan khusus yang mengatur soal umur capres.

Pages