18 September 2019

Prabowo Subianto

Alasan Sandiaga Tak Dampingi Prabowo di Debat Kedua Capres

Konfrontasi - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno tidak akan mendampingi Prabowo Subianto di debat kedua capres yang diselenggarakan di Hotel Sultan. Dia akan melakukan nonton bareng bersama masyarakat di Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

Sandiaga mengatakan, dirinya memutuskan untuk menyaksikan debat kedua bersama masyarakat. Tujuannya untuk melihat respon dalam debat kedua ini.

Debat Kedua, SBY Beri Pesan ke Prabowo

Konfrontasi - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tidak menyampaikan pesan khusus kepada Calon Presiden Nomor Urut 02 dalam debat Pilpres yang kedua. SBY hanya menyampaikan pesan secara keseluruhan kepada Prabowo di Pilpres 2019 agar tetap menjaga politik yang beradab dan santun.

"Khusus untuk malam ini (debat) tidak ada, pesannya hanya secara umum (untuk Prabowo)," kata Ketua DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahean, di Golden Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019).

Prabowo Bercita-cita Hentikan Kebocoran APBN

KONFRONTASI - Calon presiden Prabowo Subianto menegaskan, kebocoran uang negara yang sering diungkapkannya bukan klaim sepihak. Prabowo berani bicara karena fakta kebocoran kekayaan negara juga diakui oleh elite pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

"Pemerintah sekarang, yang sedang berkuasa, mengakui kalau ada kebocoran kekayaan negara ke luar negeri. Jadi bukan Prabowo yang bicara," kata capres nomor 02 itu ketika Pidato Kebangsaan "Mewujudkan Swasembada Energi, Pangan Dan Air" di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (15/2).

Pidato Kebangsaan Prabowo di Semarang: Pemimpin Harus Jujur pada Rakyatnya

KONFRONTASI - Calon presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kebangsaan di sela lawatannya di Semarang, Jawa Tengah. Prabowo mengawali pidato yang mengangkat tema swasembada pangan, air dan energi itu dengan analogi negara Republik Indonesia sebagai tubuh manusia.

"Kalau ada penyakit di badan Republik Indonesia ini adalah masalah kita bersama. Para pemimipin bangsa, cendekiawan, pemimpin agama harus berani melihat realita, harus berani menyatakan ini masalahnya, ini penyakitnya," jelasnya, Jumat (15/2).

Beda Pilihan Itu Biasa, Melarang Prabowo Salat Jumat di Masjid Agung Semarang Itu Sungguh Terlalu

KONFRONTASI - Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said mengaku prihatin dengan adanya larangan tehadap Capres Prabowo Subianto yang akan melaksanakan salat Jumat di sebuah masjid di Kota Semarang.

Sebelumnya, beredarnya rilis larangan salat Jumat oleh Takmir Masjid Agung Semarang KH. Hanief Ismail kepada Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto turut menyumbang kontroversi di tengah masyarakat.

Sebentar Lagi Takmir Masjid Agung Semarang Disebut ‘Orang Prabowo’

Oleh: Asyari Usman

Aneh, Pak Prabowo Mau Shalat Jumat Kok Dilarang?

Oleh: Nasruddin Djoha

Jujur sekali ini saya benar-benar gak paham dengan kelakuan pendukung kubu petahana. Garuk-garuk kepala saja gak cukup. Kayaknya garuk-garuk tanah juga tetap tidak cukup.

Press rilis yang dibuat oleh Ketua Takmir Masjid Agung Semarang KH Hanif Ismail pagi ini (14/2)  terpaksa bikin saya jedot-jedotin kepala, biar paham. Jangan-jangan jaringan di otak saya lagi korslet, sehingga gagal paham.

Merindukan Sistem dan Pemimpin Pelayan Rakyat

Oleh: Yuyun Rumiwati

Ambisi untuk berkuasa dan mempertahankan kekuasaan terkadang membuat manusia lupa diri. Bahkan, bisa menumpulkan nalar sehat. Demikian rezim hari ini bekerja di akhir masa jabatannya. Betapa tidak, ucapan menkoinfo, yang bertanya pada seorang pegawai, "bu, bu, yang bayar gaji ibu siapa sekarang?, atau siapa?" kepada si ibu pegawai negeri  yang cenderung ke capres no. 2

Hanya Prabowo yang Bisa Membawa Negara Ini Keluar dari Konflik Ideologi

Hanya @prabowo yang bisa membawa kita keluar dari kutukan konflik ideologi yang buta menuju rekonsiliasi. Sementara @jokowi terus dipakai untuk melanggengkan konflik antara agama dan negara. Itu dilakukan di awal 2014-2017. Jokowi gak mengerti.

Ganti Presiden, Kapan Umat Bergerak?

Oleh: Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Kapan Umat bergerak? Begitulah "kira-kira" pertanyaan yang ada di benak Abdullah Hehamahuwa, mantan penasehat KPK.  Pertanyaan yang menghentak. mengagetkan! Kalau sedikit dipanjangkan pertanyaannya begini: bagaimana anda mau ganti presiden jika hanya ramai di medsos? Sementara di sepanjang jalan yang ada hanya baliho dan spanduk incumben. Nyaris tak ada baliho Prabowo-Sandi.

Pages