22 August 2019

Prabowo Subianto

Inilah Induk Segala Pengkhianatan

Oleh: Asyari Usman*

PRABOWO Subianto, hari ini kau khianati ratusan juta pendukungmu. Kau tusuk perasaan mereka. Dengan entengnya. Dengan mudahnya. Tanpa rasa bersalah.

Prabowo, hari ini kau hancurkan perasaan ratusan juta rakyat Indonesia. Kau mungkin punya alasan tersendiri untuk menemui dia. Tapi, apa pun alasan kau, pertemuan itu menyakitkan hati rakyat yang mendukungmu mati-matian. Dan memang banyak yang benar-benar mati. Hilang nyawa.

Sayonara Pak Prabowo

Oleh: Hersubeno Arief

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akhirnya bertemu dengan Presiden Jokowi. Pertemuan di stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Lebak Bulus, Jakarta Selatan itu disambut dengan mendua.

Kubu pendukung Jokowi mengelu-elukan pertemuan tersebut. Mensekab Pramono Anung melalui berbagai akun media sosialnya sudah “membocorkan” pertemuan tersebut dengan tagar#AlhamdulillahIndonesiaku.

Pertempuran Baru Prabowo Subianto

Oleh: Zeng Wei Jian

Ngga ada alasan ragu terhadap Pa Prabowo. Inti semua manuver adalah struggle. Dia patriot politik. Soal metode; harus flexible. Demi rakyat. Oposisi atau koperatif hanyalah bentuk lain dari perjuangan. 

Munculnya figur Kepala BIN Budi Gunawan adalah fenomena special. Ngga lazim. Artinya pertemuan ini tidak biasa. 

Scenario tingkat tinggi. Ada "The element of surprise". Lawan terperangah. Gelagapan. Sang Jenderal nyantai. 

Akhirnya jadi Kenyataan, Lupakan Prabowo Subianto...

Ah ternyata dia hanya seorang PECUNDANG bukan PEJUANG. Baru sehari dia pidato dihadapan rakyatnya dengan berapi-api bahwa LEBIH BAIK MATI dari pada MENGHIANATI RAKYATNYA. Tapi besoknya situasi berkata lain. Dia jilat ludahnya sendiri dengan alasan demi kesatuan negeri. Oh lidah memang tak bertulang.

Oposisi, Pintu Rekonsiliasi Antara Prabowo dan Pendukung

Oleh: Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Ingat, Kalian Hanya Berekonsiliasi dengan Politisi Busuk, Bukan dengan Umat!

Oleh : Nasrudin Joha 

Pilu batin ini, mendengar kabar sinetron rekonsiliasi telah dimulai. Awalnya, sinetron ini nyaris batal, karena sikap singa tetap menjadi singa dan menolak menjadi kambing.

Sejak hari ini (13/7), sejak peristiwa Stasiun Lebak Bulus, Singa itu telah berubah menjadi kambing kurban. Kambing yang menyerahkan leher untuk dijagal rezim.

Bagi-Bagi Kursi, Siapa yang Happy?

Oleh :  Desi Dian Sari, S.I.Kom
Penggiat Literasi

Baru saja pesta demokrasi terbesar di negeri ini usai.   Mencuatkan nama Jokowi- Ma’ruf Amin sebagai pemenang kontelasi politik tertinggi di negeri ini. Akhirnya : “There ain’t no such as a free lunch“. Partai-partai pendukung sang pemenang pun mulai berdatangan dengan menyelipkan nama-nama calon menteri yang mereka (akan) ajukan kepada sang presiden.

Membully Prabowo, Apa Untungnya?

Oleh: Tb Ardi Januar

Sikap Prabowo menemui Jokowi hari ini melahirkan dua sisi persepsi. Pujian dan cercaan. Ada yang bilang Prabowo sosok negarawan, ada juga yang menuding Prabowo melakukan pengkhianatan. Sosmed dan WAG ramai bahas beginian.

Saya tidak mau larut dalam perdebatan. Karena sepak terjang dan sejarah Prabowo cukup bisa menjadi rujukan dan jawaban.

Ini Kelewatan, Ini Sangat Menyakitkan!

Oleh : Nasrudin Joha 

Sampai saat ini, kami masih berusaha melupakan dan tak latah untuk ikut mempersoalkan. Tentang Anda, tentang komitmen Anda yang telah menulis wasiat, tentang pilihan Anda untuk menjemput kemuliaan atau Syahid diatas jalan kebenaran.

Pertemuan Ini Bukan Sesuatu Yang Spontan dan Genuine !!

Jika anda bulan-bulan kemarin berjuang untuk membesarkan partai tertentu, mungkin anda sudah kecewa dan berhenti berjuang ketika politisi partai yang ada dukung ngomongnya di layar tv belepotan dengan sikap songong, segera setelah perolehan suaranya dipastikan cukup untuk "menebus" 1 kursi di Senayan.

Jika anda selama 5 tahun ini setia berjuang bersama Prabowo untuk menjadikannya Presiden, jika anda selama 10 bulan berjuang untuk menjadikan Prabowo dan Sandi jadi presiden dan wapres, maka perjuangan anda selesai hari ini.

Pages