18 July 2019

Prabowo Subianto

Pertemuan Prabowo-Jokowi Menyisakan Tanda Tanya!

Oleh: Asran Siara*

Perhelatan kontestasi Pilpres 2019 telah berlalu dengan berbagai dinamika, riuh rendah yang tak sedikit berujung konflik sebagai dampak gejolak sosial di sejumlah kalangan masyarakat.

Banyak hal menarik yang menjadi catatan dalam kontestasi Pilpres 2019. Namun kali ini, penulis begitu tertarik dengan berbagai sikap penantang petahana, H. Prabowo Subianto.

Jokowi-Prabowo Akan Kembali Gelar Pertemuan

KONFRONTASI - Sekretaris Kabinet (Seskab), Pramono Anung  memastikan tak ada syarat apapun yang lendasari pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Ketum Gerindra, Prabowo Subianto pada Sabtu (13/7) lalu. “Pertemuan hari ini betul-betul engga ada syarat apapun, termasuk syarat memulangkan siapa saja engga ada,” kata Pramono saat mengomentari rekonsiliasi keduanya yang dilakukan di Stasiun MRT dan di FX Sudirman., Minggu (14/7).

Jokowi Dapat Semuanya, Prabowo Berikan Seluruhnya

Oleh: Asyari Usman
Wartawan Senior

Dari pertemuan Lebak Bulus (13 Juli 2019), ada pertanyaan penting: Jokowi dapat apa, dan Prabowo dapat apa? Siap yang untung, siapa yang rugi?

Kalau mau dijawab singkat, itulah judul tulisan kali ini. Yaitu, Jokowi dapat semuanya, sedangkan Prabowo memberikan seluruhnya. Jokowi dapat 'full package' dan Prabowo menyerahkan segalanya.

Inilah Induk Segala Pengkhianatan

Oleh: Asyari Usman*

PRABOWO Subianto, hari ini kau khianati ratusan juta pendukungmu. Kau tusuk perasaan mereka. Dengan entengnya. Dengan mudahnya. Tanpa rasa bersalah.

Prabowo, hari ini kau hancurkan perasaan ratusan juta rakyat Indonesia. Kau mungkin punya alasan tersendiri untuk menemui dia. Tapi, apa pun alasan kau, pertemuan itu menyakitkan hati rakyat yang mendukungmu mati-matian. Dan memang banyak yang benar-benar mati. Hilang nyawa.

Sayonara Pak Prabowo

Oleh: Hersubeno Arief

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akhirnya bertemu dengan Presiden Jokowi. Pertemuan di stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Lebak Bulus, Jakarta Selatan itu disambut dengan mendua.

Kubu pendukung Jokowi mengelu-elukan pertemuan tersebut. Mensekab Pramono Anung melalui berbagai akun media sosialnya sudah “membocorkan” pertemuan tersebut dengan tagar#AlhamdulillahIndonesiaku.

Pertempuran Baru Prabowo Subianto

Oleh: Zeng Wei Jian

Ngga ada alasan ragu terhadap Pa Prabowo. Inti semua manuver adalah struggle. Dia patriot politik. Soal metode; harus flexible. Demi rakyat. Oposisi atau koperatif hanyalah bentuk lain dari perjuangan. 

Munculnya figur Kepala BIN Budi Gunawan adalah fenomena special. Ngga lazim. Artinya pertemuan ini tidak biasa. 

Scenario tingkat tinggi. Ada "The element of surprise". Lawan terperangah. Gelagapan. Sang Jenderal nyantai. 

Akhirnya jadi Kenyataan, Lupakan Prabowo Subianto...

Ah ternyata dia hanya seorang PECUNDANG bukan PEJUANG. Baru sehari dia pidato dihadapan rakyatnya dengan berapi-api bahwa LEBIH BAIK MATI dari pada MENGHIANATI RAKYATNYA. Tapi besoknya situasi berkata lain. Dia jilat ludahnya sendiri dengan alasan demi kesatuan negeri. Oh lidah memang tak bertulang.

Oposisi, Pintu Rekonsiliasi Antara Prabowo dan Pendukung

Oleh: Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Ingat, Kalian Hanya Berekonsiliasi dengan Politisi Busuk, Bukan dengan Umat!

Oleh : Nasrudin Joha 

Pilu batin ini, mendengar kabar sinetron rekonsiliasi telah dimulai. Awalnya, sinetron ini nyaris batal, karena sikap singa tetap menjadi singa dan menolak menjadi kambing.

Sejak hari ini (13/7), sejak peristiwa Stasiun Lebak Bulus, Singa itu telah berubah menjadi kambing kurban. Kambing yang menyerahkan leher untuk dijagal rezim.

Bagi-Bagi Kursi, Siapa yang Happy?

Oleh :  Desi Dian Sari, S.I.Kom
Penggiat Literasi

Baru saja pesta demokrasi terbesar di negeri ini usai.   Mencuatkan nama Jokowi- Ma’ruf Amin sebagai pemenang kontelasi politik tertinggi di negeri ini. Akhirnya : “There ain’t no such as a free lunch“. Partai-partai pendukung sang pemenang pun mulai berdatangan dengan menyelipkan nama-nama calon menteri yang mereka (akan) ajukan kepada sang presiden.

Pages