25 February 2018

Prabowo Subianto

Satu Dekade Partai Gerindra, Apa Prestasinya?

Oleh: Tb Ardi Januar

Partai ini lahir karena keresehan. Keresehan melihat makin tingginya angka kemiskinan, keresahan melihat melonjaknya angka pengangguran, keresahan melihat kian rendahnya kesejahteraan.

Partai ini berdiri karena kegelisahan. Gelisah melihat kehidupan buruh tani dan nelayan, gelisah melihat rendahnya pendapatan dan penghasilan, gelisah mahalnya biaya pendidikan dan kesehatan.

Gerindra Segera Deklarasikan Pencapresan Prabowo

KONFRONTASI-Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon memastikan dalam waktu dekat partainya akan mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai bakal calon Presiden 2019. Meski, ketua umum Partai Gerindra itu belum secara pasti memastikan kembali bertarung di 2019.

"Ya, insyaallah kalau kami di Gerindra hampir tidak ada perbedaan pendapat. Dan aklamasi pasti akan mencalonkan Pak Prabowo," kata Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 30 Januari 2018.

Merdeka Selatan versus Merdeka Utara

Soal wacana becak di Jakarta, saya pribadi kurang setuju dan kurang tertarik dengan diskursus tersebut. Tapi masalahnya, kecerdikan Prabowo menyusun arena harus kita hargai. Sekarang akan tampak perang ideologi yg lebih nyata dengan masuknya unsur pemerintahan, dengan tarung rebutan simbol-simbol. Sebelumnya, pada 2012, Jokowi dan PDIP menggunakan becak sebagai idiom proletar untuk menangguk suara. Ketika Jokowi bangga berhasil mengkooptasi segmen tersebut dan mulai beralih mengurusi investasi politik para taipan, segmen proletar tadi terbengkelai.

Purnawirawan TNI dan Polri Dukung Prabowo jadi Capres 2019

KONFRONTASI - Purnawirawan TNI dan Polri  di Jember, Jawa Timur, mendeklarasikan dukungan terhadap Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, sebagai calon presiden untuk periode mendatang.

Menurut Koordinator Daerah Purnawirawan Pejuang Indonesia Rayat (PPIR) Jember, Usdhiyanto, dukungan itu sengaja diberikan kepada Prabowo, karena dia diyakini bisa mengemban amanah dengan baik dan bisa membawa perubahan ke arah lebih baik.

Prabowo Nyapres, Gerindra Menang Pemilu 2019?

KONFRONTASI - Rilis survei Lingkar Survei Indonesia (LSI) menempatkan PDI Perjuangan yang diperkirakan akan memenangi Pemilu 2019 dengan suara 22,2 persen.

"Posisi kedua akan diisi Partai Golkar dengan perolehan 15,5 persen dan posisi ketiga ada Gerindra dengan 11,4 persen suara," ujar peneliti LSI, Ruli Akbar di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta, Rabu (24/1).

Ruli menyebutkan ketiga partai tersebut hampir dipastikan berada dalam tiga tertinggi dengan dasar hasil survei yang dilakukan LSI, tiga partai tersebut memperoleh suara di atas 10 persen.

Prabowo Subianto dalam Teror?

Oleh: Martimus Amin*

TIDAK cukup dengan barisan jenderal sangat seperti Hendro, Luhut, Wiranto dan lain-lain. Masuknya Agum dan Moeldoko memperpanjang skuad jenderal pendukung untuk membendung laju Prabowo. Aksi terorpun dimainkan.

Setelah Novel Baswedan disiram dengan air keras yang menyebabkan matanya cacat permanen serta nyaris merengut nyawanya.

Ulama dan aktifis kritis ditangkap dan dipenjarakan. Konsumen pembeli hunian reklamasi yang tidak puas dan protes dengan pengembang dipanggil kepolisian.

Hastag Save Jateng

Oleh: Zeng Wei Jian

Issue Mahar Politik adalah kontra aksi slogan "Jangan Pilih Partai Pro Penista Agama" yang marak di Sosial Media.

La Nyalla batal diusung. Mereka dapet momentum. Infiltran Syiah disusupi. Sukses naikan suhu politik. Pa Prabowo, Gerindra dan PKS jadi sasaran antara.

Target utamanya, mendelegitimasi kandidat Partai Gerindra dan PKS: Sudirman Said dan Mayor Jenderal Sudrajat. Minimal, mereka berharap bisa rebut Jawa Tengah.

Case Closed: Kasus Fitnah Mahar untuk Prabowo

OLEH: HABIBUROKHMAN

Prabowo versus La Nyalla: Ini Yang Terjadi Sesungguhnya

Oleh : Agnes Marcellina

Percakapan awal dalam pertemuan makan malam bersama bapak Prabowo Subianto di Hambalang 13 Januari 2018,   adalah bincang-bincang kasus yang sedang hangat dibicarakan di media yaitu “nyanyian” LNM  dan black campaign terhadap Prabowo Subianto dan partai Gerindra yang dituduh memalak orang tersebut.

Ketulusan Prabowo, Manuver La Nyalla

Oleh: Gofar Adam*

Mental La Nyalla tak sesuai dengan wajahnya yang tampak keras laksana baja. Sedari dulu banyak media yang lekatkan Nyalla dengan istilah preman. Meskipun memiliki kesan negatif, istilah preman juga mencerminkan sikap berani dan cendrung fairplay dalam bertindak. Semestinya sikap ini melekat pada jiwa orang-orang seperti La Nyalla. Ternyata bukan jaminan juga!

Pages