22 February 2020

PLN

Listrik Padam, Bandarlampung Gelap Gulita

KONFRONTASI - Akibat pemadaman aliran listrik PLN yang terjadi sejak Kamis (30/10) sore, sebagian wilayah Kota Bandarlampung nyaris "gelap gulita" pada Jumat malam.

Pemadaman listrik terjadi di banyak wilayah di Kota Bandarlampung, termasuk di RS Imanuel Bandarlampung.

Sejumlah pengunjung RS Imanuel menyatakan pemadaman listrik di kawasan rumah sakit semestinya dihindari, dan harus diprioritaskan untuk tidak mendapatkan pemadaman.

Salamuddin Daeng: Jokowi Mengeruk Uang Rakyat demi Bayar Utang PLN

KONFRONTASI - Pengamat ekonomi-politik dari Institute Global Juctice (IGJ), Salamuddin Daeng mengatakan setiap dua bulan sekali PLN menaikkan tarif dasar listrik. Rakyat pun harus membayar listrik semakin mahal kepada PLN untuk menutup bunga dan cicilan utang luar negeri PLN yang semakin menggunung.

"Coba Apa Persamaan PLN dan SBY?"

KONFRONTASI-Warga Manado menumpahkan kekesalan mereka terhadap kinerja Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang sering sekali memadamkan aliran listrik. Kekesalan itu diungkapkan dengan kalimat-kalimat hujatan melalui status di berbagai media sosial.

"Jangan nikah dengan orang PLN, lampu saja mereka matikan apalagi anda kalau mau jadi istrinya," tulis Aldrin melalui status Blackberry Messanger (BBM) nya.

PLN Minta Duit 5,23 Triliun, DPR Tolak Surat Dahlan Iskan

KONFONTASI - Komisi VI DPR-RI menolak usulan PT PLN (Persero) yang meminta suntikan modal dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) dari pemerintah senilai Rp 5,234 triliun. Komisi VI menyarankan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengusulkan pengajuan PMN ke dalam APBN-Perubahan 2015.

"Komisi VI belum dapat menyetujui PMN usulan PLN di RAPBN 2015 sesuai surat Menteri BUMN senilai Rp 5,234 triliun. PMN ini agar diusulkan kembali ke dalam APBN Perubahan 2015," kata Ketua Komisi VI DPR, Airlangga Hartarto, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/9/2014).

Pemadaman Listrik Rugikan Industri Nasional

KONFRONTASI - Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economist and Finance (Indef) Eko Listianto mengatakan sektor industri nasional akan merugi bila PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) melakukan pemadaman terkait berkurangnya 50 persen pasokan solar dari Pertamina karena PLN belum sepenuhnya membayar solar yang sudah diterima. "Secara umum, pemadaman akan berdampak signifikan karena tanpa pemadaman saja kebutuhan energi untuk industri nasional belum mencukupi, apalagi jika terjadi pemadaman mereka akan merugi," katanya di Jakarta, Rabu.

Pages