28 May 2018

pks

PKS Kecam Alquran Dijadikan Barang Bukti Kasus Terorisme

KONFRONTASI-Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengecam keras penggunaan Alquran sebagai barang bukti kasus terorisme. Menurutnya, hal tersbeut merupakan suatu tindakan yang bodoh.

"Janganlah bertindak bodoh, kita tidak sedang berhadapan dengan kitab suci, kita tidak sedang berhadapan dengan agama, kita berhadapan dengan orang sakit orang sesat, orang berbahaya yang harus ditindak dengan tindakan keras," kata Mardani, di Menteng Jakarta Pusat, Sabtu (19/5).

Menerka Siapa Cawapres Prabowo, siapa Cawapres Jokowi?

KONFRONTASI- PKS tak ingin Anies BAswedan jadi cawapres Jokowi. Benarkah? Itu soal cocok atau tidak terkait  harga politik yang harus dibayar. Survei Kedai Kopi menunjukkan Rizal Ramli merupakan cawapres Prabowo yang paling kuat, selain Gatot Nurmantyo.

Politisi PKS: Pemerintah Harus Dengar Saran Cerdas Rizal Ramli soal Utang Negara

KONFRONTASI - Politisi PKS, Refrizal mengatakan bahwa pemerintah harus mendengar masukan ekonom senior Dr Rizal Ramli soal skema utang.

"Pak Rizal Ramli menyarankan dalam berutang bukan posisi kita di bawah atau sedang meminta-minta," terang Anggota Komisi XI DPR RI ini Senin (7/5).

Skema cerdas dalam berutang yang disampaikan oleh Rizal, lanjut Refrizal, berkaitan dengan harga diri bangsa Indonesia di mata negara-negara lain. Karena jika tidak cerdas maka kita akan terus diatur oleh negara-negara pemberiutang.

PKS Puji Pemikiran Ekonomi Rizal Ramli

KONFRONTASI - Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PKS Refrizal mengatakan pemikiran ekonomi tokoh nasional Dr Rizal Ramli sangat brilian. "Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PKS Refrizal mengatakan pemikiran ekonomi tokoh nasional Dr Rizal Ramli sangat brilian." katanya Senin (7/5).

Menurutnya pemerintah harus banyak menerima masukan dari siapa pun, terlebih dari orang-orang yang memiliki pemikiran yang luar biasa seperti Rizal Ramli.

Hidayat Bantah PKS Ultimatum Gerindra

KONFRONTASI - Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nurwahid mengatakan partainya tidak pernah mendikte apalagi sampai memberikan ultimatum kepada calon mitra koalisi Gerindra soal tenggat waktu pengumuman pasangan capres dan cawapres 2019.

Fahri Anggap Masalahnya dengan Sohibul Persoalan Pribadi

KONFRONTASI-Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menganggap persoalan melaporkan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman merupakan masalah pribadi.

"Ini persoalan pribadi, jadi jangan mengajak partai," kata Fahri di Jakarta, Rabu.

Fahri mengatakan Sohibul harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara pribadi terkait ucapannya melalui media elektronik.

Menurut Fahri, seharusnya Sohibul tidak menyeret nama Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri untuk menghadapi kasus itu.

Fahri vs Sohibul: Ketua Majelis Syuro PKS Diperiksa Sebagai Saksi

KONFRONTASI-Penyidik Polda Metro Jaya memeriksa Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Aljufrie sebagai saksi terkait dengan laporan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah terhadap Presiden PKS Sohibul Iman.

"Saya memenuhi panggilan atas laporan Fahri Hamzah terhadap Sohibul Iman terkait dengan dugaan fitnah dan pencemaran nama baik," kata Salim di Jakarta, Rabu.

Salim mengatakan bahwa kehadirannya memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya guna membantu penyelidikan laporan Fahri terhadap Sohibul.

Salim berharap keterangan yang disampaikan kepada kepolisian akan mendudukkan kasus Fahri dengan Sohibul agar terang.

Ditegaskan Salim bahwa pernyataan Sohibul mengenai Fahri yang disampaikan melalui media elektronik itu merupakan fakta dan benar.

Gatot Batalkan Janji, Presiden PKS Kecewa

KONFRONTASI-Presiden Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) Sohibul Iman mengungkapkan bahwa mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo pernah meminta waktu untuk bertemu.

Menurut Sohibul, pertemuan tersebut akan membahas kemungkinan Gatot maju sebagai calon presiden atau calon wakil presiden yang diusung PKS pada Pilpres 2019.

Namun, setelah Sohibul memberikan waktu, Gatot membatalkan pertemuan tersebut.

"Nah Pak Gatot ini sebulan lalu berkomunikasi dengan tim saya, minta waktu, saya kasih waktu. Waktu itu hari Jumat. Tapi menjelang Jumat itu, malamnya Pak Gatot membatalkan, dia pergi ke mana gitu," ujar Sohibul saat ditemui di kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Jumat (20/4/2018).

"Ya buat saya berarti dalam konteks itu komunikasi, dengan kami bukan yang prioritas. Sudah kami kasih kok malah tidak jadi," ucap dia.

Sohibul pun menegaskan, partainya belum mempertimbangkan nama lain selain sembilan kader PKS untuk diusung sebagai cawapres pendamping Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada Pilpres 2019.

Ia mengatakan, keputusan untuk mengusung calon lain dari luar PKS harus melalui keputusan rapat Majelis Syuro.

"Ini keputusan Majelis Syuro. Kan katanya Pak Gatot ingin dicalonkan dari PKS, maka harus lewat Majelis Syuro dulu. Tapi kalau Pak Gatot diberikan kendaraan oleh gerindra ya kami terima juga. Cawapresnya dari PKS. begitu juga dengan Anies Baswedan," kata Sohibul.

Pilpres 2019: Koalisi PKS dan Gerindra Belum Final?

KONFRONTASI - Sekjen PKS Mustafa Kamal menyebut bahwa pengumuman resmi nama calon presiden yang akan diusung di Pilpres 2019 bisa jadi dilakukan saat perayaan ulang tahun atau milad PKS ke-20 di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat. Milad ini akan dirayakan pada tanggal 13 Mei.

"Pada waktu itu, kita berharap mudah-mudahan ada nama yang bisa kita sebut," ujarnya di Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (19/4) malam.

PKS Tak Rela Prabowo Gaet Anies Sebagai Cawapres

KONFRONTASI-Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengaku tidak rela posisi cawapres pendamping Prabowo Subianto pada Pilpres 2019 diserahkan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Pasalnya, PKS telah menyiapkan sembilan nama dari internal partai.

Anies sendiri bukanlah kader PKS meski mendapat dukungan penuh pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Pages