10 December 2019

Pilpres 2019

Pengamat Yakin Prabowo Jadi Menhan

Konfrontasi - Pengamat politik Ujang Komarudin memprediksi Gerindra bakal mendapatkan dua kursi menteri di kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin.

Dari dua jatah itu, Ujang meyakini Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan politikus Gerindra Edhy Prabowo akan menjabat menteri.

"Kalau dua. Kemungkinan Prabowo sama Edhy Prabowo," kata Ujang dilansir JPNN, Jumat (18/10/2019).

Akankah Prabowo Hadiri Pelantikan Jokowi-Maruf

KONFRONTASI-Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto belum bisa dipastikan kehadirannya dalam pelantikan Joko Widodo (Jokowi) - Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden pada Minggu 20 Oktober nanti.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengaku akan melaporkan hasil rapat pimpinan MPR persiapan pelantikan Jokowi-Ma'ruf kepada Prabowo Subianto. "Saya akan laporkan hasil rapat ini kepada beliau ya," ujar Muzani seusai rapat pimpinan MPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Ada Campur Tangan Budi Gunawan Dipertemuan Jokowi-Prabowo

Konfrontasi - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan disebut – sebut sebagai salah satu sosok penting dalam proses mempertemukan Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto. BG – panggilan Budi Gunawan – juga tampak sibuk saat Jokowi bertemu Prabowo, Sabtu (13/7/2019).

Juru Bicara BIN Wawan Hari Purwanto enggan memerinci peran pimpinannya itu dalam menjembatani petemuan kedua tokoh sentral di pertarungan Pilpres 2019 itu.

Prabowo Temui Jokowi, PA 212 Kecewa

KONFRONTASI-Pertemuan Presiden Jokowi dengan Prabowo Subianto usai Pilpres 2019 memunculkan kekecewaan di kalangan Persaudaraan Alumni (PA) 212. Juru Bicara PA 212 Novel Bamukmin mengatakan pihaknya akan berjuang sendiri tanpa melibatkan partai politik, termasuk Prabowo.

"PA 212 sudah kembali kepada khittah semula yaitu sudah tidak lagi bersama partai manapun juga Prabowo/BPN," kata Novel melalui pesan tertulis di Jakarta, Sabtu (13/7).

70 Juta Rakyat Tak Akan Tonton Pelantikan Jokowi-Maruf?

KONFRONTASI -  70 JUTA RAKYAT Indonesia siap mematikan pesawat Televisi tanggal 6 sampai 8 Juli 2019. Rakyat beralasan bahwa pada hari tersebut ada pelantikan presiden dan wakil presiden di Televisi.   

Tidak ada legitimasi rakyat, jika menang atas kecurangan, demikian alasan mereka atas penyiaran pelantikan dan pengukuhan presiden dan wakil presiden itu di negeri ini, jika itu diperoleh dengan kecurangan. Demikian sebagian penonton Televisi beralasan.

Pengurus MUI: Allah Melarang Ucapkan Selamat Pada Kecurangan

KONFRONTASI-Jika diyakini Pemilu 2019 curang maka hak siapapun, termasuk Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno tidak memberi ucapan selamat kepada presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo-Maruf Amin. 

"Allah melarang ucapkan selamat pada kecurangan. Apalagi membantu mendukung koalisi dengan kecurangan karena kecurangan itu dosa, munkar, menjadi sumber perpecahan dan permusuhan," kata pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Anton Tabah Digdoyo kepada redaksi, Jumat (5/7). 

Muhammadiyah: Pilpres Sudah Berlalu, Mari Kembali Bersatu

KONFRONTASI-Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah KH Haedar Nashir mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersatu kembali setelah Pemilihan Presiden 2019 demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia pun mengimbau kepada pengurus Muhammadiyah aktif dalam merekatkan kembali masyarakat.

MK Menangkan Jokowi, Kenapa Prabowo Tak Langsung Ucapkan Selamat?

KONFRONTASI-Politisi Partai Gerindra Hendarsam Marantoko menilai pernyataan calon presiden Prabowo Subianto yang menyebut menghargai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) bermakna luas, termasuk makna menerima dan mengucapkan selamat.

“Pernyataan Pak Prabowo yang mengatakan menghormati putusan MK, itu hanya pilihan kata. Itu ‘style’ Pak Prabowo, yang lebih untuk menaungi seluruh pendukungnya,” kata Hendarsam Marantoko pada diskusi “Peta Politik Pasca-putusan MK” yang diselenggarakan sebuah radio swasta, di Jakarta, Sabtu (29/6).

Hormatilah Emak-Emak, Prabowo Harus Tetap Oposisi

PULUHAN, bahkan ratusan, malah bukan tidak mungkin puluhan hingga ratusan ribu Emak-Emak, berharap Prabowo dan Sandi Uno, tetap di jalurnya. Di luar pemerintahan, sebagus apa pun tawarannya. Apa pun situasinya, ya tetap di jalur oposisi.

"Gak ada yang salahkan?" tukas Ade dan Yuli, emak-emak dari relawan Jalak 7, alumni SMAN 7, Jakarta. 

"Dulu Mega juga kuat 10 tahun di luar pemerintahan SBY, kenapa sekarang Prabowo gak kuat?" lanjut Emak-Emak lainnya saat demo di sektar MK, Kamis (27/6).

Ucapan Selamat ke Jokowi Bikin Pendukung Prabowo Ngamuk

KONFRONTASI-Sebuah undangan untuk konsolidasi pendukung Prabowo-Sandi usai putusan MK beredar di media sosial. Para pendukung yang didominasi oleh emak-emak pun hadir, termasuk media .

Di akhir acara, salah seorang relawan membacakan sikap usai putusan MK. Dalam pernyataan yang dibacakan, tertulis kalimat yang menyatakan selamat ke Jokowi-Ma'ruf.

Pages