27 April 2018

Pilpres 2019

Ingkar Janji, Jokowi Diminta Mundur Jadi Capres

KONFRONTASI - Joko Widodo diminta untuk mengundurkan diri sebagai Calon Presiden RI 2019. Pasalnya, janji kampaye Jokowi saat Pilpres 2014 banyak yang bulum terpenuhi.

Jokowi juga memberi ruang dan peluang bagi asing untuk mendominasi atas aset-aset Negara, termasuk izin yang diberikan untuk menguasai sumber agraria.

"10 Juta lapangan tenaga kerja belum terpenuhi secara signifikan," ujar Koordinator Nasional (Kornas) #2019GantiPresiden Effendi Saman Senin (23/4).

Pilpres 2019 Terancam Inkonstitusional

KONFRONTASI - Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan PKPU Nomor 7 tahun 2017 mengenai tahapan, program dan jadwal penyelenggaraan pemilu tahun 2019 mengancam konstitusionalitas Pilpres yang hari pencoblosannya jatuh pada 17 April tahun depan.

Gerindra Yakin Bisa Kalahkan Jokowi, Ini Buktinya

Konfrontasi - Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan, meskipun sebagian publik puas dengan kinerja pemerintahan, itu belum menggambarkan bahwa Joko Widodo atau Jokowi akan menang di Pilpres 2019.

Amien Rais "Pastikan" PAN Dukung Prabowo, Goodbye Jokowi

Konfrontasi - Amien Rais seolah menutup rumor politik soal 'partai biru' yang merapat ke kubu Jokowi. Ditegaskannya, PAN mendukung Prabowo Subianto.

"Saya bisa menjamin, tidak mungkin PAN dukung Pak Jokowi-lah ya," kata Amien di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Moralitas dan Track Record Kriteria Capres-Cawapres Versi Mahfud MD

Konfrontasi - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan, sosok capres dan cawapres harus memenuhi sejumlah kriteria jika ingin menang di Pilpres 2019. Secara realistis, harus memenuhi syarat dapat diterima oleh rakyat dan mempunyai dukungan politik.

"Sosok capres dan cawapres itu tidak cukup hanya pintar. Akseptabilitas dan elektabilitasnya juga harus tinggi. Tapi kalau pun itu tinggi, enggak bisa juga kalau (sosoknya) membahayakan (bagi negara)," ujar Mahfud di Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Prediksi Amien Rais di Pilpres 2019

Konfrontasi - Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais meyakini pertandingan ulang antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto akan kembali terjadi di Pilpres 2019. Dia tak terlalu memperhitungkan tokoh-tokoh yang masuk bursa capres/cawapres.

"Jadi, soal cawapres ini, menurut saya Pak Prabowo itu pasti maju. Berarti saya yakin akan ada rematch ya," ungkap Amien di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Jika PAN Dukung Jokowi di Pilpres 2019, Amien Rais: Bunuh Diri

Konfrontasi - Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais memastikan bahwa partainya tidak akan mendukung Joko Widodo dalam Pemilu 2019 selama tidak ada gempa politik.

"Sekarang read my lips; PAN tidak mungkin mendukung Pak Jokowi," ujar Amien saat ditemui di kediamannya di Perumahan Taman Gandaria, Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Jokowi Tidak Gampang Kalahkan Prabowo di Pilpres 2019

KONFRONTASI - Soal anggapan capres Gerindra Prabowo Subianto lawan mudah bagi Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 dibantah Sekjen DPP PPP, Arsul Sani.

Anggapan demikian belakangan disebut-sebut muncul di kalangan parpol pendukung dan relawan Jokowi.

"Saya kira tidak lah (tidak mudah mengalahkan Prabowo)," ujarnya Jumat (13/4).

Arsul mengakui deklarasi kesiapan Prabowo nyapres menumbuhkan rasa lega. Sebab dengan majunya Prabowo dipastikan Jokowi tidak melawan kotak kosong.

Bahas Pilpres 2019, Rakornas Gerindra Tertutup?

KONFRONTASI - Partai Gerindra menggelar Rakornas dan  berencana mendeklarasikan Ketua Umumnya, Prabowo Subianto, sebagai calon presiden pada Rabu, 11 Maret 2018. Hanya saja, malam sebelumnya, awak media menerima informasi Rakornas Gerindra akan berlangsung secara tertutup.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menjelaskan rakornas bersifat tertutup, karena mereka akan membahas pemenangan pileg dan pilpres. Adapun deklarasi tetap dilakukan.

Pengamat: Prabowo Benar-benar Galau Maju Pilpres

KONFRONTASI - Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto dianggap benar-benar galau untuk menentukan apakah mencalonkan diri kembali atau tidak di pilpres 2019.

Menurut pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN), Adi Prayitno, kegalauan Prabowo mulai dari elektabilitas masih dibawah Joko Widodo hingga isu logistik juga menjadi perhatian Prabowo.

"Bukan hanya faktor Cawapres yang bikin galau, saya melihatnya banyak faktor, terutama elektabilitas, logistik, dan dukungan partai yang membuat Prabowo galau," ujar Adi, Rabu, (11/4).

Pages