16 October 2019

Pilkada Surabaya

Demokrat Siapkan Herlina untuk Pilkada Surabaya 2020

KONFRONTASI-DPD Partai Demokrat Jawa Timur menyiapkan kader terbaiknya salah satunya Ketua Fraksi Demokrat DPRD Surabaya, Herlina Harsono Njoto untuk bisa maju sebagai bakal calon wali kota dalam Pilkada Surabaya 2020.

"Saya sudah tahu sepak terjangnya Herlina pada saat menjadi ketua komisi A. Orangnya tegas, kritis dan kencang dalam memperjuangkan kepentingan rakyat. Kalau saya bilang, Ahok perempuan," kata Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim, Renvile Antonio di Surabaya, Kamis.

Risma Kalah di TPS Eks Dolly Surabaya

KONFRONTASI - Pasangan inkumben Pilkada Surabaya, Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana menang telak di TPS 51 yang berada di bekas lokalisasi Dolly di Kelurahan Putat Jaya. Risma-Whisnu memperoleh 186 suara, sedangkan Rasiyo-Lucy Kurniasari hanya mendapatkan 58 suara.

Risma/Whisnu Siap Hadapi Debat Pilkada Surabaya

Konfrontasi - Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Whisnu Sakti Buana mengaku siap menghadapi debat publik Pilkada Surabaya yang digelar KPU Surabaya di Surabaya pada Jumat (30/10) malam.

Ketua Tim Pemenangan Cawali-Cawawali Surabaya Risma-Whisnu, Syaifudin Zuhri, di Surabaya, Kamis, mengatakan pasangan calon (paslon) yang diusung PDIP dengan nomor urut 2 tidak melakukan persiapan khusus untuk menghadapi debat publik.

Dendam Pada Rasiyo, Ibu Ini Lakukan Black Campaign di Pilkada Surabaya

KONFRONTASI-Dipicu rasa dendam pada mantan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Rasiyo, yang juga calon wali kota Surabaya, Elizabeth Susanti (41) nekat melakukan black campaign atau kampanye tak bertanggung jawab. Akibatnya, ia mendekam di sel tahanan Polrestabes Surabaya setelah dilaporkan menipu pemilik katering.

PKS Tegaskan Abstain di Pilkada Surabaya 2015

Konfrontasi - DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur menyatan abstain atau tidak berpartisipasi di Pilkada Surabaya 2015 meski sudah ada dua pasang Cawali-Cawawali Surabaya yakni Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana (PDIP) dan Rasiyo-Abror (PAN dan Demokrat).

"Arahan ke kader PKS, bisa jadi golput jika pilkada digelar pada 9 Desember 2015, bisa jadi tidak mengarahkan kader ke siapapun, tergantung hati nurani masing-masing," kata Ketua DPW PKS Jatim Hami Wahyunianto kepada wartawan di Surabaya, Senin (17/8).

Pengamat: Pilkada Surabaya Sebaiknya Diundur

Konfrontasi - Pengamat Politik dan Ketua Parlemen Watch Jatim Umar Salahudin menilai Pilkada Surabaya 2015 sebaiknya diundur hingga 2017 daripada memunculkan calon boneka.

"Calon boneka menjadi tragedi demokrasi di Surabaya, calon boneka membodohi rakyat," kata Umar Salahudin kepada Antara di Surabaya, Rabu (29/7).

Menurut dia, kalau ada calon boneka berarti motivasinya pragmatis yakni rela maju untuk kekalahannya dan memenangkan calon yang lain. Calon boneka tersebut pasti dapat benefit atau bentuk imbal jasa.

PPP Tak Sepakat Pilakada Surabaya Tertunda 2017

Konfrontasi - Partai Persatuan Pembangunan tak sepakat jika pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Surabaya tertunda pada 2017 seiring belum munculnya pasangan bakal calon wali kota dan wakilnya selain petahana (incumbent).

"Kalau sampai tertunda, kami tak sepakat dan sangat menyayangkannya, karena masyarakat Surabaya yang akan dirugikan," ujar Ketua DPC PPP Kota Surabaya Buchori Imron kepada wartawan di Surabaya, Selasa (21/7).