10 December 2019

Pilgub DKI

Wuih, Anies-Sandi Bentuk Satgas Anti Hoax

KONFRONTASI-Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, pada Pilkada DKI Jakarta 2017, menegaskan, mereka telah memiliki Satuan Tugas Anti Hoax.

Ada Apa Sandiaga Temui Keluarga Probosutedjo?

KONFRONTASI-Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor 3, Sandiaga Uno, bersama istrinya, Nur Asia, bertemu dengan pengusaha yang juga adik Presiden Soeharto, Probosutedjo, di rumahnya, di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat malam.

Sandiaga dan istrinya datang sekitar pukul 20.27 WIB dan keluar dari rumah itu sekitar pukul 21.20 WIB.

Mereka melakukan pertemuan di ruang keluarga. Probosutedjo duduk di kursi santai. Demikian juga dengan Sandiaga yang duduk di kursi pijat milik Probosutedjo.

Tidak Pro Reklamasi, Sandi Sempat Kesulitan Minta Donasi ke Pengusaha

Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga, Sandiaga Uno, mengaku sempat mengalami kendala saat menggalang dana dari teman-teman pengusahanya untuk membiayai kampanye pada Pilkada DKI Jakarta.

Sandi menggalang donasi dari pengusaha dan tidak minta sumbangan dari warga karena sebagian besar pendukungnya warga kelas menengah ke bawah.

Anies: Fitnah Enggak Usah Terlalu Dipikirin

KONFRONTASI-Calon gubernur, Anies Baswedan, memiliki cara sendiri dalam meredam serangan ataupun provokasi isu Pilkada DKI Jakarta 2017. Selain fokus pada program, Anies tak mau ambil pusing soal serangan dan provokasi terkait fitnah.

"Fitnah-fitnah itu kecil lah, enggak usah terlalu dipikirin," kata Anies di Jakarta, Rabu (22/3/2017).

Ahok Berjaya di Twitter, Anies Unggul di Facebook

Mereka yang menguasai media sosial akan menguasi kesadaran publik luas. Ungkapan ini mungkin agak berlebihan.

Tapi untuk pilkada Jakarta, dua hal ini membuat media sosial ikut menentukan bulat dan lonjong opini publik. Bahkan media sosial besar pula perannya menentukan siapa yang akhirnya menjadi Gubernur Jakarta berikutnya.

Zulkifli Hasan: Kami Bulat Dukung Anies-Sandi

KONFRONTASI-Pengurus pusat PAN mempertegas dukungan kepada pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno untuk putaran dua Pilkada DKI Jakarta setelah sebelumnya DPW Partai Amanat Nasional (PAN) DKI Jakarta mendeklarasikan dukungan pada pasangan no.3 tersebut.

Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan, mengatakan, pihaknya sangat berhati-hati menyerap aspirasi internal partai dari tingkatan paling bawah hingga atas.

Jika Terpilih Lagi, Ahok-Djarot akan Teruskan Tradisi Penggusuran

KONFRONTASI-Pasangan calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, akan terus melakukan penggusuran di wilayah Ibu Kota. Anggota Komisi II DPR RI Budiman Sudjatmiko mengatakan hal itu dilakukan dengan alasan untuk kebaikan bersama.

“Penggusuran dinilai tetap perlu dilakukan demi kebaikan bersama dan tidak membahayakan warga. Pemerintahan Ahok-Djarot justru tengah mengangkat derajat hidup warga menengah ke bawah yang rumahnya digusur dengan merelokasi mereka ke rumah susun,” kata Budiman di Jakarta, Rabu (22/3).

Parmusi Deklarasikan Dukungan untuk Anies-Sandi

KONFRONTASI-Bertempat di Gedung Joeang 45, Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu (22/3/2017), Pengurus Wilayah (PW) Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) DKI Jakarta mendeklarasikan dukungannya pada calon gubernur DKI Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Hadir dalam acara deklarasi ini Ketua  Umum Pengurus Pusat (PP) Parmusi Usamah Hisyam dan Anies Baswedan.

Ketua Progres 98: Umat Cerdas, Penista Al Quran Manipulasi Pilgug DKI?

Oleh: Faizal Assegaf
Ketua Progres 98


Situasi jelang Pilgub DKI putaran kedua kian menyulut kecemasan jutaan umat Islam dan ribuan ulama. Tidak hanya warga DKI, tapi reaksi serupa datang dari seluruh tanah air.

Kaum muslim yang terlibat solidaritas AKSI BELA ISLAM tidak rela bila Jakarta sebagai jantung strategis negara dipimpin oleh terdakwa penista Kesucian Al Qur’an alias Ahok.

Massa FPI Geruduk Tempat Pengajian Djarot

KONFRONTASI-Rumah tempat penyelenggaraan pengajian bulanan Majelis Taklim An Nisa di Kramat Lontar, Senen, Jakarta Pusat, Senin (20/3), sempat didatangi ‎massa FPI.

Menurut pemilik rumah, Saefuddin, mereka meminta acara pengajian tidak diselenggarakan.

"Kami baru mau tidur. Jam 00.00 WIB malam, sebanyak 50 orang datang, FPI‎ minta acara tidak diteruskan," kata Saefuddin di lokasi.

Menurut Saefuddin, pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan.

Namun, dia memutuskan untuk tetap meneruskan acara pengajian.

Pages