24 August 2019

Pilgub DKI

Pimpinan dan Kader PPP Kompak Dukung Calon Gubernur Muslim

KONFRONTASI-Pengurus DPW dan DPC PPP se-DKI dari kubu Romahurmuziy (Romi) dan Djan Faridz kompak menolak memilih pemimpin DKI Jakarta nonmuslim.

Peryataan ini ditegaskan dalam pertemuan para sesepuh dan pengurus DPP PPP dari kubu Romi dan Djan Faridz di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (14/4/2017) siang.

Ini Pesan-pesan Presiden Jokowi Terkait Pilgub DKI

KONFRONTASI -  Besok (19/4) warga DKI Jakarta bakal memilih untuk menentukan pemenang pilkada putaran kedua. Ada dua pasang calon yang bersaing, yakni Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Pemerintah pun mengharapkan pilkada DKI berjalan baik, lancar dan aman. Menurut Menkopolhukam Wiranto, pilkada serentak tahun 2017 secara umum berjalan aman dan lancar.

Kantor PPP Jaksel Disegel, Anak Buah Romi Diproses Terkait Sembako Ahok-Djarot

KONFRONTASI - Politik uang berupa pembagian sembako semakin marak menjelang Pilkada DKI Jakarta putaran kedua pada 19 April 2017.

Politisi PPP DKI Jakarta H. Abraham Lunggana (Haji Lulung‏) mengabarkan Kantor DPC PPP Jakarta Selatan telah dijadikan sebagai pos sembako.

"Kantor DPC PPP Jaksel dipenuhi sembako. Pelakunya sudah tertangkap dari pihak kubu Rommy (M. Romahurmuziy-Ketum PPP) yang bernama Saiful Dasuki. Sekarang sedang diproses," kata Haji Lulung‏ di akun Twitter @halus24, Senin (17/4).

BEI: Transaksi Efek Saat Pilgub DKI Tetap Jalan Terus

KONFRONTASI-Bursa Efek Indonesia (BEI) mengemukakan bahwa aktivitas transaksi efek saat pemungutan suara pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta putaran dua pada 19 April 2017 akan tetap berlangsung.

"Bursa itu nasional dan internasional. Jadi, bukan daerah tertentu. Jadi pada tanggal 19 April nanti aktivitas di Bursa akan tetap berlangsung," ujar Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI Alpino Kianjaya di Jakarta, Senin.

Gara-gara Sembako, Warga Petamburan dan Relawan Badja Bentrok

KONFRONTASI-Warga Petamburan , Jakarta Pusat, dikabarkan terlibat bentrokan dengan relawan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut dua Basuki- Djarot atau dikenal Badja. Bentrokan terjadi sebelum azan maghrib berkumandang.

Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang, Kompol Mustakim menjelaskan, bentrokan terjadi karena warga mencegah relawan Badja yang hendak membagi sembako. "Bukan FPI sama Banser tapi ada rencana mau pembagian sembako dari kelompok Badja. Terus kemudian dicegah sama warga sekitar," ujar Mustakim dilansir merdeka.com, Senin (17/4).

Ada Relawan Bagi-bagi Sembako, Begini Respon Ahok

KONFRONTASI-Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku dari dulu tidak suka membagi sembako. Karenanya, pria yang karib disapa Ahok itu melarang tim pemenangan untuk membagi sembako.

"Saya sudah bilang saya paling sebal bagi sembako," kata Ahok di Monas, Jakarta, Senin (17/4).

Ahok menyampaikan hal itu terkait adanya oknum yang membagikan sembako ke warga jelang pencoblosan Pilkada DKI putaran kedua. Ahok meminta jika itu relawan dari pihaknya agar yang melakukannya segera ditegur.

Ini Pesan Simbolik Dari Pertemuan Presiden dan Ulama Soal Pilkada DKI

JAKARTA- Ada pesan simbolik Presiden Joko Widodo kepada para ulama dan cendekiawan Muslim Senin ini. Jokowi memanggil para ulama dan tokoh agama ke Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/4/2017) sore. Hadir diantaranya Ma'ruf Amin, Yusuf Mansur, Mahfud MD, Jimly Asshiddiqie, dan Dahnil Anzar Simanjuntak. Pertemuan berlangsung tertutup selama kurang lebih dua jam. Ma'ruf Amin mengatakan, banyak hal yang dibahas dalam pertemuan, mulai dari redistribusi aset, narkoba, terorisme dan radikalisme.

Lagi, 150 Paket Sembako dan 17 Sapi Milik Relawan Ahok-Djarot Diamankan Panwaslu Kepulauan Seribu

KONFRONTASI-Meski telah memasuki momen masa tenang kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), diduga team sukses (timses) relawan pasangan calon nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), beserta Djarot Syaiful Hidayat (Badja) mengirimkan 17 sapi potong ke sejumlah pulau di Kepulauan Seribu, Senin (17/4/2017).

Hal itu, dibenarkan langsung oleh salah seorang anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) di Kabupaten Kepulauan Seribu, Opik.

Mengapa Jakarta Butuh Gubernur Baru?

Oleh: Muchtar Effendi Harahap
(NSEAS: Network for South East Asian Studies)

Mengapa rakyat Jakarta butuh Gubernur baru? Jawaban inti adalah karena Gubernur lama (Ahok) tak mampu dan gagal melaksanakan urusan pemerintahan.

Pertanyaan berikutnya, urusan pemerintahan apa saja Gubernur lama tidak mampu dan gagal?  Inilah jawaban edisi pertama:

KAHMI: Hentikan Fitnah dan Caci Maki Jelang Pilgub DKI

KONFRONTASI-Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) menyerukan segala bentuk fitnah dan caci maki berbau SARA menjelang pemungutan suara Pilgub DKI putaran kedua agar dihentikan. Hal ini bertujuan demi menciptakan suasana kedamaian

Seruan KAHMI ini tertuang dalam pesan tertulisnya dengan  nomor : 775/B/MNK/KAHMI/IV/2017

“Hentikan segala bentuk fitnah dan caci maki yang membahayakan kebersatuan dalam keberagaman kita, terutama yang menyangkut masalah SARA.”seru KAHMI melalui pesan tertulisnya, Senin (17/4/2017)

Pages