24 February 2019

petahana

"Hoax Propaganda Rusia dan Kualitas Politik Petahana''

Pernyataan Presiden Joko Widodo terkait ada tim sukses yang menggunakan "propaganda Rusia" hanya memiliki dampak elektoral negatif . Dampak lain misalnya hubungan bilateral, sepertinya tidak ada karena Rusia tidak menanggapi serius pernyataan tersebut.

Demikian disampaikan pakar politik internasional Teguh Santosa dalam diskusi publik bertajuk "Hoax Propaganda Rusia: Kualitas Politik Internasional Indonesia Hari Ini di Mata Dunia" di Tebet Barat Dalam IV, Jakarta, Sabtu (9/2).

Habiburokhman: Kubu 02 Tak Khawatir PBB Dukung Petahana

KONFRONTASI -    Juru bicara Direktorat Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Habiburokhman, menilai dukungan Partai Bulan Bintang (PBB) ke kubu petahana dianggap tak berdampak dari segi elektabilitas. Ia menyebut ada dua alasan terkait hal ini.

Pertama, karena pengumuman itu didahului pembatalan pembebasan napi teroris Abu Bakar Ba’asyir (ABB).
“Dimana sebelumnya sudah diumumkan (pembebasannya) oleh Yusril Ihza Mahendra yang juga Ketua Umum PBB,” kata Habiburokhman di Jakarta, Senin, (28/1).

Mabuk Keajaiban: Di Balik Sulitnya Menasehati Sebagian Pendukung Fanatik Petahana

Oleh:  Aad Satria Permadi

-
Tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi saya berinteraksi (sekedar ngobrol dan berdebat) dengan kelompok “pemuja” petahana. Saya beri istilah “pemuja”, karena mereka ini sudah menganggap petahana satu-satunya sosok yang akan menyelamatkan Idnonesia. “Ratu Adil”-lah istilahnya. 

Natalius Pigai: Topik HAM Isu Terberat Petahana

Oleh: Ahmad Z.R.

 

 

Presiden Joko Widodo dinilai sulit meyakinkan keluarga korban, sivil society, kaum intelektual dan rakyat Indonesia karena selama lima tahun belum menunjukkan kemajuan di bidang HAM.

Pudarnya Pesona Petahana (Jokowi)

Oleh: Danke S. Priatna.

Gagasan dari Timses petahana, bahwa debat visi dan misi Pilpres 2019 tidak perlu dilakukan oleh Capres atau Cawapres, cukup oleh TimSes saja, merupakan ungkapan kekalahan awal yang paling dalam. Itu adalah pengakuan yang paling jujur dan ikhlas kalau pasangan Capres dan Cawapres dari petahana memang tidak bisa diandalkan untuk berdebat. Adu gagasan, misi & visi untuk Republik tercinta ini.

KPU dan Bawaslu jadi Timses Petahana (Penguasa)?

Oleh: Muslim Arbi
Mantan aktivis HMI ITB, Koordinator Garpu (Gerakkan Perubahan)

KPU dan Bawslu jangan lah menjadi timses petahan. Mengapa demikian karena publik memandang dan mempersepsi bahwa  dua insitusi negara pengawal dan penegak demokrasi itu menyeret diri nya sebagai timses petahana.

Ada sejumlah indikasi kuat KPU dan Bawaslu terjebak dalam timses petahana.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Ida Budhiati : Calon Petahana tidak Manfaatkan Program Pemerintah Untuk Kampanye

KONFRONTASI-Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Ida Budhiati mengatakan calon petahana yang mengikuti pemilihan kepala daerah (pilkada) 2017 tidak memanfaatkan program pemerintah untuk kampanye.

"Menyalahgunakan wewenangnya menggunakan program pemerintah untuk ditumpangi kegiatan kampanye, itu yang dilarang, memanfaatkan program pemerintah untuk kampanye," kata Ida di Kantor KPU RI, Jakarta, Selasa.

Selain itu, Ida mengatakan pasangan calon kepala daerah mengedepankan kampanye yang edukatif.