22 November 2019

Pertamina

Serikat Pekerja Pertamina Tolak Ahok karena Dia Politisi Bermasalah

KONFRONTASI- Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan masuk ke dalam BUMN. Pria yang biasa disapa Ahok ini dikabarkan bakal menjadi bos Pertamina, namun ada penolakan massal  oleh karyawan BUMN itu..

Puskepi Sebut Saatnya Pertamina Dipimpin Pejabat Karir yang Ahli di Bidangnya

KONFRONTASI -   Wacana diangkatnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai salah satu direksi BUMN, telah viral. Serta menjadi pembicaraan hangat di masyarakat juga di media sosial .

Tolak Ahok Jadi Pejabat Pertamina, Serikat Pekerja Bentangkan Spanduk

KONFRONTASI -   Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) telah memasang spanduk yang menyatakan penolakan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk mengisi jabatan di PT Pertamina (Persero)‎.

Rizal Ramli: Jangan Ulangi Pertamina, Tiga Kali Ganti Direksi dalam Lima Tahun

KONFRONTASI -  Banyak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menimbun masalah. Sebut saja Pertamina, PLN dan BUMN lain.

Begawan ekonomi kerakyatan Rizal Ramli menilai, kebanyakan BUMN memilih personalia asal-an, atau titipan di masa lalu. Makanya manajemen jadi kacau.

“Pertamina dalam lima tahun ganti direksi tiga kali. Ini kan lucu,” tegas Rizal di Jakarta, ditulis Rabu (30/10/2019).

Diketahui pada masa awal pemerintahan Jokowi, Dirut Pertamina dijabat Dwi Soetjipto.

Proyek KA Cepat Diduga Jadi Penyebab Kebakaran Pipa Pertamina

KONFRONTASI-Pipa minyak milik PT Pertamina (Perseo) di Cimahi Selatan tepatnya di pinggir tol Purbalenyi, Jawa Barat terbakar. Pemicu kebakaran diduga dari pengerjaan kereta cepat Indonesia China (KCIC).

Pertamina mengamini pipa yang di Jalan Tol Km 130-800 arah Pasir Koja adalah miliknya. Pipa jenis CB2 mengaliri Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium. Pipa itu memasok Premium dari Terminal BBM Ujung Berung ke Padalarang, Bandung Jawa Barat.

BNPT Siap Bantu Pertamina Identifikasi Ancaman Non Fisik Radikalisme

KONFRONTASI - Paham radikal terorisme telah menyebar ke berbagai lapisan masyarakat hingga ke pemerintahan, tidak terkecuali perusahaan pelat merah yang dimiliki oleh negara. Oleh karena itu, PT Pertamina (Persero) sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perlu meningkatkan kewaspadaannya terkait hal ini

Pertamina Jangan Sembarangan Buka Data

KONFRONTASI-Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI) Ferdinand Hutahaean menyatakan bahwa Pertamina tidak boleh membuka data secara sembarangan kepada publik, termasuk data sumur YYA-1 yang mengalami kebocoran karena data tersebut mengandung rahasia bisnis yang memang harus ditutup.

“Tidak boleh dibuka sembarangan. Ada UU Migas yang melindungi upaya eksplorasi, pengeboran, dan sebagainya karena data tersebut terkait banyak hal yang harus dijaga dan disimpan, misal teknologi supaya tidak ditiru pihak lain,” ujar Ferdinand di Jakarta, Sabtu.

Pertamina Harus Lebih Serius Tangani Penyimpangan Distribusi BBM

KONFRONTASI- Pertamina dinilai perlu lebih serius dalam mengerahkan upaya untuk menangani penyimpangan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dari Terminal BBM ke stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU), kata Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu.

"PT Pertamina sudah empat tahun berkomitmen untuk membenahi sistem pengendalian dan pengawasan dalam distribusi BBM, tetapi hingga saat ini masih terus terjadi penyimpangan di lapangan," kata Gus Irawan dalam rilis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Pertamina Siapkan Rp38 Triliun untuk Kembangkan Energi Panas Bumi

KONFRONTASI-PT Pertamina (Persero) siap mengucurkan investasi mencapai USD2,68 miliar atau sekitar Rp38 triliun sampai 2026 mendatang untuk pengembangan panas bumi (PLTP/Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) dengan total kapasitas sebesar 1.112 megawatt (MW). Hal itu sebagai komitmen Pertamina dalam rangka meningkatkan pengembangan panas bumi di Indonesia.

Utang Swasta Pada Pertamina, Kapal Induk yang Jadi Bancakan?

Oleh : Salamuddin Daeng

 

 

  Pertamina ternyata bukan cuma perusahaan migas terbesar yang membawahi seluruh perusahaan migas milik negara, namun Pertamina adalah “bank” pemberi pinjaman terbesar di negeri ini.

Berbeda dengan bank pinjaman yang diberikan pertamina bukan uang tapi BBM. Apakah pertamina membuat studi kelayakan sepeti bank bank dalam mendistribusikan utang?

Pages