23 May 2019

Pers

Dewan Pers Sebut 22 Situs Diblokir Bukan Pers

KONFRONTASI-Dewan Pers menyatakan 22 situs yang diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika karena dianggap berisi konten radikalisme bukanlah pers dan tidak terdaftar di Dewan Pers.

"Saya tekankan mereka bukan bagian pers, saya sudah membuka data pers 2014 dan 22 situs itu tidak ada dalam daftar," kata Anggota Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo di Kantor AJI Jakarta, Jakarta, Minggu.

Stop Kriminalisasi Pers!

KONFRONTASI-Solidaritas Jurnalis Makassar menentang  rencana pemeriksaan jurnalis Majalah Tempo terkait pemberitaan rekening gendut Komjen Pol Budi Gunawan serta penggeledahan dan penyekapan jurnalis Tribun Lampung di rumahnya.

"Kami menolak segala bentuk tindak kriminalisasi dan intimidasi yang dilakukan aparat penegak hukum terhadap rekan-rekan kami sesama jurnalis dalam menjalankan kerja jurnalistiknya," tegas Ketua Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulawesi Selatan, Jumadi Mappanganro, Jumat.

Kata Syafii Maarif Insan Pers Jangan Ciut Nyali

KONFRONTASI - Pers sebagai pilar demokrasi memiliki peran yang sangat penting terhadap pergerakan kebangsaan sejak era perjuangan hingga saat ini. Bahkan pers juga memiliki kontribusi besar dalam mewujudkan cita-cita bangsa seperti yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945.

"Pers harus mengawal demokrasi secara lebih baik supaya demokrasi substansial terjadi, berupa tegaknya kedaulatan bangsa dan keadilan," tegas Prof Dr HA Syafii Maarif dalam dialog kebangsaan refleksi Hari Pers Nasional (HPN) 2015 di Studio Jogja TV Jalan Wonosari Yogyakarta, Sabtu (21/02/2015) sore.

Pers Dunia Terbitkan Pedoman Keselamatan Jurnalis

KONFRONTASI - Sebanyak dua lusin lebih organisasi berita dan kelompok pembela hak-hak sipil sepakat menyokong standard-standard keselamatan internasional bagi jurnalis paruh waktu menyusul meningkatnya penculikan dan pembunuhan wartawan di seluruh dunia.

Dokumen itu berisi seruan kepada organisasi berita yang mempekerjakan wartawan organik dan paruh waktu untuk secara aktif bergabung dalam komitmen bersama bagi keselamatan dan semangat baru kolegialitas dan kepedulian.

Ketua MPR: Kebebasan Pers Modal Penting Membangun Indonesia Hebat

KONFRONTASI - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengatakan kebebasan pers adalah modal penting dalam proses pembangunan Indonesia menjadi sebuah bangsa yang besar dan hebat.

Bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, Zulkifli Hasan ikut menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2015 yang digelar  di Hotel Harmoni One, Batam, Kepulauan Riau, Senin (9/2) 

Puncak acara HPN 2015 juga dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Kerja dan puluhan gubernur.

Bagir Manan: Pers Tidak Boleh Ciptakan Kegaduhan

KONFRONTASI - Insan pers tidak boleh menciptakan konflik dengan terlibat dalam kegaduhan yang terjadi di tanah air. Ketua Dewan Pers Bagir Manan mengatakan pers harus menjadi sarana informasi yang baik bagi masyarakat.

"Dalam tradisi pers demokratis, pers bisa membuka peluang diskusi secara bebas tetapi tidak boleh menciptakan kontradiksi dan konflik. Pers harus mendorong untuk hal yang lebih baik," kata Bagir disela acara diskusi rangkaian perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2015, di Batam, Kepulauan Riau, Sabtu.

Peranan Pers untuk Hadapi MEA 2015 Belum Tampak

KONFRONTASI-Peranan pers dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di Indonesia belum terasa karena masih banyak masyarakat, bahkan pemerintah daerah yang belum mengetahuinya.

Menurut Sekretariat Asean Assistant Director Finance Integration divison Asean Economic Community, Bambang Irawan, hal tersebut terjadi bukan kesalahan pers. Menurutnya, ini terjadi karena dalam proses diseminasi atau proses penyebaran informasi terkait MEA, mereka perwakilan yang datang ke Asean, tidak melakukan sosialisasi secara aktif.

SBY Nostalgia Kenangannya dengan Awak Media

KONFRONTASI-Mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono tampaknya sedang merindukan awak media Istana, yang dulu sering bersama SBY dalam tugas kenegaraan. 

Di halaman facebook SBY (yang sudah diverifikasi), Senin (2/2), SBY meng-upload alias mengunggah fotonya bersama awak media Istana, yang diambil pada 31 Juli 2014 di Cikeas.

Jangan Biarkan Pers Kembali ke Zaman Kegelapan

KONFRONTASI-Pers di Indonesia bisa masuk ke dalam zaman kegelapan apabila terjadi upaya-upaya pelemahan terhadap independensi pers. Demikian dikatakan Anggota Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo atau akrab disapa Stanley dalam diskusi terbatas bertajuk "Penilaian Pers Yang Dianggap Kebablasan dan Keinginan Untuk Kembali Mengontrol Kebebasan Pers", di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Rabu.

"Kalau dilakukan revisi UU Pers, dan di dalamnya diatur bahwa Dewan Pers harus melalui 'fit and proper test' di DPR maka pers akan masuk zaman kegelapan," ujar Stanley

Haruskah Wartawan Charlie Hebdo Belajar Kerukunan ke Indonesia?

Bisa jadi para wartawan Charlie Hebdo akan sulit diajak berdialog tentang kebebasan pers, apalagi diajak perlunya melakukan pembatasan dalam berekspresi menyampaikan pendapat.

Jelas, mereka akan menolak karena di benaknya sudah tertanam paham kebebasan tanpa perlu ada yang membatasi dirinya. Apalagi dari sisi keyakinan beragama, apa yang sudah dimuliakan oleh agama harus dihormati apa adanya.

Pages