19 May 2019

Pers

Aburizal Nilai Novanto Diadili Pers

KONFRONTASI-Ketua Umum DPP Partai Golkar hasil Munas Bali, Aburizal Bakrie, menilai Ketua DPR Setya Novanto tengah diadili oleh media massa dan mendesak Partai Golkar tak boleh takut membela Novanto yang sedang dihakimi media.

"Tidak boleh kita takut membela orang yang kena trial by the press. Kalau dia (Novanto) benar harus dibenarkan, kalau salah tidak boleh ya disalahkan," kata Aburizal kepada wartawan di DPP Partai Golkar, Kamis.

Diskusi di Fisip UIN Jakarta: Pers harus Cerdas dan Obyektif dalam mengungkap kasus Setya Novanto dan Freeport

KONFRONTASI: Pers atau media harus cerdas, berani  dan obyektif dalam mengungkap secara  fair dan terang-benderang atas kasus Sudirman Said yang melaporkan pertemuan Ketua DPR Setya Novanto dengan Presiden Direktur Freeport, dimana  terungkap bahwa Novanto dilaporkan meminta saham dalam pertemuan di Jakarta itu.

Demikian pandangan Herdi Sahrasad, dalam diskusi untuk colloqium jurnalistik di Fisip-UIN  Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa Siang (24/11) dengan moderator Gunawan Muhamad, mahasiswa Ilmu politik Fisip UIN Jakarta itu. 

KPU Way Kanan Gelar Sarasehan dengan Insan Pers

KONFRONTASI - Dalam rangka meningkatkan jalinan silaturahmi Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Way Kanan menggelar sarasehan dan buka bersama dengan insan pers se Kabupaten Way Kanan, Rabu (8/7).

Ketua KPUD Way Kanan Iskardo P Panggar mengatakan bahwa media selama ini menjadi mitra penting bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Way Kanan. Jalinan komunikasi yang baik dengan para insan pers selalu dijaga dan  ditingkatkan  guna  menyukseskan  program-program  KPU  dalam pemilukada 9 Desember mendatang.

Media dan Pers di Indonesia: Intervensi Modal dan Majikan dalam Regulasi dan Pemberitaannya

KONFRONTASI - Di tengah peradaban yang sudah bertransformasi menjadi The Age of Media Society, tak seorang pun meragukan kedigjayaan media massa. Media massa bukan saja menjadi ikon zaman, tapi juga penanda dari setiap perikehidupan yang berlangsung dalam abad ini. Tak sedetik pun momen terlewatkan dari media massa dan tak secelah pun informasi terabaikan.

Dalam perspektif Marxian, media massa berpotensi menyebarkan ideologi dominan. Ideologi dominan biasanya disebarkan oleh orde yang berkuasa dalam rangka mengekalkan kekuasaannya.

Pers Harus Tetap Kritis Terhadap Kebijakan Pemerintah

KONFRONTASI-Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Djouhari Kansil mengatakan, pers adalah mitra pemerintah namun harus tetap menunjukan sikap kritis sebagai bentuk kontrol terhadap kebijakan yang dilakukan.

"Pemerintah butuh umpan balik atas apa yang sudah dilakukan. Dan itu bisa didapat dari karya jurnalistik yang dibuat pers. Pemerintah bisa tahu apakah program yang sudah dilakukan bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat atau tidak," kata Wagub saat mengukuhkan Jurnalis Independen Pemprov Sulut, Jumat.

"Jangan Sampai Presiden Sekarang Melepas Papua"

KONFRONTASI-Sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mencabut syarat ketat pers asing melakukan kegiatan jurnalistik di Papua dinilai sebagai sikap reaktif. Pasalnya, tindakan tersebut hanya merespons desakan dunia internasional atas ditangkapnya dua jurnalis Prancis, Thomas Dandois dan Valentine Bourrat, di Wamena, Papua, karena menyalahi izin tinggal. Demikian penilaian anggota Komisi I DPR dari Fraksi PKS, Sukamta.

Kabiro Pers Istana Intimidasi Wartawan?

KONFRONTASI-Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta mengecam keras tindakan intimidasi yang diduga dilakukan Kepala Biro Pers Istana Albiner Sitompul kepada jurnalis perempuan Wita Ayodya Putri saat meliput Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebagai Kepala Biro Pers Istana, Albiner seharusnya mengayomi wartawan, bukan melakukan perbuatan yang melecehkan kebebasan pers.

“Oleh karena itu AJI Yogyakarta meminta Kepala Biro Pers Istana Albiner Sitompul untuk meminta maaf secara tertulis kepada korban dan media tempatnya bekerja,” kata Ketua Aji Yogyakarta, Hendrawan Setiawan.

Dua Musuh Pers Menurut AJI : Polisi dan Pemilik Modal

KONFRONTASI-Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Gorontalo Syamsul Huda Suhari menyatakan bahwa sampai saat ini kebebasan pers masih terkungkung oleh 2P, yakni Polisi dan Pemilik modal. Untuk tahun 2015 ini, seluruh AJI di Indonesia menetapkan Kepolisian sebagai Musuh Kebebasan Pers 2015.

AJI Sebut 37 Kekerasan terhadap Pers, yang Terbanyak Polisi

KONFRONTASI-Aliansi Jurnalis Independen mencatat ada 37 kasus kekerasan yang dialami pers pada Mei 2014-Mei 2015. "Sayangnya, dari 37 kasus itu, sebelas di antaranya dilakukan polisi," kata Ketua Bidang Divisi Advokasi AJI Indonesia Iman Nugroho saat acara peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia di Taman Menteng, Jakarta, Ahad, 3 Mei 2015.

Menurut Iman, enam kasus lainnya dilakukan orang tak dikenal, empat oleh satuan pengamanan atau keamanan, empat oleh massa, dan oleh berbagai macam profesi lainnya. "Antara lain oleh preman dan mahasiswa," ujar dia.

Erdogan Tuding Pers Jadi Kaki Tangan Pembunuhan Jaksa

KONFRONTASI-Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Rabu, melancarkan serangan paling pedas terhadap wartawan, dengan menuduh mereka menjadi kaki tangan dalam pembunuhan seorang jaksa di Istanbul pekan lalu.

Pemerintah bereaksi keras atas dimuatnya foto-foto yang menunjukkan jaksa Mehmet Selim Kiraz ditawan oleh kelompok sayap kiri di bawah todongan senjata di kepalanya, dengan memblokir sementara akses ke Twitter, Facebook, dan YouTube.

Pages