25 May 2019

Pers

Kasus Kekerasan Terhadap Jurnalis Meningkat Selama 2016

KONFRONTASI-Setidaknya terjadi 83 kasus tindak kekerasan terhadap jurnalis selama 2016 ini. Jumlah ini meningkat dari tahun lalu atau pada 2015 yang hanya 47 kasus. Demikian laporan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers .

“Sepanjang tahun 2016, kami mencatat sedikitnya telah terjadi 83 kasus kekerasan terhadap jurnalis,” kata Direktur Eksekutif LBH Pers Nawawi Bahrudin di Jakarta, Rabu (28/12/2016).

Pers Jadi Bebek Pada Jokowi, Tak Bertaring dan Loyo Terlalu Jinak ke Jokowi, Itulah Kritik SBY

JAKARTA-Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merasa kritik pers tak seganas saat dirinya menjadi presiden. Menurut dia pers sekarang tidak mengkritisi pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla seganas saat era kepemimpinannya.

Jokowi: Dulu Pers Ditekan Pemerintah, Sekarang Kebalikannya

Jokowi Minta Pers Bangun Optimisme Rakyat

Jokowi: Beruntung Insan Pers Berada di Era Kemerdekaan Pers

KONFRONTASI - Presiden Jokowi memberikan sambutan di acara puncak Hari Pers Nasional 2016 yang digelar di tepi Pantai Kuta. Presiden Jokowi hadir bersama para Menteri Kabinet Kerja di KEK Mandalika, Selasa (9/2).

Presiden Joko Widodo mengatakan, saat ini insan pers Indonesia beruntung berada di era kemerdekaan pers. Ia menyoroti pemberitaan yang kini begitu beragam mengalir di masyarakat melalui banyak media.

HPN 2016: Pers Diharapkan Berbenah dan Tetap Suarakan Kebenaran

KONFRONTASI - Pers nasional diharapkan terus berbenah dan terus-menerus menyuarakan fakta dengan sebaik-baiknya. "Semoga pers nasional semakin terus menyuarakan kebenaran," kata Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH M. Zainul Majdi saat memberikan sambutan dalam acara Hari Pers Nasional (HPN) 2016 di Pantai Kuta, Lombok Tengah, NTB, Selasa (9/2).

Mendikbud: Pers Harus Menjadi Pendorong Optimisme

Konfrontasi - Menteri Kebudayaan dan Pendidikan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan pers seharusnya menjadi pendorong optimisme, memberikan harapan lewat siaran berita-berita yang utuh, akurat dan objektif ke publik.

"Pers harus menjadi pendorong optimisme, media harus memberikan harapan, bukan memangkas harapan," katanya di sela puncak peringatan Hari Pers Nasional di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Selasa (9/2).

Ia menyebut kadang media menomorduakan akurasi pemberitaan demi menjadi yang tercepat menyiarkan.

Wakil Ketua MPR RI: Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan Perlu Dukungan Pers

Konfrontasi - Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika) masih perlu dimaksimalkan. Hal ini mengingat mayoritas masyarakat Indonesia masih kurang memahami 4 Pilar tersebut.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, usai rapat koordinasi Pimpinan MPR dengan Badan MPR di Bali.

Menurut Hidayat Nur Wahid, sosialisasi 4 Pilar harus dijadikan pemahaman agar masyarakat dapat menolak ideologi yang menyesatkan.

Puan Maharani: Keluarga Sering jadi Korban Pemberitaan yang Keliru

KONFRONTASI - Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani Kiemas, menerima Panitia Hari Pers Nasional (HPN) 2016  di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis pagi (21/1).

Puan mengatakan kebebasan dan kemerdekaan pers merupakan syarat utama sebuah negara demokratis. Namun demikian, akan berantakan agenda demokrasi dan akan celaka sebuah negara apabila kemerdekaan pers diartikan sebagai kebebasan tanpa batas.

AJI Sesalkan Peringkat Pers Indonesia Merosot

Konfrontasi - Kebebasan pers dan berekspresi di Indonesia mengalami kemunduran dalam 10 tahun terakhir. Berdasarkan data World Press Freedom Index 2015, yang dirilis oleh Reporters Sans Frontiers (Prancis) ini, menyebutkan posisi Indonesia di peringkat 138 dari 180 negara.

"Peringkat tahun sebelumnya Indonesia di posisi ke-132, tahun sekarang berada di 138. Ini lebih buruk dari tahun kemarin," ujar Ketua Umum Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), Suwarjono, di Kedai Tjikini, Jakarta, Minggu (20/12/2015).

Pages