21 August 2019

Perang Dagang

Map Kit, Layanan Peta Online dari Huawei

Konfrontasi - Huawei Technologies Co kabarnya tengah menyiapkan layanan peta yang mereka kembangkan sendiri. Ini akan menjadi alternatif yang harus mereka buat setelah hubungan dengan AS memanas.

Bernama Map Kit, peta besutan Huawei ini bukan untuk konsumen, melainkan dibuat agar para pengembang perangkat lunak dapat membikin aplikasi berdasarkan pemetaan mereka.

Map Kit nantinya akan tersambung dengan layanan peta lokal di 150 negara dan wilayah.

IEA: Akibat Perang Dagang, Permintaan Minyak Global Alami Perlambatan Sejak 2008

KONFRONTASI -  Tanda-tanda pelambatan ekonomi dan peningkatan sengketa dagang antara Amerika Serikat dan China menyebabkan permintaan minyak global tumbuh pada tingkat paling rendah sejak krisis keuangan 2008, menurut Badan Energi Internasional (IEA) pada Jumat (9/8).

“Situasi semakin tak menentu … pertumbuhan permintaan minyak global sangat lamban pada paruh pertama 2019,” sebut IEA dalam laporan bulanannya.

Terdampak Perang Dagang, Apple Bakal Naikkan Semua Harga Produknya

Konfrontasi - Perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang masih berlangsung hingga saat ini dirasakan oleh berbagai produsen smartphone, salah satunya Apple. Dikatakan, Apple bakal menaikkan harga produknya dalam waktu dekat.

Kenaikan itu mau tidak mau harus dilakukan, mengingat Presiden Amerika Serikat Donald Trump menaikkan pajak impor 10 persen. Hal ini pun berdampak pada kenaikkan harga beberapa komoditas barang, terutama yang berasal dari Tiongkok.

Intel Manfaatkan Kelonggaran AS Ajukan Lisensi Jual Produk ke Huawei

Konfrontasi - Intel dikabarkan telah mengajukan lisensi untuk menjual beberapa produknya ke Huawei setelah daftar hitam untuk raksasa teknologi asal China itu mendapat sedikit kelonggaran.

Seperti diketahui sebelumya Huawei masuk ke dalam daftar hitam Amerika Serikat, yang membuat perusahaan asal AS dilarang menjual suku cadang ke Huawei, termasuk Intel. Sedangkan Huawei masih mengandalkan komponen dari beberapa perusahaan AS untuk perangkat laptop dan smartphone.

Rupiah Akhir Pekan Ditutup Melemah 64 Poin Rp14.180

Konfrontasi - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan ini ditutup masih berada dalam area negatif, terpengaruh sentimen global.

Rupiah pada Jumat (2/8/2019) sore ditutup melemah 64 poin atau 0,45 persen menjadi Rp14.180 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.116 per dolar AS.

Perang Dagang Seret Ekonomi China ke Zona Degradasi

KONFRONTASI-Pertumbuhan ekonomi Cina tercatat paling lambat sejak 1992 akibat perang dagang

Dengan Produk Domestik Bruto yang menurun ke 6,2 persen dari sebesar 6.4 persen pada tiga bulan pertama tahun ini, perekonomian Cina dinilai telah kehilangan momentumnya pada kuartal kedua. Angka ini dirilis oleh Biro Statistik Nasional Cina (NBS), Senin (15/07).

Menteri Susi: AS-China Terlibat Perang Dagang, Kita Seharusnya Ambil Peluang

KONFRONTASI-Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan perang dagang antara China dan Amerika Serikat seharusnya menguntungkan Indonesia karena pajak tinggi yang dikenakan negara Paman Sam terhadap produk negeri tirai bambu yang masuk.

"Perang tarif ini terkait kebijakan tarif yang dikenakan kepada produk-produk negara lain seharusnya 'benefiting' Indonesia. Tapi yang terjadi tidak begitu," katanya.

Jinakkan Trump, Xi Jinping Pulang dengan Membusungkan Dada

KONFRONTASI-Wajar apabila Presiden Tiongkok Xi Jinping membusungkan dada saat pulang dari KTT G20 di Osaka, Jepang. Dalam pertemuan di sela acara, dia berhasil meluluhkan Presiden AS Donald Trump. AS berjanji kenaikan tarif ditangguhkan dan sanksi Huawei dihapuskan.

''Pertemuan saya dengan Presiden Xi berjalan lancar. Sekarang, kita kembali ke jalur yang benar,'' ujar Trump kepada Agence France-Presse.

Sri Mulyani: Risiko Besar Jika Perang Dagang Berlanjut

Konfrontasi - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, risiko penurunan ekonomi dunia akan semakin besar jika perang perdagangan antara Amerika Serikat dengan China berlanjut, setelah pertemuan G20 di Osaka, Jepang, pada 28-29 Juni 2019.

Sri mengatakan, akibat berlanjutnya perang perdagangan kedua negara tersebut, pertumbuhan ekonomi akan mengalami perlambatan hingga 0,5 persen ke depannya. Atau, jauh di bawah perkiraan awal pertumbuhan ekomoni dunia versi IMF pada 2019 sebesar 3,5 persen.

KTT G20 Bawa Angin Segar Bagi Huawei

Konfrontasi - Donald Trump mengatakan dia setuju perusahaan Amerika Serikat menjual produknya lagi kepada Huawei, setelah bertemu Xi Jinping di sela KTT G20.

"Kami membahas banyak hal. Kami membahas Huawei. Satu hal yang saya izinkan adalah banyak orang terkejut bahwa kami menjual kepada Huawei sejumlah besar produk yang masuk ke berbagai produk yang mereka miliki," kata Trump dalam konferensi usai bertemu Xi Jinping, seperti dilaporkan South China Morning Post, Sabtu, 29 Juni 2019.

Pages