9 December 2019

Perang Dagang

Santai Sejenak, Sekarang Lupakan Saja Perang Dagang, Pemakzulan Trump Membara di AS

KONFRONTASI -   Hubungan dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China belum juga menemui titik terang. Hingga kini belum diketahui kapan kedua ekonomi terbesar di dunia ini akan menandatangani kesepakatan dagang Fase I yang mereka lahirkan dari perundingan bulan Oktober di Washington.

Rupiah Ditutup Menguat Rp14.137 per Dolar AS

Konfrontasi - Kurs Rupiah di pasar spot pada akhir perdagangan, Jumat (11/10/2019), bertahan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Sempat melemah jelang penutupan, mata uang Garuda berhasil berbalik menguat. 

Cari Solusi Perang Dagang, Juru Runding AS-China Kembali Bertemu

KONFRONTASI-Para juru runding utama Amerika Serikat dan China pada Kamis akan bertemu untuk pertama kali sejak Juli guna mencari jalan keluar dari perang dagang, yang telah berlangsung selama 15 bulan.

Perundingan dilangsungkan saat gangguan baru antara kedua negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu mengancam harapan bahwa kemajuan akan tercapai.

China Bebaskan 16 Barang Asal AS Ini dari Aksi 'Balas Dendam' Perang Dagang

KONFRONTASI-China mengumumkan batch pertama pembebasan tarif untuk 16 jenis produk AS, beberapa hari sebelum pertemuan yang direncanakan antara negosiator perdagangan dari kedua negara untuk mencoba dan menurunkan eskalasi deretan perang tarif mereka.

Pengecualian akan berlaku untuk barang AS termasuk beberapa obat anti kanker dan pelumas, serta bahan pakan ternak whey dan tepung ikan, Kementerian Keuangan China mengatakan dalam sebuah pernyataan di situsnya pada Rabu.

Beijing mengatakan pada Mei bahwa mereka akan memulai program pengabaian, di tengah meningkatnya kekhawatiran atas kerugian akibat perang perdagangan yang berkepanjangan pada ekonominya yang sudah melambat.

Beberapa analis melihat langkah itu sebagai sikap bersahabat tetapi tidak melihatnya sebagai sinyal bahwa kedua belah pihak sedang mempersiapkan kesepakatan.

"Pengecualian itu dapat dilihat sebagai isyarat keikhlasan terhadap AS menjelang negosiasi pada Oktober tetapi mungkin lebih merupakan sarana untuk mendukung ekonomi," tulis ekonom ING China Greater, Iris Pang dalam sebuah catatan.

“Masih banyak ketidakpastian dalam pembicaraan perdagangan mendatang. Daftar pengecualian hanya 16 item tidak akan mengubah sikap China," katanya.

Memang, daftar yang dikecualikan tidak ada artinya dibandingkan dengan lebih dari 5.000 jenis produk AS yang sudah dikenakan tarif tambahan China. Selain itu, impor utama AS, seperti kedelai dan babi, masih dikenai bea tambahan yang besar, karena China meningkatkan impor dari Brazil dan negara pemasok lainnya.

Beijing mengatakan akan berupaya membebaskan beberapa produk AS dari tarif jika tidak mudah diganti dari tempat lain. Amerika Serikat sejauh ini merupakan pemasok whey terbesar di China, yang merupakan bahan penting dalam pakan babi dan sulit untuk mendapatkan volume besar dari tempat lain.

Para analis telah mencatat bahwa dengan bea masuk untuk kedelai dan impor penting lainnya seperti mobil buatan AS, China membidik basis dukungan politik utama Presiden AS Donald Trump, terutama pabrik dan pertanian di seluruh Midwest dan Selatan pada saat momentum di ekonomi top dunia itu surut.

China telah memberlakukan beberapa putaran tarif pada barang-barang AS sebagai balasan terhadap tarif Bagian 301 AS, dimulai tahun lalu pada Juli dan Agustus dengan pungutan 25 persen atas sekitar 50 miliar dolar AS impor Amerika.

Secara keseluruhan, dua negara ekonomi terbesar di dunia ini telah mengenakan saling berbalas tarif pada ratusan miliar dolar barang dalam perang perdagangan pahit yang telah berlangsung selama lebih dari setahun dan meningkatkan momok resesi global.

Item-item pada dua daftar pembebasan tarif - diposting di situs web kementerian - tidak akan dikenakan bea tambahan yang dikenakan oleh China pada barang-barang AS "sebagai tindakan balasan terhadap langkah-langkah Bagian 301 AS", kata kementerian dalam pernyataannya.

Pembebasan akan berlaku pada 17 September dan berlaku selama satu tahun hingga 16 September 2020, katanya.

Pang dari ING mencatat bahwa Amerika Serikat juga telah membebaskan impor produk-produk China dari tarif pada Juli, termasuk produk bernilai tinggi seperti peralatan medis dan suku cadang.

Gubernur The Fed Sebut Perang Dagang AS-China Bebani Keputusan Investasi

Konfrontasi - Gubernur bank sentral Amerika Serikat (AS) the Federal Reserve (the Fed) Jerome Powell mengatakan bahwa perang perdagangan antara Tiongkok dan AS membebani keputusan investasi perusahaan.

"Saya pikir itu adalah sebuah ketidakpastian. Perang tarif pada perdagangan kedua negara menyebabkan beberapa perusahaan menahan investasi sekarang," kata Jerome Powell di Swiss, Jumat (6/8/2019).

Perang Dagang Lanjut Terus, Ekonomi RI Makin Tergerus

KONFRONTASI-Pemerintah agar mewaspadai stagnasi perekonomian global sehingga diperlukan strategi yang jitu serta cara baru dalam mengelola stabilitas keuangan nasional dan perekonomian nasional.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta dalam Seminar Nasional Perkembangan Terkini Ekonomi Indonesia dan Tantangan ke Depan yang diselenggarakan Bank Indonesia dan Universitas Airlangga,Selasa (3/9/2019).

Ancaman Besar Mengintai Apple

Konfrontasi - Apple bakal menggelar peluncuran produk terbaru iPhone pada 10 September 2019 di Steve Jobs Theater, California, Amerika Serikat.

China Ingin Selesaikan Perang Dagang dengan Cara Damai

KONFRONTASI-China bersedia menyelesaikan sengketa dagangnya dengan Amerika Serikat melalui perundingan "damai" dan dengan tegas menentang eskalasi konflik tersebut, kata Wakil Perdana Menteri Liu He, yang memimpin pembicaraan dengan Washington, Senin.

Perang dagang yang semakin sengit antara dua ekonomi terbesar di dunia meningkat tajam pada Jumat, dengan kedua pihak menaikkan tarif lebih banyak pada masing-masing ekspor.

Trump Desak Perusahaan AS Minggat dari China

KONFRONTASI-Presiden Donald Trump pada Jumat (23/8) mendesak perusahaan-perusahaan Amerika Serikat untuk keluar dari China setelah Beijing menyatakan akan memberlakukan tarif balasan senilai 75 miliar dolar AS (sekitar Rp1,07 kuadriliun) atas barang-barang dari Amerika Serikat.

Pergerakan itu memicu ketakutan bahwa perang dagang yang memanas di antara AS dan China akan menyebabkan perekonomian global jatuh ke dalam resesi.

Perang Dagang AS-China Tak Kunjung Usai, Indonesia Harus Bagaimana?

KONFRONTASI-Amerika Serikat (AS) dan China kembali mengalami peningkatan ketegangan dagang. Hal ini terjadi karena China yang mulai memberikan balasan dan AS yang mulai meminta perusahaan untuk angkat kaki dari China.

Kondisi ini dikhawatirkan dapat menimbulkan gejolak pada perekonomian global dan bisa merambat ke negara berkembang termasuk Indonesia. Peneliti INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan masalah yang harus diwaspadai dari perang dagang ini adalah pengalihan barang impor dari China ke Indonesia.

Pages