26 August 2019

Penistaan Agama

Spanduk Pelarangan Sholatkan Jenazah Kutipan Ucapan Umar bin Khattab

Konfrontasi - Majelis Ulama Indonesia (MUI) merespons beredarnya spanduk tolak salatkan jenazah pendukung dan pembela penista agama di sejumlah masjid di Jakarta. MUI mengimbau agar umat Islam tidak melampaui batas.

"MUI menghimbau kepada semua umat Islam agar bersikap proporsional, tidak melampaui batas," kata Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa'adi dalam keterangannya dikutip dari detikcom, Sabtu (25/2/2017).

Fahri: Sudah Ada Niatan Jahat Ahok untuk Sinis Pada Islam

KONFRONTASI-Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah ikut mengomentari video dugaan penodaan agama yang kembali dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Fahri menyesalkan Ahok kembali menyinggung Surah Almaidah.

Terlebih lagi ucapan itu dilakukan saat Ahok berada di kantor pemerintahan dan mengenakan pakaian dinas sebagai pejabat publik.

"Kalau Ahok mengatakan itu di gereja, tidak ada masalah," kata Fahri, Jumat (24/2).

Fahri menilai Ahok menarik isu privat ke dalam ruang publik.

Gerindra Tak Heran Mendagri Pasang Badan untuk Kasus Ahok

Konfrontasi - Sesuai amanat UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, presiden yang berhak mengangkat dan memberhentikan gubernur dan wakil gubernur. Namun, segala proses administrasi dan hukumnya ada di Kementerian Dalam Negeri.

Hal ini dikatakan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Puyuono menanggapi desakan publik terkait penberhentian sementara Basuki Tajahja Purnama (Ahok) dari kursi gubernur DKI Jakarta, karena yang bersangkutan sedang menjadi terdakwa dalam kasus penodaan agama.

Geger, Mesjid Ini Tolak Shalatkan Jenazah Pendukung Penista Agama

KONFRONTASI-‎ Lingkungan masjid seharusnya tak dipakai untuk kepentingan politik praktis dan hanya berfungsi untuk meningkatkan kualitas beragama. Hal itu dikatakan -Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa Maman Imanulhaq terkait dengan pemasangan spanduk bertuliskan: Masjid Ini Tidak Mensholatkan Jenazah Pendukung dan Pembela Penista Agama di depan Masjid Al Jihad, Gang BB, Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan. ‎

Tuntut Penjarakan Ahok, JihArt 212 Gelar Aksi Seni

Ketua Departemen Hubungan Media PP Parmusi Sahrudi (kiri) dan Ketua Departemen Seni dan Budaya Pengurus Pusat (PP) Parmusi, Chavchay Saifullah (tengah)

Kata "Awliya" Lebih Tepat Dimaknai Pemimpin, Ini Penjelasannya

KONFRONTASI-Ahli agama Islam dari PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas, mengatakan kata auliya dalam Surat Al-Maidah ayat 51 lebih tepat dimaknai sebagai seorang pemimpin.

"Paling tepat pemimpin," kata Yunahar saat bersaksi dalam persidangan kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa, 21 Februari 2017.

Kalau Terdakwa Ahok Tak Singgung Al Maidah 51, Tak akan Ada Masalah

KONFRONTASI-Wakil Rois Aam PBNU, Miftahul Akhyar, mengatakan tak akan ada masalah bila Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tak menyinggung soal surat Al Maidah 51.

Ahok menjadi terdakwa dugaan penodaan agama setelah berpidato di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.

Soal Pidato Ahok, Saksi Ahli: Kalau Ngomong Enggak Ada Niat, Ngelindur Namanya

KONFRONTASI-Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan saksi ahli agama Islam dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Miftachul Akhyar. Dalam kesaksiannya Miftachul menilai, terdakwa perkara dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mustahil tidak memiliki niat menistakan agama Islam dalam pidato kontroversialnya di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu.

Miftachul mengatakan, tidak mungkin Ahok asal berkata-kata tanpa niat. Apalagi dalam kondisi tersebut apa yang Ahok ucapkan ada dalam sebuah kemasan pidato resmi.

Ini Analisa Saksi Ahli Pidana atas Pidato Ahok

KONFRONTASI-Ahli pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Mudzakkir mengatakan dirinya telah menganalisis tiga poin dalam pidato Ahok yang menyinggung Surat Al-Maidah ayat 51 saat berpidato di Kepulauan Seribu.

Ahok Kembali Diaktifkan, Parmusi Gugat Jokowi

KONFRONTASI-Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Usamah Hisyam mendaftarkan gugatan untuk Presiden Joko Widodo terkait dengan aktifnya kembali terdakwa penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta. Gugatan tersebut didaftarkan di Pengadilan Tata Usaha Negara.

"Hari ini kami resmi mendaftarkan gugatan untuk presiden atas aktifnya kembali Ahok sebagai gubernur padahal statusnya terdakwa," kata Ketua Umum Pramusi Usamah Hisyam di gedung PTUN, Jakarta Timur, Senin, 20 Februari 2017.

Pages