24 June 2019

Penistaan Agama

Ishomuddin Diberhentikan Bukan Karena Bersaksi untuk Ahok

KONFRONTASI-Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin membantah pemberhentian Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Ahmad Ishomuddin disebabkan karena kesaksiannya dalam sidang kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Ishomuddin merupakan saksi yang dihadirkan oleh Ahok saat sidang kasus penodaan agama. Pandangan yang disampaikan Ishomuddin soal kasus Ahok dinilai bertentangan dengan pandangan MUI.

Ma'ruf menegaskan bahwa Ishomuddin diberhentikan lantaran ketidakaktifannya di MUI.

Bersaksi untuk Ahok, Ishomuddin Dicopot MUI

KONFRONTASI-Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Saadi mengonfirmasi pencopotan Ishomuddin dari struktur kepengurusan MUI karena yang bersangkutan menjadi saksi meringankan dalam sidang penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Berkaitan dengan berita tentang pemberhentian saudara Ishomuddin dari kepengurusan MUI, dengan ini kami sampaikan bahwa berita tersebut benar," kata Zainut lewat keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Jumat.

Pandangan Ishomuddin Dalam Sorotan MUI

KONFRONTASI-Kesaksian Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Ahmad Ishomuddin dalam sidang Ahok mendapat sorotan karena bertolak belakang dengan sikap keagamaan MUI. Keterangan Ishomuddin di persidangan akan dibahas dalam rapat khusus dewan pimpinan MUI.

"MUI punya sikap dan pandangan keagamaan tentang kasus Ahok, kemudian ada anggota MUI, wakil ketua komisi fatwa yang sikap dan pandangan keagamaannya berbeda dan perbedaannya sudah disampaikan di peradilan dan di media-media," ujar Sekjen MUI Anwar Abbas saat dihubungi, Jumat (24/3/2017).

Bantah Ishomuddin, Komisi Hukum MUI: Al Maidah 51 Tidak Ada Expired-nya

KONFRONTASI-Komisi Hukum MUI, Anton Tabah Digdoyo mengatakan, pemecatan terhadap KH Ahmad Ishomuddin dilakukan setelah dirinya mengirim pesan Whatsapp kepada Ketua Umum dan Waketum MUI Pusat setelah sidang kasus penistaan agama, Selasa (21/3), malam. Dalam pesannya, Anton menyatakan, dirinya akan keluar dari MUI jika Ishomuddin tidak dipecat.

"Jika tidak dipecat dalam waktu satu bulan ke depan, saya resign dari MUI," ujar Anton seperti dilansir Republika.co.id, Kamis (23/3).

Saksi Ahli Kubu Ahok Dianggap Tidak Independen

KONFRONTASI- Saksi ahli agama KH Ahmad Ishomuddin yang dihadirkan oleh kubu Ahok dianggap kubu pelapor Samsul Hilal tidak independen dan memihak.

Lantaran, pria yang juga menjabat sebagai wakil ketua komisi fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu keceplosan telah dibriefing oleh salah satu kuasa hukum Ahok Humphrey Djemat.

Massa FPI Geruduk Tempat Pengajian Djarot

KONFRONTASI-Rumah tempat penyelenggaraan pengajian bulanan Majelis Taklim An Nisa di Kramat Lontar, Senen, Jakarta Pusat, Senin (20/3), sempat didatangi ‎massa FPI.

Menurut pemilik rumah, Saefuddin, mereka meminta acara pengajian tidak diselenggarakan.

"Kami baru mau tidur. Jam 00.00 WIB malam, sebanyak 50 orang datang, FPI‎ minta acara tidak diteruskan," kata Saefuddin di lokasi.

Menurut Saefuddin, pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan.

Namun, dia memutuskan untuk tetap meneruskan acara pengajian.

Dianggap Ragu-ragu Oleh Saksi Kubu Ahok, Begini Respon Ketua JPU

KONFRONTASI-Ali Mukartono, Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang kasus penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama membantah JPU ragu-ragu terkait penggunaan pasal alternatif untuk mendakwa pria yang biasa dipanggil Ahok itu.

"Itu bagian dari sistem pembuatan dakwaan, ada teorinya. Jadi bukan keraguan tindak pidana atau bukan tetapi pilihan tindak pidana yang mana," kata Ali seusai lanjutan sidang Ahok di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa.

Berlebihan, Saksi Ahli Kubu Ahok Sempat Ditegur Hakim

KONFRONTASI-Saksi ahli pidana dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Edward Omar Sharif Hiariej sempat ditegur Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto karena dianggap berlebihan kepada tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), soal kewenangan memilih ahli pidana.

Menurut Dwiarso, sebagai saksi ahli sudah sepatutnya Edward tidak mengomentari soal etika persidangan. Ini mengingat, kehadiran Edward hanya sebatas menjawab pertanyaan dalam materi persidangan.

Kasus Ahok: Saksi Ahli Sebut Jaksa Ragu-ragu Terapkan Pasal

KONFRONTASI-Ahli hukum pidana Universitas Gadjah Mada (UGM) Edward Omar Sharif Hiariej, yang dihadirkan kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai saksi, menyatakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkesan ragu-ragu terkait sangkaan pasal terhadap Ahok dalam kasus penodaan agama.

"Hal itu disebabkan adanya pasal alternatif yang disertakan dalam dakwaan sehingga ada keraguan dari penuntut umum," kata Edward saat memberikan kesaksian dalam lanjutan sidang Ahok di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa.

Rektor Unsada: Kesaksian Eko Cahyono untuk Ahok Tak Wakili Universitas

KONFRONTASI-Rektor Universitas Darma Persada (Unsada) Dadang Solihin menegaskan, salah satu saksi dalam persidangan calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yakni Eko Cahyono tak mewakili sikap universitas.

Pages