23 January 2018

Penipuan

Banyak Penipuan, Kementerian Agama Sulawesi Selatan Selidiki Biro Umroh

Konfrontasi - Kantor Perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) di Sumatera Selatan menemukan banyak travel umroh tak berizin yang melakukan usaha wilayah tersebut. Mencegah warga menjadi korban penipuan, pihak Kemenag segera melakukan investigasi terhadap travel umroh nakal.

Kasubag Informasi dan Humas Kanwil Kemenag Sumsel, Saefuddin Latief, mengungkapkan tercatat ada 65 travel berizin. Sedangkan yang ilegal jumlahnya lebih banyak lagi.

Mabes Polri Cokok 68 WNA China Penipu Melalui Jaringan IT di Bali

Konfrontasi - Polisi mencokok dua bos sindikat penipuan melalui jaringan informasi teknologi (IT) warga negara asing (WNA). Keduanya ditangkap tak berselang lama setelah penangkapan 68 pelaku lainnya dari empat tempat di kawasan Bali.

Karopenmas Humas Mabes Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan, keduanya adalah pria WNA Malaysia berinsial YKH dan LJK, warga Taiwan.

Ratusan Jamaah Umroh di Riau Tertipu, Kerugian Ditaksir Capai Rp14 Miliar

KONFRONTASI-Kanwil Kemenag Riau membahas kasus penipuan 708 jamaah umrah yang dilakukan PT Joe Pentha Wisata, yang dahulu bernama JP Manadia, sehingga peserta tersebut gagal melakukan ibadah umrah dan menimbulkan kerugian materi sekitar Rp14 miliar.

"Kasus penipuan oleh PT Joe Pentha Wisata merupakan permasalahan yang harus disikapi dengan seksama oleh Kementerian Agama karena hal tersebut berkaitan dengan pelaksanaan umrah yang berada dibawah pembinaan Bidang PHU Kementerian Agama Provinsi Riau," kata Kepala Kanwil Kemenag Riau, Ahamad Supardi Hasibuan di Pekanbaru, Senin.

Tanggapan tersebut disampaikannya terkait laporan dari 1.000 lebih calon jamaah umrah PT JPW, sebanyak 708 yang belum diberangkatkan dengan total kerugian mencapai Rp14 Miliar dengan kasus pidana penipuan dan sedang ditangani oleh Polda Riau.

Menurut Ahmad, kasus ini harus disikapi dengan serius, dan saat ini kasus pidananya sedang ditangani oleh Polda.

Namun permasalahannya sekarang, katanya, bagaimana perlindungan terhadap calon jamaah umrah, ini perlu ada solusi apakah uang dikembalikan atau diupayakan keberangkatannya oleh pihak travel.

"Mencermati kasus ini, dan untuk mengantisipasinya kedepan Kemenag Riau akan melakukan pertemuan dengan seluruh travel haji dan umrah untuk mendapatkan informasi pasti terkait 5 pasti (prosedur) haji dan umrah itu, sehingga tidak ada lagi jamaah umrah dan haji khusus yang tertipu,"katanya.

Sementara itu Kabag Keagamaan Kesra Provinsi Riau H Rudi Hartono mengatakan, untuk menindaklanjuti permasalahan PT Joe Penta perlu ada pertemuan lebih lanjut dengan menghadirkan semua unsur terkait, yaitu Polda, Pihak Travel, Biro Hukum, Masyarakat, Kemenag, OJK dan pihak terkait lainnya.

Kanit 2 Subdit 1 Resaimum Polda Riau, Hepi Mas Hepi Mas, mengatakan, PT JPW dengan tersangka pimpinan PT JPW kini masih dalam penanganan Polda Riau dengan tindak pidana penipuan, yaitu janji untuk memberangkatkan jamaah, tetapi ternyata tidak diberangkatkan sebanyak 708 orang atau dan kerugian berkisar Rp14 M.

Ia menyebutkan, dari 708 calon jamaah yang tidak diberangkatkan, baru 153 jamaah yang diproses.

Termakan Rayuan Polisi Gadungan, Remaja Berpose Tanpa Busana

Konfrontasi - DF (15) mau berpose tanpa busana karena termakan rayuan polisi gadungan.

Peristiwa itu bermula ketika DF berkenalan dengan seseorang yang menggunakan akun Facebook dengan nama Ferry Adytia.

Dalam akun Facebook itu Ferry terlihat mengenakan seragam polisi.

DF yang tinggal di Tanjung Selor, Kalimantan Utara, mengaku sudah dihipnotis oleh Ferry melalui Facebook Messenger.

Setelah itu, mereka bertukar nomor WhatsApp. DF mengaku tidak sadar sedang ditipu.

Susi Susanti Kena Tipu Pimpinan Cabang BNI Life Rp 600 Juta

Konfrontasi - Pimpinan Cabang Asuransi BNI Life Yogi Harisman ditangkap Tim Jatanras Satreskrim Polresta Pontianak atas dugaan penipuan dan penggelapan dana milik nasabah bernama Susi Susanti.

Yogi diringkus di Kompleks Villa Permata Sari, Jalan Ampera, Kalimantan Barat, Rabu (27/12).

Astaga! PNS Tipu Pelamar CPNS, Uangnya Dipakai Poligami

Konfrontasi - Seorang oknum PNS Cirebon Jawa Barat beinisial SO, mendekam di jeruji besi setelah dilaporkan pelamar CPNS ke Mapolres Cirebon.

Dalam catatan Satreskrim Polres Cirebon, setidaknya ada 4 korban yang mengadukan pria berusia 43 tahun itu.

Polisi menyatakan pelaku yang juga berstatus PNS di Pemkot Cirebon itu beraksi sejak 2015. Dia menjanjikan para korbannya menjadi PNS di Pemkab Cirebon.

Ratusan Korban Penipuan Arisan Online Mengamuk

Konfrontasi - Praktek dugaan penipuan berkedok arisan online muncul di Siantar, Sumatera Utara.

Bisnis bertajuk Group Arisan Online (Arisol) ini telah menjerat ratusan orang korbannya dengan kerugian mencapai ratusan rupiah.

Para korban yang melihat gelagat sang owner Mak Exel atau Theresia Sigiro mulai mencurigakan memutuskan menggeruduk rumah kontrakannya di Jalan Sentosa Kelurahan Siopat Suhu Kecamatan Siantar Timur, Kamis (14/12).

Mereka berteriak lantang agar uang dikembalikan. Sebagian korban malah sudah sempat melaporkan kasus ini ke jalur hukum.

Salah seorang korban, Elina Silalahi mengaku mengalami kerugian hingga Rp50 juta. Dia bahkan telah melaporkan kejadian ini ke Polda Sumatera Utara dan telah menerima surat tanda terima laporan polisi Nomor: STTLP/987/XII/2017/SPKT.

Warga Kota Medan yang berstatus PNS ini melaporkan akun facebook Tresia Bernadetta Sigiro, 5 Desember 2017 lalu.

Nicholas Sutrisman, kuasa hukum Elina Silalahi, mengatakan kliennya mengadukan pemilik facebook Tresia Bernadetta Sigiro karena diduga telah mengingkari kesepakatan.

Sedikitnya enam korban sudah mengkonfirmasi pihaknya untuk didampingi menangani kasus ini, dengan rata-rata kerugian bervariasi antara Rp25 juta hingga Rp50 juta.

Korban Arisol lainnya, bermarga Manullang mengatakan, dirinya baru bergabung dengan arisan online yang dikelola Tresia.

Kronologi Penangkapan Dokter Gadungan yang Bawa Kabur Sepeda Motor CPNS

Konfrontasi - Tim Reskrim Polsek Grogol, Kabupaten Sukoharjo, menangkap seorang dokter gadungan bernama Priyono, 43, warga Dukuh Purosari, Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen.

Pria itu mengaku berprofesi sebagai dokter untuk mengelabui korban yang ingin lolos menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Priyono ditangkap polisi di depan gapura pintu masuk Rumah Sakit dr. Oen, Solo Baru, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.

Pak Guru Dipenjara Gara-gara Bikin Laporan Palsu Perampokan

KONFRONTASI-Guru asal Lamandau, Kalimantan Barat, bernama Tedy ditetapkan sebagai tersangka kasus laporan palsu.

Pria 33 tahun itu membuat laporan bahwa dirinya telah dirampok dan kehilangan uang Rp 69 juta.

Padahal, Tedy sebenarnya tidak dirampok dan tak kehilangan uang.

Kapolres Lamandau AKBP Andhika K Wiratama mengungkapkan, kasus ini bermula dari laporan tentang perampokan di Jalan Trans Kalimantan, Rabu (18/10).

Petugas yang mendapat laporan langsung datang ke lokasi.

Saat itu, petugas menemukan Tedy mengalami luka dan mengenakan pakaian robek.

“Setelah Tedy ini melapor, maka dilakukan penyelidikan dan ternyata terungkap Tedy merekayasa kejadian serta membuat laporan palsu,” kata Andhika, Selasa (28/11).

Dia menambahkan, pihaknya membutuhkan waktu sebulan untuk menetapkan Tedy sebagai tersangka.

“Kami kenakan pasal 220 KUHP dengan ancaman hukuman satu tahun empat bulan dan memang tidak ditahan. Sebab, penyidik berkeyakinan tidak akan melarikan diri,” tegas Andhika.

Berdasarkan penyelidikan polisi, Tedy sempat dititipi uang Rp 76 juta oleh istrinya.

Uang itu akan digunakan untuk menyelesaikan pembangunan rumah mereka.

Namun, Tedy menggunakan uang tersebut untuk bermain judi online dan keperluan lainnya.

Tags: 

Diduga Menipu, Putri Soekarno Polisikan Suami Lyra Virna

Konfrontasi - Kabar mengejutkan datang dari presenter Mahammad Fadlan. Suami Lyra Virna itu dilaporkan ke polisi atas dugaan penipuan dan penggelapan uang.

Dia dilaporkan oleh Dr Hj Dyah Pramana Rachmawati Soekarnoputri SH yang notabene adalah putri mantan Presiden RI, Soekarno.

Pelaporan itu terungkap dari postingan akun gosip lambe_turah. Pada foto-foto yang diunggah ada surat pelaporan dan juga brosur yang menampilkan wajah Fadlan.

Pages