24 May 2017

penganiayaan

Karena Susu, Suami Tega Aniaya Istri Pakai Hadiah Pernikahan

Konfrontasi - Lantaran dalam pengaruh minuman keras (miras), membuat Franky (27) nekad melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya, Ranianti (22) menggunakan hadiah pernikahan berupa penanak nasi, Kamis 18 Mei sekitar pukul 21.30 WIB.

Bahkan, lantaran belum puas mengunakan penanak nasi, Franky, yang sudah kalap mata mengambil sebuah kayu dan dipukulkan kepada istrinya. Akibat kejadian tersebut, dirinya harus mendekam di sel tahanan Polsek Ilir Timur I.

Ditemui di Polsek IT I, Jumat (19/5/2017), tersangka Franky mengaku sebelum kejadian dirinya pesta minuman keras di kawasan Pahlawan. Setelah itu, dirinya menjemput istrinya yang bekerja di sebuah konter handphone di kawasan yang sama.

Setelah menjemput istrinya, dirinya bersama istrinya langsung pulang ke rumah kontrakan di Jalan Ariodilah III, RT 33, Kelurahan 20 Ilir DIV, Kecamatan Ilir Timur I.

Setibanya di rumah, Rani membuat susu untuk anak mereka yang berusia dua tahun empat bulan. Setalah diseduh ternyata di dalam susu tersebut banyak semut.

"Dia malah marah-marah. Sudah saya bilang kalau disaring saja susunya, tidak usah bikin baru, dia malah marah terus sama saya," ujarnya.

Dirinya yang sudah dipengaruhi minuman keras kemudian naik pitam dan langsung memukul Rani menggunakan tangan kosong sebanyak dua kali.

Belum puas, dirinya langsung mengambil penanak nasi elektronik yang jatuh tersenggol, dihantamkannya ke arah kepala Rani sebanyak dua kali hingga memar.

"Setelahnya saya keluar rumah, lihat ada kayu saya ambil terus saya pukulkan lagi ke dia. Lalu saya pergi," ungkap pedagang ayam di Pasar Pahlawan tersebut.

Status Facebook Bikin Kesal, Gadis ABG Dikeroyok Empat Temannya

KONFRONTASI-Hanya gara-gara status Facebook, seorang gadis ABG dianiaya empat temannya. Kasus tersebut saat ini ditangani Polsek Ciledug Tangerang.

Hingga Selasa (16/5/2017) malam, keempat tersangka Dian (17), Yulia alias Lia (21), Novita (20), dan Betharia alias Dara (19) masih diperiksa soal motif sebetulnya penganiyaan sadis tersebut.

Hasil pemeriksaan sementara, aksi pengeroyokan itu dipicu oleh kekesalan Dian, satu tersangka, terhadap status yang dibuat korban di akun Facebook miliknya. Merasa disudutkan di media sosial, Dian mengajak pelaku lain untuk mengeroyok korban.

“Mereka kesal dengan korban karena telah menulis status menjelek-jelekkan salah satu pelaku di media sosial,” ungkap Triyani.

Akibat perbuatannya, petugas terpaksa menjerat pelaku dengan pasal berlapis, yakni Pasa 170 KUHP dan UU Perlindungan anak. “Ancamannya diatas 5 tahun penjara,” pungkas Triyani.

Diberitakan sebelumnya, seorang gadis berusia 15 tahun menjadi korban kekerasan oleh sekelompok perempuan di Kota Tangerang. Gadis malang itu ditelanjangi dan dipukuli di dalam angkot saat melaju di underpass CBD, Kelurahan Sudimara, Kecamatan Ciledug.

Akibat kejadian itu, ‎AP (15) mengalami luka di tubuhnya. Selain luka memar, sejumlah luka bakar akibat sundutan rokok juga ditemukan di tubuhnya. Tak terima anaknya dianiaya, orangtua korban akhirnya melapor ke Polsek Ciledug.

Polisi mengamankan Dian (17), Yulia alias Lia (21), Novita (20), dan Betharia alias Dara (19).

Cucu Durhaka, Tusuk Leher Nenek Sendiri

Konfrontasi - Hanya gara-gara sering diomeli, Bambang Sutejo, warga Lingkungan Cangkring, Jember, Jatim tega menusuk leher Supadmi, 70, neneknya sendiri. Akibat kejadian itu, Mbah Supadmi harus dilarikan ke IGD RSD dr Soebandi, Jember, karena mengalami luka serius di lehernya. Apalagi, sebelum lehernya ditusuk dengan pisau dapur, pelaku Bambang lebih dulu memukuli korban dengan bambu.

Aniaya Anak Hingga Tewas, Rico Divonis 11 Tahun Penjara

KONFRONTASI- Terdakwa Rico Sanjaya S, pelaku penganiayaan hingga mengakibatkan anak tirinya Bella (5) meninggal dunia, dijatuhi hukuman 11 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jambi.

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jambi yang diketuai Hari Widodo di PN Jambi, Jumat, menyatakan putusan majelis hakim terhadap Rico lebih rendah tiga tahun dari tuntutan 14 tahun penjara yang diajukan jaksa penuntut umum beberapa waktu lalu.

Polisi: Mayat di Tempat Sampah Korban Penganiayaan 15 Orang

Konfrontasi - Sesosok mayat pria yang ditemukan tersangkut di tempat sampah pinggiran Sungai Deli Medan, Sumut, ternyata korban penganiayaan. Korban tewas akibat dianiaya kemudian mayatnya di buang ke sungai dan hanyut.

"Korban ditemukan meninggal dunia tidak ada identitas. Dari penelusuran sidik jari, korban bernama Yoshua Imanuel Pasaribu, warga Pasar Merah, Medan," kata Kapolrestabes Medan Kombes Sandi Nugroho kepada wartawan di Mapolrestabes Medan, Sabtu (22/4/2017).

Kesakitan Karena Baru Dikhitan, Majid Aniaya istri

KONFRONTASI-Kelakuan Hengki Qeli Dawi alias Abdul Majid memang benar-benar keterlaluan.

Meski sudah dirawat sang istri berinisial RN, Majid malah melakukan tindakan brutal.

Dia tega memukul dan meludahi RN di indekos yang mereka tempati di Jalan Sultan Sulaiman, RT 11, Sambutan, Samarinda, Senin (17/4).

Peristiwa itu terjadi ketika Majid kesakitan di bagian kemaluan.

Pasalnya, pria 37 tahun itu baru saja dikhitan. Teriakan Majid membuat RN gelisah.

RN berusaha menenangkan pria yang menikahinya dua bulan lalu itu.

Polres Depok Amankan 22 Pelaku Tawuran Hingga Preman

Konfrontasi - Polresta Depok menggelar operasi cipta kondusif berhasil mengamankan puluhan pelaku kasus tawuran, pencurian, penganiayaan, dan preman.

Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polresta Depok Kompol Agus Widodo mengatakan dengan melibatkan kekuatan 138 personil dari semua satuan fungsi menggelar patroli serta operasi dalam antisipasi kriminalitas, tawuran warga dan balap liar.

Pemuda Ini Babak Belur Karena Tolak Beri Uang untuk Miras

Konfrontasi - Yoksin Umbu Neka Djarawoli (20), pemuda asal Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dianiaya hingga babak belur oleh lima orang pemuda karena menolak memberi uang untuk membeli minuman keras.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah NTT AKBP Jules Abraham Abast mengatakan, akibat penganiayaan itu, Yoksin menderita luka di sekujur tubuh hingga harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit setempat.

Penganiaya Jurnalis NET TV Ternyata Pengguna Narkoba Tingkat Tinggi

Kashira Ouzama

KONFRONTASI-Kashira Ouzama,Penganiaya reporter NET TV,  ternyata pengguna narkoba tingkat tinggi.

Setelah dites urine, tersangka teridentifikasi aktif menggunakan empat jenis narkotika.

“Yang bersangkutan positif sementara yang kami periksa amphetamine, metamphetamine, obat-obatan, dan ganja," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Budi Hermanto di kantornya, Kamis (13/5).

Ditampar Polisi, Aktivis Buruh Lapor Propam

KONFRONTASI-Polisi berpakaian preman menampar seorang aktivis buruh perempuan yang berunjuk rasa di Tugu Adipura, Tangerang, Ahad, 9 April 2017. Adegan penamparan itu terekam oleh kamera video dan beredar lewat pesan berantai WhatsApp.

Aktivis buruh tersebut adalah mantan pekerja PT Panarub Dwi Karya (PT PDK). Aktivis bernama Emilia Yanti itu berunjuk rasa untuk memperjuangkan haknya sebagai buruh karena dipecat secara sepihak oleh perusahaan.

Pages