20 February 2018

pendidikan

Siswa Penantang Guru di Purbalingga Dikenal Temperamen

KONFRONTASI-Usai kasus penganiayaan oleh siswa terhadap guru hingga meninggal di Sampang Madura, dunia pendidikan kembali terusik. Kini publik kembali dibuat mengelus dada dengan perilaku oknum siswa di MTs Krenceng Purbalingga yang mengajak duel gurunya sampai berani menanggalkan baju.

Aksi sok jagoan TG (14), siswa Kelas 8 MTs Maarif Krenceng ternyata tidak begitu mengejutkan bagi warga sekolah yang telah mengenal karakter anak itu.

Sikapnya ini juga yang membuatnya ditakuti oleh teman-teman sekelasnya.

Sekolah Tempat Belajar, Bukan Ajang Kekerasan

KONFRONTASI-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud-RI) meminta Dinas Pendidikan agar bisa melakukan pencegahan dini semua bentuk kekerasan yang berpotensi terjadi di lingkungan sekolah.

"Sekolah harus bisa mendeteksi potensi kekerasan yang mungkin terjadi di lingkungan sekolah," ujar Dirjen Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud RI Hamid Muhammad saat berkunjung ke Sampang, Madura, Jawa Timur, Sabtu.

Hamid datang ke Sampang, Madura, bertakziah kepada keluarga guru SMA Negeri 1 Torjun Sampang Ahmad Budi Tjahyanto (sebelumnya tertulis Ahmad Budi Cahyono) yang meninggal dunia akibat dipukul muridnya sendiri saat kegiatan belajar mengajar.

Ia mengatakan, bentuk kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah beragam. Antara lain kekerasan antara siswa dengan siswa, kekerasan siswa dengan guru, guru dengan siswa atau kekerasan antara siswa dengan orang tua dan sebaliknya.

Bentuknya bisa berupa kekerasan fisik, atau psikologis. "Kalau psikologis bisa berupa kekerasan dalam bentuk ucapan atau cemoohan," ujarnya, menjelaskan.

Hamid Muhammad menjelaskan, sejak 2015, Kemendikbud RI telah mengeluarkan regulasi yang memerintahkan kepada masing-masing sekolah agar membentuk Satgas Tindak Kekerasan di Lingkungan Sekolah.

Satgas ini bertugas melakukan deteksi dini, akan kemungkinan terjadinya potensi kekerasan di lingkungan sekolah, melakukan pendekatan khusus kepada siswa korban kekerasan, dan memulihkan psikologisnya.

"Tugas pokok Satgas ini adalah deteksi dini, pencegahan dan rehabilitasi," katanya, menjelaskan.

Sementara, terkait dengan kasus kekerasan yang terjadi di SMA Negeri 1 Torjun, Sampang, Madura yang menyebabkan guru seni rupa Ahmad Budi Tjahyono meninggal dunia oleh muridnya sendiri berinisial HI, Hamid berharap, kedepan tidak akan terulang lagi dan menjadi kasus terakhir dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Dirjen Dikdasmen Kemendikbud RI ini menyatakan, menyerahkan sepenuhkan pada ketentuan hukum yang berlaku.

Selain bertakziah ke rumah duka di Dusun Pliyang, Desa Tanggumong, Kecamatan Kota, Sampang, Dirjen juga mengunjungi SMA Negeri 1 Torjun, dan berdialog dengan sejumlah guru di lembaga pendidikan itu.

Penganiayaan berujung maut terhadap guru seni rupa bernama Ahmad Budi Tjahyanto dilakukan oleh murid sendiri di SMAN 1 Torjun, berinisial HI.

Mendikbud: Ciri Sekolah Bagus Itu Ketika Siswa Enggan Pulang Sebelum Tugas Selesai

KONFRONTASI-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof Muhadjir Effendi memimpikan sekolah bisa menjadi rumah kedua bagi siswa karena mereka (siswa) merasa nyaman dan sekolah merupakan kegiatan yang menyenangkan.

Izin Perguruan Tinggi Asing Dianggap Kebijakan Ngawur

KONFRONTASI-Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Budi Djatmiko menilai izin penyelenggaraan perguruan tinggi asing di Tanah Air tidak tepat dan akan mengancam keberadaan perguruan tinggi yang sudah ada.

Tags: 

Jusuf Kalla: Masjid Pusat Ekonomi dan Pendidikan

Konfrontasi - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengukukuhkan pengurus DPP Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (12/1/2018).

Pria yang karib disapa JK itu mengatakan, menjadi pengurus masjid adalah suatu tantangan keikhlasan yang bernilai ibadah.

Dia menambahkan, seseorang yang menjadi pengurus masjid akan mendapatkan amal besar.

Metode Belajar Indonesia Bikin Professor Australia Kepincut

Konfrontasi - Pendidikan formal di Tanah Air, tengah dilirik oleh para ilmuwan dari luar negeri. Salah satunya yang tertarik untuk mengetahui dan mempelajarinya adalah seorang profesor asal Australia, Marc Pruyn.

Menyambangi SD Negeri Rejodani, Sleman, Yogjakarta, dosen senior dari Monash University, Melbourne ini menyebut masalah pendidikan yang ada di Indonesia mirip dengan negara lainnya.

Hah, Pemerintah Ingin Batasi Jumlah Mahasiswa di PTN, Alasannya?

KONFRONTASI-Pemerintah berencana membatasi jumlah mahasiswa yang masuk perguruan tinggi negeri di Indonesia dengan tujuan fokus pendidikan.

"Saya lebih senang kalau perguruan tinggi itu fokus, tidak semuanya diambil," jelas Presiden Joko Widodo dalam pidato penutupan Rembuk Nasional Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) di Universitas Indonusa Esa Unggul, Jakarta pada Rabu.

Menurut Presiden, terdapat beberapa perguruan tinggi yang memiliki jumlah mahasiswa lebih dari 30 ribu atau 40 ribu.

Pameran Pendidikan Islam Jaring 5.000 Calon Doktor

KONFRONTASI-Pameran Pendidikan Islam Internasional di ICE BSD Serpong, Tangerang, turut menggelar penjaringan para peminat studi pendidikan tinggi untuk mendapatkan beasiswa Program 5.000 Doktor dari Kementerian Agama.

Dalam gelaran pameran yang digelar Direktorat Pendidikan Islam Kementerian Agama tersebut, disebar gerai pameran beasiswa program doktoral ke berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

Tags: 

Kualitas Pendidikan di SMA/SMK Terancam Merosot, Ini Penyebabnya

Konfrontasi - Pengalihan pengelolaan SMA/SMK dari pemkab/pemko ke pemerintah provinsi masih menyisakan persoalan. Terutama soal minimnya alokasi bantuan operasional sekolah (BOS).

Kondisi ini jika tidak segera diatasi akan memicu turunnya kualitas pendidikan. Pasalnya, akan banyak kegiatan yang dihapuskan.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Balikpapan, Kaltim, Eddy Effendi menjelaskan, saat ini kondisi belajar mengajar sudah lebih baik dibanding awal tahun lalu.

Khususnya setelah ada kepastian besaran dana BOS. Sayangnya, jumlahnya dana BOS banyak berkurang jika dibanding tahun ajaran sebelumnya .

Operasional yang sebelumnya Rp 3,4 juta (Rp 1,4 juta dari pusat, Rp 1 juta dari provinsi dan Rp 1 juta dari kota) menjadi Rp 2,3 juta (Rp 1,5 juta dari pusat dan Rp 900 ribu dari provinsi) per siswa per tahun. “Itu kan berat sekali,” ujarnya.

Dia berharap ke depan partisipasi masyarakat untuk pendidikan bisa dimaksimalkan. Sebab, berdasarkan perhitungan, kebutuhan ideal untuk operasional SMA/SMK di Balikpapan sebesar Rp 4.885.000 per siswa per tahun. Artinya, dana BOS tak cukup untuk menutupi separuh dari kebutuhan operasional tersebut.

“Kemauan masyarakat untuk membantu biaya sudah ada. Hanya saja pemerintah daerah belum mampu memenuhi keinginan tersebut. Masyarakat mau berpartisipasi juga tidak bisa, nanti jatuhnya malah pungli (pungutan liar). Walaupun sebetulnya aturan pusat memperbolehkan, tapi pemprov masih menginginkan pendidikan gratis,” tambahnya.

Eddy melanjutkan, tidak masalah menerapkan pendidikan gratis asal pemprov mampu mencukupi kebutuhan operasional. Jika tidak, jangan sampai justru mengorbankan kualitas.

Dana Bantuan Pendidikan Dihentikan, Keluarga Siswa Miskin Brebes Kebingungan

Konfrontasi - Program bantuan pendidikan siswa miskin dari Pemkab Brebes, dihentikan. Siswa harus membayar sendiri tagihan uang komite bulanan sejak Januari hingga September 2017. Yang menunggak uang komite tidak bisa ikut ujian tengah semester (UTS) pekan depan.

Program dari Pemkab Brebes melalui Kartu Brebes Cerdas (KBC) ini diperuntukan untuk siswa mulai dari SD hingga SMA/SMK. Pemegang kartu dijamin mendapatkan layanan pendidikannya hingga SMA/SMK. Semua biaya ini akan ditanggung oleh Pemkab Brebes.

Pages