24 May 2018

Pemuda Muhammadiyah

Peringati Milad ke-86, Cak Imin dan Arteria Hadiri Milad Pemuda Muhammadiyah di Jakarta

KONFRONTASI -  Pemuda Muhammadiyah memperingati milad ke-86 di Gedung Pusat Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat. Acara itu dihadiri Ketum PKB Muhaimin Iskandar dan anggota DPR RI Arteria Dahlan.

PK Ahok Ditolak, Pemuda Muhammadiyah: Sesuai dengan Suara Rakyat!

KONFRONTASI-Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan terpidana kasus penodaan agama, Basuki T Purnama alias Ahok, ditolak secara bulat oleh tiga hakim Mahkamah Agung (MA) masing-masing Artidjo Alkostar, Salman Luthan, dan Sumardiatmo.

Sepertinya Kasus Siyono Kembali Terulang, Pemuda Muhammadiyah Minta Polisi Terbuka Jelaskan Kematian Muhammad Jefri

KONFRONTASI  -  Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak prihatin kasus Siyono Jilid 2 terulang lagi. Menurutnya, Polisi harus terbuka kepada publik terkait kematian Muhammad Jefri (MJ), terduga teroris yang ditangkap Densus 88, kemudian setelah satu hari dikembalikan dalam kondisi meninggalkan dunia.

“Terlepas dari apakah Muhammad Jeffri terlibat dalam jaringan Terorisme atau tidak, Saya menganggap Densus 88 harus terbuka terkait dengan kematian Muhammad Jefri”, tegas Dahnil dilansir Sangpencerah.id, Rabu (14/2/2018).

Soal Kasus Novel Baswedan, Polisi Panggil Ketua PP Pemuda Muhammadiyah

JAKARTA-Pihak Ditreskrimum Polda Metro Jaya memanggil Ketua Pengurus Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Danhil Anzar Simanjuntak, terkait statemennya soal siapa penyerang penyidik senior KPK Novel Baswedan. Pasalnya di sebuah stasiun TV swasta, Dahnil menyebut dirinya tahu siapa pihak yang menyerang Novel.

Pemuda Muhammadiyah Desak KPK Usut Dua Penyidiknya yang Nakal

KONFRONTASI-Ketua Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Azhar Simanjuntak, mendesak KPK mengusut dua penyidiknya dari kepolisian, yang diduga merusak barang bukti kasus suap impor daging sapi secara hukum. Dia menilai tindakan tersebut memiliki unsur pelanggaran pidana.

"Itu harus diungkap ya, hilangkan barang bukti kan sudah jelas tindak pidana ya. Jadi harus diusut secara pidana," kata Dahnil saat dihubungi, Senin, 6 November 2017.

Viktor Tebar Kebencian, Kata Pemuda Muhammadiyah

KONFRONTASI -  Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai pidato Ketua Fraksi Partai NasDem DPR Viktor Bungtilu Laiskodat memancing ujaran kebencian kepada banyak kelompok di Indonesia.

"Menurut saya, kalau merujuk dari yang tersebar pertama ungkapannya penuh kebencian. Saya pikir bukan cuma kepada satu dua golongan saja, tapi secara keseluruhan misalnya anti keberagaman," kata Dahnil kepada INILAHCOM, Kamis (10/8/2017).

Pemuda Muhammadiyah: Politik Rente Halalkan Segala Cara, Merusak Kepentingan Bersama dan Picu Intoleransi

KONFRONTASI-Perilaku para politikus yang cenderung mengutamakan politik rente dinilai sebagai faktor utama yang merusak toleransi di Indonesia. Sifat toleransi Indonesia yang berkembang ke arah intoleransi belakangan ini, dianggap tidak terlahir dari interaksi masyarakat, melainkan karena perilaku destruktif yang dilakukan politikus di tanah air.

Terkait Ahok, Pemuda Muhammadiyah Minta Jaksa Agung dan Menkumham Mundur dari Jabatannya

Konfrontasi - Penahanan terpidana kasus penistaan agama Basuki T Purnama (Ahok) di Mako Brimob benar-benar membuat hukum di Indonesia kacau.

Pemuda Muhammadiyah menegaskan, buruknya kondisi hukum di Indonesia ini tak lepas dari peran Jaksa Agung Prasetyo dan Menkum HAM Yasona Laoly. 

Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman mengatakan, adapun kunci Ahok ditempatkan di Mako Brimob itu, tak lepas dari peranan Jaksa Agung dan Menkumham yang menentukan eksekusi putusan Ahok ini.

Apa Urgensi BIN Larang Pegawai Berjanggut dan Kenakan Celana Cingkrang?

KONFRONTASI- Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Sumanjuntak mempertanyakan urgensi Badan Intelijen Negara (BIN) terkait larangan pegawai memelihara janggut, berambut panjang dan memakai celana cingkrang atau celana di atas mata kaki. Larangan itu tertulis dalam surat yang beredar di media sosial beberapa waktu lalu.

"Urgensinya apa? Kalau berjanggut kenapa? Kalau pakai celana cingkrang kenapa? Itu yang harus dijawab BIN," kata Dahnil dilansir CNNIndonesia.com, Kamis (18/5).

Dahnil merasa aturan BIN sebagai hal lucu yang tidak masuk akal. Ia menuturkan, setiap warga negara punya kebebasan berekspresi secara fisik dan bebas berpakaian seperti apapun selama sopan.

"Dengan aturan BIN, bagaimana kalau kemudian aturan itu dikaitkan dengan simbol agama tertentu? Saya kira tidak berdasar. Enggak masuk nalar saya kaitan jenggot dengan sikap keberagamaan atau sikap kebangsaan," kata Dahnil.

HTI Mengecam

Sementara itu juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia Ismail Yusanto mengatakan, larangan itu bertentangan dengan hak-hak pegawai yakni soal menjalankan keyakinan dalam beragama.

Ismail menyatakan, selama hak tersebut tidak mengganggu kewajiban atau tugas pegawai, maka surat edaran semacam itu tak perlu dimunculkan.

"Janggut itu sunnah, seharusnya tak boleh dilarang, sepanjang dia melaksanakan tugasnya dengan baik," kata Ismail saat dihubungi CNNindonesia.com.

Bahkan menurutnya, bagi beberapa orang, menumbuhkan janggut dan celana cingkrang adalah kewajiban. Ismail juga menganggap larangan-larangan seperti itu semakin membuktikan bahwa pemerintah keterlaluan.

"Apakah janggut dan celana cingkrang itu kejahatan? Kan bukan," ujarnya.

Sebelumnya, Deputi Bidang Komunikasi dan Infomasi BIN, Sundawan Salya membenarkan aturan tersebut. Ia heran surat untuk kepentingan internal tersebar ke publik.

Surat Edaran bernomor SE-28/V/2017 beredar di media sosial sejak kemarin. Surat bertanggal 15 Mei 2017 ditandatangani Sekretaris Utama BIN Zaelani.

"Aturan itu untuk kepentingan internal, kami sudah rutin mengatur soal ini,” kata Sundawan Salya kepadaCNNIndonesia.com, Kamis (18/5).

Dawan menjelaskan, selama ini pegawai BIN yang bekerja di kantor memiliki seragam berwarna putih dan hitam. Berbeda dengan petugas di lapangan yang bebas berpakaian sesuai kebutuhan pekerjaan.

"Lewat aturan ini kami ini ingin menjaga estetika dan etika dalam berpakaian," kata dia.

Ahok Hanya Dituntut 1 Tahun Penjara, Pemuda Muhammadiyah Curiga Ada Intervensi Kekuatan Politik

KONFRONTASI-Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus penodaan agama menuntut terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok hukuman 1 tahun penjara dengan 2 tahun percobaan.

Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman merasa kecewa dengan tuntutan jaksa tersebut. Ia menilai, penegakan hukum di Indonesia seperti dagelan sandiwara. Alasannya, ia menambahkan, masyarakat sangat memberikan perhatian terhadap kasus Ahok.

Pages